herannya, partai yang nentang koq ya partai candu..... pdkb dan pbb ? apa karena mereka nggak dikawani lagi oleh militer ? enw, masih mendingan dalam hal ini.... mBin ----- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Jumat 18 Agustus 2000 14:40 UTC * KENAPA FRAKSI-FRAKSI MEMBELA TNI/POLRI DI MPR SAMPAI TAHUN 2009? Anggota MPR Hartono Mardjono, kemarin menyatakan kepada pers, ia tidak rela melihat TNI menjadi sasaran hujatan, seolah-olah TNI/Polri masih mau bertahan di MPR. Padahal menurut Hartono, TNI sebenarnya tidak ingin bertahan lagi. TNI selama ini yang paling cepat menyesuaikan diri karena organisasinya baik. Hartono melihat TNI pada akhirnya akan menarik diri dari MPR. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Anggota Fraksi PBB Hartono Mardjono kemarin lagi-lagi membuat kejutan dengan interupsinya yang berakhir dengan keluarnya suatu minderheidsnota, menentang masuknya TNI di MPR sampai tahun 2009. Hartono melihat TNI itu tidak mau bersikap kaku tetapi para politisi sipil justru yang takut. Karena itu ia tidak mau TNI dipersalahkan atas ulah politisi sipil di PDI-Perjuangan dan fraksi-fraksi lainnya. TNI sebenarnya sudah puas jika diperkenankan bertahan hingga tahun 2004, jelasnya. Sebaliknya politisi masih mau mengulur-ngulur waktu. Entah mengapa. Bagi Hartono, TNI sudah menyadari kalau sampai dilakukan pemungutan suara mereka akan kalah karena jumlah anggotanya di MPR terbatas. Tetapi ada rasa ketakutan pada pihak sipil. Soalnya budaya Orba itu masih ada, tegasnya. Selain Hartono Mardjono, Anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar Eki Syachrudin pun mengaku kasihan pada Fraksi TNI/Polri meski masih diberi kesempatan di MPR hingga 2009. Tetapi berbeda dengan Hartono, ia malah menyesalkan mengapa TNI/Polri harus keluar secepat itu dari DPR/MPR. "Ini kan seperti beberapa orang yang tengah makan, lantas ada orang yang masuk, orang yang makan itu disuruh keluar karena dianggap tidak membayar," kata Eki Syachrudin kepada wartawan kemarin. Menurutnya, keputusan untuk membolehkan TNI di DPR hingga 2004 dan di MPR sampai 2009 sebenarnya mempermalukan TNI. Artinya, kalau TNI masih ingin tetap di DPR/MPR, tentunya ia juga harus membayar. "Misalnya kalau mau berpolitik ia harus masuk ke partai politik," tandas Eki. Sementara itu, anggota MPR asal Fraksi Reformasi, Hatta Radjasa menilai hasil yang telah dicapai dalam Sidang Tahunan MPR ini adalah hasil maksimal. Jadi, menurutnya, tidaklah tepat bilamana hasil itu diputuskan kemudian sesudahnya baru mengungkapkan rasa kecewa. "Karena semuanya sudah diketok palu," kata Hatta. Menanggapi pernyataan Gus Dur bahwa pandangan fraksi di MPR cenderung sebagai kebencian terhadap lembaga tinggi negara, Hatta membantah hal itu. Menurutnya, tidak ada kebencian sedikitpun terhadap lembaga tinggi negara. Kalau kita bersikap kritis, kata Hatta, justru mencerminkan bahwa bangsa ini cinta dengan bangsa Indonesia. "Kita tak ingin mengulangi sejarah pada masa Soeharto di mana semua orang hanya menyanjung-nyanjung," kata Hatta. Dalam pada itu kemarin di luar gedung MPR/DPR, di hari terakhir pelaksanaan Sidang Tahunan MPR sekitar 1000 petani, buruh dan aktivis PRD mendatangi gedung para wakil rakyat tersebut. Di tempat lain, tepatnya di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Merdeka Selatan, sekitar 1000 mahasiswa yang tergabung dalam Hammas, Himpunan Mahasiswa Muslim Antar kampus membakar bendera RMS dan bendera Amerika. Melihat para buruh dan petani berdemo di depan Gedung MPR/DPR perwira polisi Senior Superintenden Aghil membacakan ayat-ayat Al-Quran. Para demonstran membalasnya dengan shalawat nabi. Ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan Aghil ditanggapi dengan teriakan dan makian. Senior Superintenden Aghil membalas teriakan mereka dengan mengatakan, "Hanya orang kafir saja yang menganggu orang yang mengaji." Setelah itu massa membalasnya dengan shalawat. Dan riuh rendah sahut-sahutan itu mengundang perhatian para wartawan yang tengah meliput ST MPR 2000. Para petani, yang bergabung dengan PRD, tergabung dalam Front Petani Pasundan (FPP). Mereka menuntut penjelasan hilangnya empat aktivis saat beraksi mogok makan di Gedung MPR/DPR pada tanggal 14 Agustus 2000. Dan, sampai saat ini keempat aktivis FPP itu belum ditemukan. "Kami menuntut aparat bertanggung jawab atas penculikan empat aktivis kami," cetus salah seorang aktivis. Keempat aktivis tersebut adalah Rusat Setiawan (Ketua Yayasan dan Pengembangan Aktivitas Sosial Bandung); Idham Kurniawan (Mahasiswa Antropologi FISIP UNPAD angkatan 94); Muhammad Hafid Azham (Mahasiswa aktivis Bisnis Pertanian UNPAD); dan Anthon Sulthon (Mahasiswa Perguruan Tinggi Hukum Bandung). Keempat orang tersebut bersama tiga rekannya melakukan aksi mogok makan di Gedung MPR/DPR untuk menuntut reformasi di bidang agraria. Keempat aktivis itu diduga diculik aparat intelijen. Namun Senior Superintenden Setianto membantah bahwa aparat kepolisian menculik empat aktivis itu. "Mereka keluar dari Gedung MPR atas keinginan sendiri, bukan diculik," sergahnya. Dia menjelaskan, ketiga aktivis saat itu dalam keadaan kritis. Sedangkan satu rekannya lagi meminta keluar dari gedung MPR. Oleh tim medis, ketiga orang tersebut dalam perjalanan minta diturunkan di depan kantor KPU. Alasannya mereka tengah menunggu teman-temannya. "Setelah itu aparat tak tahu menahu keberadaan mereka," jelasnya. Penjelasan itu dirasa kurang memuaskan sebab mirip penjelasan rejim Orde Baru dahulu. Dalam pernyataan sikapnya Front Petani Pasundan (FPP) menyatakan tuntutan pembaharuan itu ternyata didaulat dengan penculikan aktivis. "Kami tidak akan menyurutkan langkah untuk menuntut reformasi Agraria. Ini membuktikan rakyat belum merdeka, karena masih ada penculikan aktivis," tukas mereka. Kapolda Metro Jaya Nurfaizi sempat datang berdialog dengan para mahasiswa, petani dan buruh itu. Ia mengnggap tuduhan para aktivis itu sebagai fitnah. Namun para aktivis pun tidak mempercayai keterangan Nurfaizi karena dahulu Nurfaizi pun bekerjasama dengan Zacky Makarim dalam menculik para aktivis PRD. Zacky Makarim mantan Kepala BIA kini menjadi tersangka dalam kasus 27 Juli. Maka kalangan PRD sebenarnya menginginkan agar Nurfaizi pun diperiksa dalam kasus penculikan. ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
