On Wed, 23 Aug 2000, Wisnu Putra wrote:
> Saya rasa inti permasalahannya awal adalah WAM menanyakan apakah benar orang
>Australia membantu
> pihak Kristen Ambon dalam konflik yang terjadi.
WAM:
Benar. Namun, ini tidak diindahkan oleh mbah Soel dkk.
Seolah-olah, saya adalah the guilty party yang mesti _dikeroyok_
rame-rame. Saya paham, mereka punya misi khusus membungkam orang yang
terang-terangan mendukung LJ. Macam saya. Makanya, diskusi menjadi
pokrol-pokrolan. Nggak ada lagi kemauan mengindahkan isi posting.
> Cuma sumber beritanya yang meragukan sampe sindiran/banyolan kepada WAM yang ingin
>mengklarifikasi
> berita tsb karena rasa kesetiakawanannya pada rekan LJ di Ambon.
WAM:
Sudah saya jelaskan berkali-kali, saya forward posting itu karena saya
juga nggak yakin. Masak iya access hatch dibuka di tengah laut? Siapa
yang mau peduli dengan pertanyaan saya ini? Nggak ada. Seolah-olah, saya
lah yang tolol karena mempercayai posting itu.
> Ayo WAM kalau ingin mengklarifikasi kebenaran ceritanya, darimana sumber berita tsb,
>kok
> kelihatannya emang konyol banget.
WAM:
Tidak perlu. Saya sudah katakan, saya sudah menegur si pembuat posting
itu.
> Aneh,....kok jadi topiknya berkembang ke pamer kebolehan masing-masing.
> Kalau masalah unjuk kebolehan di Milis ini mending ikut galileo, Kalau di sini nggak
>akan ada yang
> percaya bisa aja elu udah punya ensiklopedi di situ, tinggal tulis aja di komputer.
>Anak SLTP juga
> bisalah....
WAM:
BUkan saya mau pamer. Buat apa? Sayang, dalam diskusi thread ini
pengeroyok saya sudah kehilangan nalar. Tidak mau lagi melihat note di
atas forward saya. Karena mereka terus saja merasa pinter, dengan terus
saja menertawakan soal jendela, dengan sangat terpaksa (dan mestinya saya
minta maaf pada mbah Soel, a.k.a pak Drajat) terpaksa saya tunjukkan bahwa
saya _bukan orang awam_ dalam hal teknologi militer. Bukalah koran
terbitan Jakarta dari tahun 1980an. Akan banyak ditemukan nama saya. Jauh
sebelum saya kerja di BPPT, saya dikontrak beberapa koran untuk mengisi
rubrik militer mereka. Bahkan ketika saya masih selevel SMA, sudah
banyak _pengetahuan_ saya di bidang teknologi militer. Jelaslah, saya
tidak punya maksud pamer pengetahuan di sini. Buat apa sih? Saya sadar,
makin banyak saya pamer, makin ketahuan sedikit pengetahuan saya. Namun,
menghadapi orang-orang sombong seringkali harus sombong pula. Rasanya,
kesombongan mereka pada saya (kemarin) sudah nggak bisa ditolerir. Sampai
saya perlu berulangkali menololkan orang lain.
Baiklah, saya perlu minta maaf pada mbah Soel.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!