----- Original Message -----
From: Frijnk Zillaanz <[EMAIL PROTECTED]>
Perbaikan ekonomi, selain dapat dilakukan oleh pengaturan melalui
berbagai
kebijakan ekonomi yang kondusif, sebenarnya lebih banyak
dipengaruhi oleh
bagaimana kinerja para pelakunya. Dolar naik berduyun-duyun,
ternyata
ditanggapi secara apik oleh para pelaku bisnis di sektor
pertanian. Jika
boleh berdoa keras-keras, maka mereka akan bilang, semoga Tuhan
mengijinkan
krisis moneter ini agak lamaan sedikit.

��:
Betul sekaleeeee......
Kayaknya doa itu (kalau dilakukan) secara rasional akan bakal
banyak terkabulnya ...
Jangan turun dari Rp. 7000,0 deh... kira-kira kalau doa itu mau
lebih konkrit.

Frijnk Zillaanz:
Pun demikian dengan sektor-sektor lainnya. Jika mereka ini
benar-benar
menyelenggarakan kegiatan bisnisnya berdasarkan apa yang berlaku
di pasar,
maka pasti mereka segera akan tahu, hal-hal apa yang mereka
perlukan untuk
mendorong layar lebih kencang melaju, serta hambatan-hambatan apa
sajakah
yang membuatnya termehek-mehek.

��:
Kalau tidak bisa mempengaruhi pasar ya ikuti saja......

Frijnk Zillaanz:
Yang muncul justru teriakan-teriakan yang terlalu dangkal, dan
sangat umum.
Mestinya, masing-masing pelaku bisnis segera membuat penelitian,
mengenai
hal-hal apa sajakah yang mereka perlukan, dan apa yang menurut
mereka perlu
dikurangi atau ditiadakan, per masing-masing tipikal bisnis yang
mereka
jalani. Kalau perlu, sebut peraturan pemerintah yang mana, nomor
dan perihal
apa, lalu blejeti apa-apa yang salah. Kalau perlu sekalian sama
edaran dari
pemda, atau aparat setempat, dan tindakan-tindakan mereka yang tak
patut.
Sebut saja.

��:
Sekarang kan jaman buka-bukaan....

Frijnk Zillaanz:
Ekonomi yang tak jalan akhirnya lebih banyak tergantung kemauan
para pelaku
ekonomi itu sendiri. Pemerintah, siapa pun, hanya berfungsi
menyediakan
fasilitas saja. Kalau pun dirasa menghambat, maka segera serbu
dengan
keberatan-keberatan. Contohnya mengenai Keppres soal pengaturan
IT,
multimedia, dan Internet. Sebaik aturan itu dirasa tak betul, maka
e-mail
sang dirjen pun segera penuh dengan keberatan. Cuma berlangsung
beberapa
bulan saja, maka Keppres itu batal sudah.

��:
Jadi, Pak Mashuri kan tidak perlu melanjutkan diskusinya.

Frijnk Zillaanz:
Mestinya kita semua fair, untuk tak cuma menuntut jatah enaknya
saja, tetapi
juga harus punya kepedulian dengan hal-hal yang menuntut kerja
ekstra keras.
Jangan cuma keluar dalam bentuk statemen yang nyaris tak ada
manfaatnya sama
sekali seperti itu. Jika selama ini kelompok pengusaha yang lebih
merasakan
madu dari bergulirnya ekonomi, mestinya mereka juga harus turun
dengan
tindakan-tindakan nyata, membantu pemerintah. "Tiga bulan lagi
harus beres',
katanya. Lha kalau tidak ? tentu bagi mereka tak akan apa-apa,
wong duit
mereka juga berlipat-lipat, kok. Kipas-kipas.

��:
Ya ngak bisa kipas-kipas dhong...  Bereskan dulu sisa-sia masa
lalu yang bejat untuk bertobat... Masak sih bisa makan dengan enak
.......




->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke