Dari SMOL:
SALA-Pengusaha memberikan waktu tiga bulan kepada tim ekonomi
Gus Dur untuk memulihkan perekonomian. Waktu itu terhitung sejak
dilantik menjadi anggota kabinet oleh Presiden. ''Kalangan
pengusaha intinya sangat berharap terhadap kinerja tim ekonomi
yang dikomandani Menko Rizal Ramli,'' jela Ketua Umum Pusat
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Haryadi B Sukamdani,
seusai talk show di Hotel Sahid Raya Sala, Sabtu.
------>
Adakah yang terkejut atau senyum kecut, atau
bahkan nangis sesenggukan dalam hati membaca
alinea sebuah berita utama SMOL di atas?
Sudah menjadi kebiasaan atau pendapat umum
dalam menyikapi komposisi kabinet reshuffle GD.
mulai dari yang melecehkan hingga mengharapkan.
namun ungkapan "Beri mereka kesempatan" atau
yang lebih sadis lagi "Kita lihat saya apa langkah
konkrit-nya" begitu sering kita baca di media massa,
seminar-seminar, bahkan dalam acara diskusi
panel suatu temu ilmiah yang kemarin saya "tonton"
di Hamamatsu Shizuoka-Jepang oleh Persatuan
Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, pun demikian pula
isinya. sayangnya lagi ungkapan "kita tunggu
langkah-langkah konkrit (dalam hal ini ristek dan
kebijakan IPTEK) kemetrian kali ini." itu keluar dari
salah seorang "pejabat" pemerintah di deplu, yang
saya nilai kurang berkait dengan masalah yang akan
beliau tunggu itu.
Sekarang,
kita bisa baca pendapat seorang penguasaha muda
yang menjadi "pentholan" HIPMI, memberi tenggat
3 bulan kepada kabinet (tim ekonomi) untuk memulihkan
perekonomian Indonesia...? apa maksudnya ini?
sebuah kesombongan? atau justru kebodohan yang
terpelihara rapih? perlukah (terutama saya) rakyat
awam yang sesungguhnya sebagai penderita utama
krisis ekonomi yang langsung atau tidak langsung mereka
(pengusaha) ikut andil dalam menyalakan dan memper-
besarnya bertanya dan menuntut: "Apa kontribusi HIPMI
dalam usaha lepas dari krisis ekonomi? sungguhpun itu
hanya sekedar sumbangan saran atau konsep?
terutama kepada tim ekonomi kabinet reshuffle-2000?"
atau adakah saran dan pendapat rekan-2 internaut
sekalian? sumbangan pemikiran apa yang bisa kita
berikan kepada TIM EKONOMI kabinet itu agar
dapat memenuhi tuntutan yang terhomat HIPMI?
toh korban utama krisis bukan beberapa gelintir
pengusaha (yang konon menikmati 80% GNP yang
rata-rata hanya USD 640), melainkan 80% rakyat
yang menjadi penderita nilai negatif dari GNP?
wassalam,
mbah soeloyo
-----------
(belajar jadi pengamat yang usil dan seneng bercanda...)
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
- Re: [Kuli Tinta] Sebuah Kesombongan atau...? mBah Soelojo
- Re: [Kuli Tinta] Sebuah Kesombongan atau...? ��
- Re: [Kuli Tinta] Sebuah Kesombongan atau...? mBah Soelojo
- Re: [Kuli Tinta] Sebuah Kesombongan atau...? Agus Satrio
- Re: [Kuli Tinta] Sebuah Kesombongan atau...? mBah Soelojo
- RE: [Kuli Tinta] Sebuah Kesombongan atau...? Frijnk Zillaanz
