From: "jsujanto" <[EMAIL PROTECTED]>
: Dear Netters,
: diskusi selalu ada manfaatnya, jika sudah dianggap cukup dan
bukan untuk
: "adu-emosi-dengan kedok tahu segalanya tentang sesuatu."
: Saya usul untuk rekan-rekan memberi masukan kepada
Menteri-Mentri baru
: maupun Departemen baru.
: Apa saja yang anda rasakan bermanfaat untuk rakyat banyak;
silahkan diajukan
: saran-saran anda, dengan catatan belum saran-saran itu
diterima oleh mereka.
: Malahan mungkin saja mereka tidak pernah membaca postings
kita.
: Mungkin pula ada wartawan di milis ini yang sementara di
medianya dapat
: membuka rubrik "Saran dari Internet untuk Menteri Baru" selama
sebulan saja
: umpamanya.
: Semoga bermanfaat,
: Janto
:-)
mBS:
suatu ajakan yang sungguh sangat bermanfaat. terimakasih Mas
Janto.
mudah-mudahan banyak mendapatkan respon, dan segera muncul
renteten ide-ide cemerlang dari para internaut.

hanya saja saya tetap menaruh kekhawatiran dengan
bertele-telenya
rembugan sumbangan pemikiran untuk para menteri baru itu.
mudah-mudahan
tidak dan kita dijauhkan dari sikap "mencibir" kepada
pribadi-pribadi para
menteri, karena keberhasilan departemen yang dipinpinnya akan
sangat
bermanfaat bagi keselamatan rakyat dari "tulah" ungkapan umum
yang
secara tak sengaja terakumulasi menjadi semacam ramalan negatif
untuk kabinet baru.

sayang,
untuk departemen yang ada kaitannya dengan pengetahuan yang
dianugerahkan kepada saya terlanjur pecah belah menjadi
8. Menpertanian dan kehutanan: Bungaran Saragih
11. Menhub dan Telekomunikasi : Agum gumelar
12. Menaker dan Transmigras :AL Hilal Hamdi
18. Menteri Kelautan dan Perikanan : Sarwono Kusumaatmadja
22. Menneg Lingkungan Hidup : Sonny Keraf
24. Menmud kehutanan (Dep pertanian) : Nur Mahmudi
-------->
setahu saya sebagai suatu payung pemenuhan pangan, sandang,
dan keindahan, departemen PERTANIAN, seharusnya membawahi
no. 11 (sebagian kewenangan menhub dalam GM (geofisika dan
meteorologi), no. 12 (transmigrasi), no. 18 (perikanan, baik
darat
maupun laut), no. 22 dan 24. cukuplah departemen Pertanian
sebagai
payung, yang membawahi bidang iklim, lingkungan hidup,
perikanan,
peternakan, transmigrasi (pengembangan wilayah dan sumber daya
alam biologis) dan kehutanan pada level direktorat jendral.
berdasarkan pengalaman ikutan ela-elu mburuh di beberapa proyek
pengembangan wilayah, transmigrasi maupun pembangunan pedesaan,
mau-tidak mau orang pertanianlah yang ketiban beban paling
berat,
harus menentukan komoditas dan menghitung peluang
keberhasilannya.

hal itu rasanya yang umum ada di banyak negara (maju) sehingga
nama departemen pertanian  telah mewakili seluruh potensi usaha
pemanenan "energi" surya (solar-energy) sebagai usaha pemenuhan
sandang-pangan dan keindahan bagi rakyat. saya yakin "kapal"
pertanian akan lebih baik terurus dan pasti arahnya dengan satu
nahkoda yang membawahi banyak komandan, dibanding banyak
kapal dengan nahkoda kecil-kecil yang kadang penguasaan navigasi
dan nautikanya kurang memadai. itu pandangan saya yang "keladuk"
keminter lho, Mas.
dan ini saya tulis di milist "gayeng" kuli-tinta ini, karena
ajakan saya
untuk sejenak menundukkan muka merenungi dunia pertanian di
milist "umar-
bakri" IPB sampai sekarang (sudah 12 jam) belum mendapatkan
respon.

matur nuwun,

soelojo
--------





->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke