From: "Agus Satrio" <[EMAIL PROTECTED]> >Dan yang paling penting, insyaallah kita menjadi lebih sulit > untuk mendewa-dewa-kan pemimpin. Mereka itu cuma manusia biasa > yang seperti yang lain bisa saja tergelincir di tempat yang licin. Jangan-jangan ini juga bagian dari rekayasa dalam memecah kepercayaan orang-orang yang telah mengalami rekayasa. Sehingga perekayasa bisa mengetahui mana yang kena rekayasa dan mana yang tidak kena rekayasa, mana pula bagian yang setengah terekayasa. Sorry ini tulisan rekayasa dari pikiran yang sudah terkontaminasi rekayasa. ==================================================== Kalau biasa nggandul , memang bakal gampang mumet. Yang diganduli dikira manusia Sakti Mandraguna, ternyata orang biasa. Lantai pun seolah goyang.. resayaka...seyakara..yesaraka... sengsara saya.... Wassalam Abdullah Hasan. ( Dikira kyai ternyata cuma anak kyai. Lho !? ) ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
