Bung Marrtin, saya ikut prihatin juga dengan kasus Indorayon ini yang sampai sekarang 
belum ada titik temu pnyelesaiannya. 
Kasus ini (serupa dengan kasus-kasus lain seperti pencemaran lingkungan oleh Free 
Port, waduk Kedung Ombo, Warga Bogor yang terkena jalur tegangan tinggi, dll.) ibarat 
pedang bermata dua. Di satu sisi secara makro menguntungkan negara atau rakyat banyak, 
tetapi disisi lain secara mikro merugikan warga setempat. 
Saya terus terang kurang setuju bila PTIIU langsung ditutup seperti tuntutan warga 
setempat, karena secara ekonomi nasional perusahaan ini menguntungkan. Tapi sebaiknya 
dicarikan jalan keluar win-win solution agar perusahaan mengatasi agar dampak 
lingkungan seminimum mungkin, atau pemberian semacam insentif bagi warga, atau 
mengganti dengan lahan baru untuk tempat tinggal.
Penutupan industri semacam ini bila dilakukan akan menjadi preferensi yang kurang baik 
bagi investor-investor lain.
Setahu saya hampir semua industri penambangan alam (emas, minyak& gas bumi, hasil 
hutan), yang merupakan andalan Indonesia saat ini , secara jangka panjang mempunyai 
dampak yang buruk terhadap lingkungan atau ekosistem.
Jadi tolong agar dipertimbangkan lebih jauh tentang penutupan industri tersebut.
Hanya sekedar usul, setelah lihat kapal silem yang panjang.

Salam,
SKT

------Original Message------
From: "Martin Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
To: Perspektif Mailing List <[EMAIL PROTECTED]>, Kuli Tinta List 
<[EMAIL PROTECTED]>, HKBP Mailing List <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]
Sent: August 22, 2000 4:12:49 PM GMT
Subject: [Kuli Tinta] Keprihatinan Atas Kasus Indorayon


PERNYATAAN KEPRIHATINAN
MASYARAKAT PORSEA DALAM RANGKA PERINGATAN
HUT KE-55 KEMERDEKAN REPUBLIK INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
----

Kemerdekaan yang telah dirasakan Rakyat Indonesia selama 55 Tahun ternyata
belum membawa kemerdekaan yang sejati bagi Rakyat Indonesia. Khusunya bagi
masyarakat Porsea, kemerdekaan itu ternyata hanya dinikmati oleh para
pemilik modal (Investor) PT Inti Indorayon Utama (IIU). Kemerdekaan dan hak
Rakyat untuk memperoleh kehidupan yang sehat, bersih dan tanpa pencemaran
lingkungan tidak diperoleh.
Berdasarkan keprihatinan itu, kami menyatakan:

1. Menuntut Pemerintahan Abdurahman Wahid dan Megawati Soekarno Putri untuk
segera memulihkan kemerdekaan rakyat untuk memperoleh kehidupan yang sehat.
Karena itu kami, meminta agar pemerintah dengan tegas dan segera menutup PT.
Inti Indorayon Utama penyebab pencemaran lingkungan dan rusaknya ekosistem
di Porsea dan Toba Samosir.

2. Meminta semua pihak; aparat kepolisian, militer dan masyarakat untuk
menghentikan kekerasan dan pertikaian di Porsea khususnya dan TOBASA
umumnya.

3. Meminta seluruh komponen masyarakat Porsea untuk bersatu padu dalam
jalinan "Dalihan Natolu" dan tetap setia dalam memperjuangkan penutupan PT.
Inti Indorayon Utama dalam damai dan tanpa kekerasan.

4. Menuntut pemerintah dan penegak hukum, untuk mengusut tuntas semua
pelanggaran hukum dan tindak kekerasan yang telah menjatuhkan korban-korban
jiwa dan kerugian materil di Porsea dalam kasus PT. Inti Indorayon Utama

Demikianlah kami nyatakan, agar pemerintah dan semua pihak yang terkait
benar-benar mendegarkan dan mewujudkan amanat penderitaan dan hati nurani
rakyat di Porsea.


----------------------------------------------------------------------------
----
Dinyatakan di Jakarta
Pada Tanggal : 17 Agustus 2000
Ketua Presidium GMPS : Sihar Butarbutar
Ketua Majelis Anggota GMPS: Kristofel Sirait


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

-----------------------------------------------
FREE! The World's Best Email Address @email.com
Reserve your name now at http://www.email.com



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke