----- Original Message ----- From: mBin <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, September 26, 2000 1:41 PM Subject: [Kuli Tinta] Tentang ANAND KRISHNA Dalam Sorotan Media Islami > > mungkin para anggota milis ini pernah mendapatkan forward-an > mengenai ditariknya buku-buku anand-khrisna dari peredaran oleh gramedia.... > > postingan ini saya ambil dari milis spiritual, > saya kutipkan di milis ini karena ada kaitannya dengan jurnalisme atawa > kaidah jurnalistik... > yang tentunya sesuai dengan nama milis ini -- kuli tinta --- > > pigimana milisi ? > > mBin > ----- > > --awal kutipan ------------------- > > Tampaknya persoalan tidak berakhir sampai disitu. Redaksi Harian Republika > didatangi oleh beberapa orang yang menuntut agar Redaksi memuat beberapa > tulisan yang tidak sependapat dengan Bapak Anand Krishna. Akhirnya muncullah > pemberitaan pada tanggal 1 September 2000. Sekian halaman penuh. Isinya > seratus persen bertentangan dengan apa yang dimaksudkan oleh Bapak Anand > Krishna dalam buku-buku karangannya. Tulisan tersebut sama sekali tidak > memenuhi etika jurnalistik, bahgkan boleh dibilang "slandering". Tak berapa > lama kemudian, tulisan yang sama diambil alih oleh Media Dakwah. Kemudian > terakhir muncul sebuah tulisan pada Jurnal Islam yang isinya sama sekali > diluar konteks yang pada dasarnya mengandung sifat provokasi antara umat > Kristiani dengan Islam. Dengan memuat gambar Bapak Jakoeb Utama (Pimpinan - > Kelompok Kompas Gramedia) yang menyandang gambar Bapak Anand Krishna, > pemberitaan ini mulai mengaitkan Kompas/Gramedia. Tampaknya Pimpinan > Kompas/Gramedia tidak mau terkena resiko lebih panjang, maka keluar > pemberitaan seperti yang kita semua baca pada harian Kompas terbitan tgl. 12 > September, 2000. Tentu saja berita tersebut tidak menguntungkan kita. > ------------------------------ > apakah para pengamat jurnalistik tidak ada yang mempermasalahkan apa yang > terjadi dengan Redaksi Republika yang memuat berita karena tekanan orang > luar? > Saya yakin banyak yg memprihatinkan sikap media2 seperti di atas. Tetapi, siapa yg berani berbicara/menulis komentarnya? Kalau pun berani, siapa yg bernai menerbitkan/mengedarkannya? Jadi, tidak ada yg namanya kebebsan berpendapat di sini. > -- akhir kutipan --- > ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
