Mbah, kalau saja Aryanti ini ketemunya bukan ke anggota DPR/MPR tapi ke produsen
sinetron telenovela semacam Raam Punjabi, saya jamin ceritanya bakalan lebih cepet
populer dan dia bakalan menuai duit lebih banyak. Karena episodenya akan langsung kita
saksikan di TV dan akan digemari oleh banyak ibu-ibu (plus PRT). Ojo nesu yo kalau
lagu Aryantimu gak laku?
------Original Message------
From: "mBah Soelojo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: August 29, 2000 10:38:50 AM GMT
Subject: Re: [Kuli Tinta] SKANDAL TINGKAT TINGGI SEKALI
Ah, Meneer...
lha wong itu berita bagus. Tidak ada ma sekali
muatan politis. semua demi kebaikan bangsa ini,
agar tahu SIAPA pemimpinnya. Gitu lho, Neer.
mau bukti.. nih analisis juragan saya, Den Ragil
nan kebingungan; berdasarkan Sang Panji, kata-
kanlah pembinaan moralitas gitu lho:
1.Skandal Pejabat:
Seorang ibu rumah tangga
membongkar perselingkuhannya
seorang pejabat penting. Ia tak
menghadapi resiko apapun.
--> benar-benar tekat baja kan Neer, kok
sampeyan bilang "yang kebangeten wedokannya"?
2. Aryanti muncul di tengah ST MPR
lalu, lewat safari mantan suaminya, M
Yannur, menemui sejumlah tokoh politik
di MPR, DPR maupun pimpinan partai
politik. Ada juga kiai yang ditemui
Yannur. Tema safari adalah mengadukan
perilaku pejabat sangat penting itu di
masa lalu, dengan Aryanti. Saat
kisah-kasih antara Aryanti dan sang
petinggi berlangsung, sekitar 1995.
---> Kejadiannya adalah 5 tahun yang lalu,
yang mustinya dapat juga mencuat kala
itu, mengingat kedudukan GD yang cukup
beken. Terutama bila ditinjau dari sang
suami yang pengusaha.
3. Aryanti dan Yannur masih terikat
perkawinan, yang membuahkan seorang
putri, kini berusia sembilan tahun.
Aryanti saat itu adalah istri kedua Yannur
yang berprofesi sebagai pengusaha.
---> Kesetiaan mantan suami yang mengagumkan,
sungguhpun itu isteri yang ke-dua. dan kini
eks-isteri itu dalam keadaan bersuami dengan
bukan Pak Pejabat.
4.Aryanti, perempuan Batak-Betawi berusia
38 tahun itu berkenalan dengan sang
petinggi lewat kawan dekat petinggi itu,
pengusaha roti bernama H. Sulaiman. "Saya
kenal dengan Haji Sulaiman saat
menunaikan ibadah haji, tahun 1995,"
---> ada tokoh kunci yang perlu diklarifikasi
dan dikonfirmasi, yi. Haji Sulaiman. Apakah
Mas Panji sudah melakukan ki Beliau?
juga pada buntut alinea ini saya baru ngeh
kalau Pak Pejabat itu doyan Sate. entah
sate apa dan berpengaruh nggak pada
penyakitnya
.
5. "Itulah awal kedekatan kami," kenang
Aryanti. ... del... "Hubungan intim pertama
kali kami lakukan di Bali, sekitar Oktober 1995
kalau saya tak salah ingat," kata Aryanti.
---> ada key-word lagi. Acara Pak Pejabat pada
Oktober 1995. Kan ada Kang Zaztrouw Ngatawi?
6. Hubungan spesial diantaranya berlanjut di
Jakarta. Pertemuan dilakukan mulai dari
hotel kelas melati, hotel bintang sampai
cottage di seputar Jakarta. Paling sering
di Hotel Harco, di kawasan Raden Saleh,
Jakarta. "Saya sayang kepada Si Cak,"
---> Ada kebiasaan orang situ, kalau memanggil
orang dari jawa dengan MAS. entah kalau
yag dari jawa timur
4. Maka, sebagai bukti, Aryanti
meminta petinggi itu untuk difoto
bersamanya. Permintaan itu dipenuhi.
Rupanya, sang tokoh pun lagi kesengsem
berat sama perempuan montok itu.
---> jadi foto yang beredar itu sesuai permintaan
suami?
dah ah.... biar nggak kepanjangan.
nyang jelas, benar apa bukan, kata seorang netter
itu adalah "fitnah kubro" untuk Pak Pejabat yang
Cak itu. Berhubung dulu-dulu sering mitnah dan
yang dipitnah nggak kuasa mengajukannya ke
meja nan hijau, takut pada pengikut dan begundal
Pak pejabat, maka sekarang dibalas dengan Pitnah
tentang Moralitas...
Aryanti,
Dikau mawar asuhan remulan,
----lupa..
Dosakah hamba, memakai dikau
sebagai balam
Ujung jarimu kucium mesran bau oli...
(hehehe...)
soeL
-----
-----------------------------------------------
FREE! The World's Best Email Address @email.com
Reserve your name now at http://www.email.com
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!