( Sorry yang bukan Muslim. Tapi barangkali bisa jadi Pengetahuan Umum ).

Sdr. Gigih minta petunjuk soal hukum agama Islam. Alhamdulillah, banyak yang
nyumbang petunjuk. Dari yang setengah yakin sampai yang haqqul yakin.
Mudah-mudahan semuanya bisa membuat langkahnya tambah mantap. Amin.

Betul sekali. Agama Islam itu memang unik sekali. Tidak ada lembaga
kependetaan disana. Siapa saja bisa jadi "ulama". Mungkin karena sabda Nabi
Muhammad : "Sampaikanlah risalahku, walaupun satu ayat". Maka yang punya
satu bisa ngaku atau dianggap ulama. Apalagi yang punya dua atau tiga. Semua
orang bisa naik mimbar memberikan khotbah Jumat. Tidak perlu urut sekolah:
TK, SD, SMP,SMU, UMPTN, S2, S3 sampai ke Cina atau Jepun seperti mas Drajad
itu. Ngerti satu-dua kata Arab bisa pula jadi Ahli Tafsir Quran. Jadi modal
ulama yang paling pokok adalah cuma "keberanian". Seorang  wak Abdul bisa
tanpa ragu mengritik pikiran pakar seperti Al Ghazali, Thabatabai, atau
Syaltout. Tanpa banyak diketawai orang. Kalau di bidang Fisika, hal itu
seperti mengritik Enstein dalam Teori Relativitas .  Enak, ya ?

Barangkali memang benar. "Desentralisasi" yang diberikan Sang Pencipta pada
ummat manusia pasca Muhammad , mungkin amatlah luasnya. Jauh lebih luas
dibanding otonomi yang akan diberikan pada daerah-daerah di Nusantara. Allah
mungkin tidak ingin Firmannya di monopoli tafsirannya oleh lembaga tertentu
seperti lembaga kependetaan. Kalau kita melihat Al Quran itu demikian
sederhana jauh dari ruwet kalau dibandingkan Kitab Hukum Fiqh yang ciptaan
manusia itu umpamanya.  Kalau kita "berani" memisahkan hal-hal umum dan
hal-hal "lokal" dalam Al-Quran. Kalau kita bisa melihat Sunnah Nabi sebagai
suatu metode Nabi dalam membumikan Al Quran pada jaman dan lingkungannya.
Kita pun bisa meniru Nabi . Membumikan Al Quran pada jaman kita dan pada
Bagian bumi kita. Jilbab disana, Kebaya atau Rok sopan disini. Zakat namanya
yang dulu , jadi Pajak pada tahun 2000 ini. Dsb. Anda bisa menambahkannya.

Masalahnya , seperti yang pernah saya sebutkan, meminjam istilah Dr.
Shahrour, belum banyak diantara kita yang berani atau bisa membaca Kitab
Suci-nya dengan mata sendiri. Ya itu. Belum biasa desentralisasi. Atau
Al-Quran itu masih terlalu jauh di depan kita.

Wassalam
Abdullah Hasan.



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke