Tari Oleg adalah tarian pergaulan dari Budhaya Bali.
Memperkisahkan seorang putri yang sedang bersolek
mempersiapkan diri menerima kedatangan Kekasih,
perjaka yang putra raja.
Seperti biasa penari wanita Bali, maka pakaian yang
dikenakan adalah yang U-can-C, alias keliatan Ketek
dan Bahu-nya. Ditambah lenggang-lenggok dan kerlingan
matanya yang menantang dengan sedikit sunggingan
senyum.
Puas aku di negeri orang menyaksikan tarian Oleg ini.
Apalagi penarinya aku kenal akrab. Namun apa yang
terjadi dengan temanku, Mamad yang orang Senegal? dia
melotot memandangi sang penari.... rupanya beda
persepsi. Sementara aku merasa puas terobati rasa
rindu dengan budhaya negeri sendiri, temanku muslim
orang Senegal ini melotot karena menyaksikan tubuh
wanita (yang bagi dia) sudah amat sangat tidak pantas,
sambil melenggang-lenggok lagi. Dan ketika tarian usai,
Si Mamad orang Senegal ini segera tepuk tangan
keras-keras.....
di lain waktu, dengan sedikit modifikasi, tarian Oleg dibawakan
oleh mahasiswi Udayana yang berasal dari Banyuwangi.
maka kostumnya berubah, bahkan cenderung seperti
pakaian orang Uighur (atau suku Hui di China) karena harus
menutup
aurat. Kembali si Mamad ikut menyaksikan. namun sangat beda
sambutannya... tak sebesar semangatnya seperti ketika tarian
Oleg ini dibawakan oleh penari BALI.
Di sini aku memperoleh pengertian, bahwa norma dan adap
kesopanan dalam berpakaian, masih sangat bergantung dengan
kondisi alam sekitar. Buktinya juga ditunjukkan oleh Si Mamad
sendiri. Dia datang di Jepang pada musim Semi yang sejuk.
sehingga setiap kali ikut shalat Jum'at, pakaian tradisionalnya
yang sudah sangat dominan bercorak ARAB, cukup nyaman dan
selalu dia kenakan dengan bangganya. Namun ketika Musim
Panas memasuki periode Tsuyu (hujan sehari-hari) sehingga lembab
melebihi Jakarta atau Semarang, Si Mamad tak lagi mengenakan
pakaian tradisionalnya. Dia menggantinya dengan T-shirt dengan
celana jeans yang digulung sedikit di atas mata kaki.
"Kenapa begitu" ketika aku coba tanya, jawabnya: "Cuaca tidak
memungkinkan aku memakai pakaian tradisional"
salam,
soeL
-------
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!