Koran hari ini 18 Agustus. Sejumlah pekerja perempuan disebuah pabrik Garmen
di Bogor, diminta untuk copot Jilbab. Cerita seperti itu kok masih ada saja.
Sungguh menyebalkan sekaligus membosankan.
Negeri ini kan bukan negara Islam ? Kok koran memberikan tempat khusus
mengurusi orang Islam? Seharusnya mereka itu agak cerdas buat memahami
konsep Ruang Publik. Dalam Oplet Umum jangan sembarangan merokok. Juga
jangan bawa ransel atawa joran pancing yang panjang. Semua bisa mengganggu
paru-paru atau bagian tubuh penting orang lain.
Demikian juga perihal Jilbab. Di rumah sendiri siapa yang melarang ? Di muka
umum lain perkara. Jilbab bisa menimbulkan mual bagi sementara orang. Maka
kalau sampai muntah, siapa yang mengganti biaya dokter yang tinggi itu ?
Apakah itu dapat membantu kerukunan antar agama ? Tentu tidak !? Jilbab
bisa pula dipandang sebagai keangkuhan pamer keimanan ! Maka kamipun akan
diam, karena itu hanyalah intern mereka, dan juga apanya yang salah disana ?
Kalau itu diteruskan pasti NTT minta Merdeka. ( Metel banget...!)
Salam
Abdullah Hasan.
( Kalo udah seperti LJ , itu lain.....Itu kan menyinggung pembukaan UUD )
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!