----- Original Message -----
From: reijkman karrountel <[EMAIL PROTECTED]>
disetip.
Konflik muncul, ketika ada kepentingan yang sama, namun beda
penafsiran,
yang diikuti dengan upaya untuk mempertarungkan tafsir yang
notabene berbeda
tersebut, untuk diterapkan pada kepentingan yang kebetulan berbada
dalam
penafsiran.
��:
Jadi, di milis ini tidak ada konflik kan? Mengapa? Karena kita
tidak memiliki kepentingan yang sama. Yang kita adu kan data,
pengetahuan, dan nalar. Nah, kalau Poros Tengah yang asal bukan
Mega pada saat itu jelas konflik dengan PDIP karena PDIP
mengehendaki MW menjadi Presiden sedang Porteng tidak menghendaki.
Bukankah begitu meneer Kruntel.
reijkman karrountel:
Dalam soal foto yang heboh soal GD, maka pengembangan diskusi
telah beralih
dari soal kemungkinan adanya interes politis, menjadi pembicaraan
yang
teknis, lebih-lebih dengan forward yang dilakukan sams mengenai
pendapat
roy, yang kemudian terlibat makin dalam teknisnya, tatkala Mashuri
tampil,
dengan teori-teori teknis yang juga tak kalah lihai.
��:
Kayaknya belum ada kelanjutannya ya, artinya duplex nya nggak
jalan karena repeater nya (Sams) lagi cut off.
reijkman karrountel:
Mbah yang 'cuma' Doktor Anggur, jelas merasa tak memiliki
kompetensi
mengenai teknik fotografi tadi. Jika ia lebih suka untuk
menghindar, maka
itu bukan berarti penghindaran terhadap konflik. Lha ndak punya
kebisaan
babar blas soal-soal teknis, ikutan nyebur, tiwas dikamplengin
kiri-kanan
nantinya. Itu ya sebuah sikap ilmiah biasa. Coba ajak dia bicara
soal
anggur, asal jangan cap Bapak jenggot, pasti dijamin nyerocos.
��:
Tetapi mBah Soel menangkap proses berpikir yang sedang berkembang
di kedua pihak.
Tabik meneer...
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!