Akhirnya setelah di ingatkan , di jewer , bahkan di jitak terus2an, presiden kita yang terkenal berkepala batu dan kopeg itu akhirnya insyaf. Lebih cepat dari dugaan banyak orang. Lebih cepat dari para pendukungnya yang mungkin sampai sekarang matanya masih bureng belum bisa melihat kesalahan pujaannya. Kekuasaan sehari-hari akan diserahkan kepada Ibu kita. Saya sungguh terharu : Ibu telah berdiri semakin dekat......( mohon doa). Demokrasi saya catat telah memberikan beberapa pelajaran telak tanpa ampun kepada kita semua. Yang pertama, pelajaran kepada Megawati ( baca PDIP ). Ke geblegan mereka menunggu bola karena terpukau pada kemenangan kecil ( 30 %) nyaris cuma memberikan tangis sedih kalau tidak terselamatkan jiwa besar partai lain mengangkat Mega jadi Wapres sehingga beliau bisa berseru amat manis : " Lihat Ibumu sudah berdiri disini! Jangan nangis lagi..Dan jangan nakal ..! ). PDIP kali ini bekerja sama penuh dengan partai lain. Dengan cerdas PDIP menjemput bola. Diam saja , tidak menghasilkan apa-apa. Peribahasa lama, Diam itu Emas, harus dibarengi kerja keras. Atau disimpan untuk ulangan Bahasa Indonesia saja . Yang kedua, Presiden Indonesia tahu betul, bahwa pada masa ini Presiden bukan seorang Raja lagi ( seperti jaman Bung Karno, atau jaman Suharto ). Kalau tidak menghasilkan apa-apa, kalau tidak mau repot-repot betul, bakal di marahin habis. ( Saya pun tertawa lega ketika GD bisa dimarahi oleh "anak kecil" Priyo Budi Santoso : rasain ! , kamu itu kan public servant ! ) . Mega atau siapa saja tahu betul , kecuali dia gebleg sekali, kalau berani menerima jabatan ngurus negara, kalau tidak bisa menghasilkan apa-apa, bakal dimarahin habis. bakal di kuyo-kuyo, bakal di suruh turun, bakal digantikan orang lain. ( Dan tibalah tontonan menarik. Tes buat Mega . mampu nggak ?!. Kalau mampu tentunya bakal mengantarnya ke kursi Presiden , tanpa belas kasihan orang lain. Kalau tidak mampu , tentunya ya bakal di turunkan. Secara halus atau paksa.Ini urusan 200 juta jiwa bukan urusan keluarga Bung Karno dan begundal2nya.). ( Dari balik berita : Penyerahan kekuasaan pada Mega terjadi setelah pertemuan GD dengan Megawati kemarin sore di Hotel Hilton. Sebelumnya GD gagal tiga kali minta Mega membacakan pertangung jawaban ke MPR. Mega menolak sambil menyerahkan kaset berisi rekaman Jokes GD tentang Mega. Mega betul. Ke gendengan itu ada batasnya. Se gebleg-gebleg seseorang toh manusia juga . Ya, to ?1 ) Wassalam. Abdullah Hasan. ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
