* UNI EROPA AKAN MENGIRIM MISI KE MALUKU

Kalau kemarin, Indonesia menolak kedatangan missi Dewan Keamanan PBB
ke Kupang dan Atambua di Timor Barat, maka dari New York diberitakan
bahwa Indonesia justru menerima kedatangan missi Uni Eropa ke Maluku.
Tetapi apa tujuan missi Uni Eropa ke Maluku itu? Ulasan redaksi di
Hilversum:

Negeri Belanda kini tengah menyiapkan pembentukan sebuah missi Uni
Eropa yang akan dikirim ke Maluku. Bukan hanya Belanda yang harus
duduk dalam misi itu, walaupun beberapa waktu belakangan Belanda giat
mencari perhatian untuk Maluku, dan yang dikehendaki adalah
pengiriman sebuah misi dalam kaitan dengan Uni Eropa dan mungkin
ditambah dengan Amerika Serikat. Yang terakhir ini belum ditentukan.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Belanda Jozias van Aarsten sudah
berbicara dengan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, yang menyatakan
bahwa Indonesia positif menanggapi gagasan ini. Pengiriman misi ke
Maluku adalah mengirim mata dan telinga dari luar untuk mencatat
keadaan di Maluku. Lalu apa tujuan misi itu ke Maluku.

Jozias van Aartsen: Ze kunnen controleren, laat ik het zo zeggen,
datgenen wat de indonesische regering ons meldt, dat er de laatste
periode naast toch afschwulijke incidenten die er ook plaats vinden
toch spraken is van relatieve rust op de Molukken.

Terjemahan: Untuk bisa mengawasi apa yang disampaikan oleh pemerintah
Indonesia. Beberapa waktu terakhir ini, walaupun ada beberapa insiden
yang cukup parah, suasana Maluku bisa dikatakan relatif aman. Kami
juga akan melihat berapa lama keamanan itu bisa dipertahankan. Oleh
karena itu pengamatan semacam ini harus dilakukan bukan hanya oleh
Belanda sebagai salah satu anggota Uni Eropa. Belanda sudah punya
orang di sana yang memberi infomasi mengenai perkembangan Maluku,
tapi sekarang situasi di sana harus diamati oleh sebuah misi yang
juga melibatkan negara-negara anggota Uni Eropa lain.

Mencengangkan berita misi Uni Eropa untuk Maluku, karena pada saat
kurang lebih bersamaan Indonesia menolak permintaan Dewan Keamanan
PBB untuk menerima misi mereka ke Timor Barat. Mungkin Indonesia juga
akan mengajukan macam-macam persayaratan pada misi dari Uni Eropa
itu, lalu apa yang bisa diperbuat oleh misi itu?

Jozias van Aartsen: Nou, over de EU Missie ben ik vrij optimistisch.
Omdat dat is een rechstreeks gevolg ook van het gesprek wat ik met
mijn collega Shihab enige tijd geleden in Den Haag heb gehad. De
Indonesiers zijn ook positief over deze missie.

Terjemahan: Mengenai misi Uni Eropa, saya positif, karena ini adalah
kelanjutan pembicaraan saya dengan rekan Alwi Shihab beberapa waktu
lalu di Den Haag. Pemerintah Indonesia bersikap positif menerima misi
ini. Sedang mengenai permintaan Dewan Keamanan PBB agar diperbolehkan
mengirim misi ke Maluku, itu belum jelas betul. Menlu Shihab masih
akan mempelajari lebih lanjut tujuan misi itu, walaupun sampai
sekarang sudah ada keputusan dari pemerintah Indonesia. Dan menurut
saya beberapa hari lagi kita akan mengetahui keputusan definitif
pemerintah Indonesia terhadap misi ini.

Warga Maluku di Belanda berulang kali meminta perhatian pemerintah
Belanda agar masalah Maluku menjadi perhatian dunia internasional.
Atas nama pemerintah Belanda, dalam pidatonya di depan  PBB,  Perdana
Menteri Wim Kok minta perhatian dunia internasional bagi keadaan yang
memprihatinkan di Maluku. Pemuda Maluku yang tergabung dalam Vrije
Molukse Jongeren,  Pemuda Maluku Merdeka, menilai seruan Perdana
Menteri Kok itu sebagai basa basi belaka. Mereka bahkan mengancam
akan melakukan makar karena Belanda kurang berusaha mencari perhatian
internasional bagi Maluku. Namun ini ditentang oleh Menteri Luar
Negeri Jozias van Aartsen yang dalam berbagai fora selalu meminta
perhatian bagi masalah kekerasan di Maluku.

Kemarin di depan Parlemen, Perdana Menteri Wim Kok menyatakan bahwa
kabinet Belanda akan mengadakan dialog dengan masyarakat Maluku di
Belanda. Dan masyarakat Maluku Belanda menyambut baik keputusan
mengirim misi Uni Eropa ke Maluku.

Sementara itu, Abdurrazak, Koordinator Pimpinan Laskar Pembela Islam
Provinsi Maluku menyatakan dengan tegas menolak intvensi asing dalam
bentuk apa pun. Menurut Abdurrazak, penyelesaian konflik Maluku
sederhana saja. Basudara Kristen yang melancarkan serangan pada
Idulfitri sekitar dua tahun lalu itu, harus minta maaf, dan
masing-masing jangan gengsi untuk saling memaafkan. Kalau
masing-masing tidak bersedia saling memaafkan, jangankan intervensi
PBB, intervensi Tuhan pun tidak akan menyelesaikan konflik di Maluku.

Abdurrazak: Kami koordinator Pimpinan Laskar Pembela Islam Maluku
menyatakan dengan tegas bahwa kami tidak akan menerima segala bentuk
intervensi asing ke Maluku yang berupa apa saja, karena kami masih
mengharapkan pemerintah Indonesia akan menyelesaikan masalah kami di
Maluku.

Permasalahan di antara kedua pihak ini adalah sengketa di antara
orang basudara, yang sebenarnya terselesaikan bilamana salah satu
pihak sudah benar-benar dan jujur secara konsekuen mau menyatakan
bahwa kamilah yang keliru dan karena pada 1 Syahwal itu kami
mengadakan penyerangan dan pembantaian, ditunggangi atau terpengaruh
oleh oknum dari mana saja..

Kalau umpamanya basudara dari kristen yang memang mengaku
kesalahannya bahwa dia salah dan keliru dan minta maaf, maka pihak
islam akan memberikan maaf itu. Sangat sederhana sekali sebenarnya.
Tapi kalau masing-masing, istilahnya gengsi mau mempertahankan bahwa
masing-masing itu tidak bersalah, yah sampai kapan kita ini, walaupun
jangan-kan dari PBB mau turun tangan, Tuhan turun pun belum tentu
bisa menyelesaikan itu.

Kami umat islam sangat berjunjung tinggi kepada basudara kristen,
hari Natal dan tahun baru, kami tidak pernah ganggu, kami selalu
menghargai, karena mereka saudara kami sendiri, potong di kuku rasa
di daging (artinya: suka duka tetap kita bersaudara ---Red)  tapi
kami heran kok bisa sampai hati basudara kristen menyerang dan
membantai pada hari besar muslim di Maluku. Yah, yang sudah lalu,
lalu-lah. Marilah kita mencari jalan keluar dan basudara dong minta
maaf mengaku salah karena sudah keliru, yang sudah tetap
berlalu,lalu-lah. Tapi soal intervensi asing ke Maluku, kami Pembela
Islam Maluku, tetap menolak dengan tegas.

Radio Nederland [RN]: Tapi kalau penyelesaiannya bersama-sama
pemerintah Indonesia?

Abdurrazak: Kami berharap pemerintah Indonesia agar mampu selesaikan
masalah ini. Karena kami sudah dipanggil juga sama presiden untuk
mencari solusi terbaik. Kami harap dengan adanya keadaaan aman
terkendali di Maluku saat ini, mudah-mudahan berlanjut aman terus,
paling menyadari bahwa sudah terlalu banyak korban jatuh, kami yang
sengaja diadu oleh manusia-manusia tidak bertanggungjawab.

RN: Pihak mana yang mula-mula mengacaukan itu?

Aburrazak: Kami tidak bisa menuduh ya... Dosa ya kalau kami tidak
tahu persis, baru kami menuduh ya. Cuma kalau dari basudara kristen
kan sudah tahu siapa yang mengadu mereka. Apakah ini permainan
politik konspirasi darimana sehingga terjadi hal-hal demikian di
Maluku.

RN: Jadi Bapak yakin bahwa dulu itu memang disulut oleh oknum-oknum
tertentu?

Aburrazak: Itu sudah jelas ada penyulutan. Karena kami hidup sekian
ratus tahun kan tidak pernah terjadi hal-hal yang sedemikian. Kalau
toh basudara kristen mau mengatakan bahwa kita dorang sudah keliru
karena kita dorang ditunggangi atau dipengaruhi oknum-oknum ini, dan
kalian buktikan dalang-dalang siapa itu yang sengaja ini
permasalahan, supaya akan diseret ke pengadilan.

RN: Tapi ini sebenarnya bukan intervensi hanya orang-orang pengamat
dari Uni Eropa berdasarkan ijin pemerintah Indonesia dan kerjasama
dengan pemerintah Indonesia?

Abdurrazak: Nah itu kami belum bisa akan menerima hal itu ya.

Demikian Abdurrazak, salah seorang anggota komunitas Islam di Ambon.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke