Berita itu cuma ada di media tertentu, yang kualifikasinya pun sudah
tertentu pula. Bisa diabaikan.
On Fri, 1 Sep 2000 05:51:40 -0400 (EDT), [EMAIL PROTECTED] wrote:
> SKT:
> Mas WAM, mudah-mudahan orang intelektual semacam anda cukup cerdas dalam
menanggapi berita provokasi adu domba antar golongan/ umat semacam ini.
> Janganlah virus (yang sengaja ditebar) kebiadaban seperti di Aceh,
Maluku, Matraman, dan tempat-tempat lainnya menyebar ke daerah aman.
> Saya percaya bila kita (terlebih yang menyebut dirinya intelektual)
menghadapi segala masalah atau issue akhir-akhir ini dengan kepala dingin
dan sikap dewasa maka keadaan bangsa Indonesia akan segera membaik.
>
> Wassalam,
> SKT
>
> ------Original Message------
> From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: September 1, 2000 7:08:09 AM GMT
> Subject: [Kuli Tinta] PENGAKUAN SAKSI MATA KERUSUHAN IAIN Sekelompok
Mahasiswa Lecehkan A
>
>
> WAM:
> Satrio yang penganut sosialis, rupanya kagak baca berita yang ini ya?
> ---------------------------------------------------------------------
> 30 Agustus 2000 pendapat
> PENGAKUAN SAKSI MATA KERUSUHAN IAIN Sekelompok Mahasiswa Lecehkan Agama
di
> IAIN
>
> ( YOGYAKARTA, Bacalah ). Menurut Saksi mata yang tidak bersedia disebut
> namanya mengatakan bahwa pemberitaan tentang kerusuhan di Kampus Institut
> Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta telah diputar
balikkan
> dengan kepentingan golongan. Dalam pemberitaan media massa yang memuat
> berita FPI sebagai pemicu pertama dalam kerusuhan dengan menculik Suraji,
> Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Arena IAIN Yogyakarta itu tida benar,
> Senin (28/8/00).
>
> Lebih lanjut kepada bacalah.net saksi menceritakan, awal mula adanya
> kerusuhan di IAIN itu dikarenakan adanya Kelompok Mahasiswa Pendukung
> Demokrasi (KMPD) yang merupakan anderbow dari Partai Rakyat Demokratis
(PRD)
> melakukan pelecehan terhadap ummat Islam dengan mengacaukan bacaan sholat
> dan kekhusuan sholat orang lain. "Saat Sholat Jum'ah di masjid IAIN
> Yogyakarta, pada saat pembacaan khutbah mereka ada yang menggitar, ada
yang
> omong-omongan sendiri. Bahkan dalam pelaksanaan Sholat, mereka disaat
> menjawab bacaan Imam sholat walad dloolin, mereka sahut dengan amin,
amin,
> aminah. Dan lagi saat duduk takhiyat akhir mereka membuat gaduh dngan
> berbincang-bincang." Tuturnya.
>
> Tercium pula program KPMD dalam menanamkan ideologi sosialis, komunis
> terhadap mahasiswa baru dalam program keakraban civitas kampus, dimana
> orang-orang mereka adalah dari Forkot dan PRD. Mereka juga yang menguasai
> LPM "ARENA" sebagai penyebaran pola fikir kekiri-kirian tersebut. " Hal
ini
> terbukti dengan adanya data yang menyebutkan mereka sebagai identitas
Forkot
> dan PRD yang tergabung dalam kegiatan KPMD." Tegasnya kepada bacalah.net
>
> Kemudian dengan adanya tanda-tanda yang jelas tersebut, malam senin yang
> lalu (21/8/00) aktifis pemuda bermusyawarah untuk mengadakan pengrebegan
> terhadap pelaku penyebar pola pikir ideologi sosialis komunis. Adapun
yang
> tergabung dalam aktifis pemuda tersebut dari Grakan Pemuda Ka'bah (GPK)
> Yogyakarta, Banser, FPI dan Kelompok Mahasiswa Madura Yogyakarta. Namun
> rencana saat itu gagal dilaksanakan karena adanya sesuatu hal. "Rencana
> penggrebegan terhadap KPMD itu digagalkan, tetapi kami tetap masuk ke
arena
> kampus dengan melewati pagar. Disini kami temukan kebenaran akan
data-data
> yang dilaporkan dari beberapa teman." jelas saksi mata.
>
> Peristiwa kerusuhan itu terjadi dihari jum'at kemudian (25/8/00). Mereka
> kembali mengadakan aksi kegaduhan disaat sholat Jum'at. " disaat
pembacaan
> amin, mereka malah berucap "kok tidak diganti Gusdur" ."ucapnya kembali.
>
> Kemudian dalam kerusuhan tersebut, saksi mengaku mengamankan mereka yang
> membuat gaduh yaitu Suraji, Ketua LPM Arena IAIN, M.Ikhwan dan S.Setiyo
yang
> kemudian diadakan tindakan pengobatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Sarjito
> Yogyakarta. "Katiga orang ini kami amankan di dalam masjid. Jika hal ini
> tidak kami amankan dimasjid, maka ia akan lebih babak belur. Disamping
kami
> interogasi atas klarifikasi data yang ada." tuturnya.
>
> Selain mengamankan personil dari amukan massa secara brutal, kami juga
> sempat mengamankan CPU komputer. Ketika ditanyakan mana CPUnya sekarang,
> saksi menjawab : " sudah dikembalikan kepada Rektorat IAIN", tambahnya.
> (Ismet)
>
>
>
>
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
> -----------------------------------------------
> FREE! The World's Best Email Address @email.com
> Reserve your name now at http://www.email.com
>
>
>
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!