-----Original Message-----
From: Linda Christanty [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 04 Oktober 2000 0:09
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [Kuli Tinta] Mbah Dur kecele.


Untuk Menjawab tulisan anda ini gampang, kemarin 
Budiman Sudjadmiko diwawancarai oleh SCTV mengenai
penghentian pengadilan Suharto.
Budiman "kurang setuju dengan cara "Mahasiswa" yang 
menghendaki pengadilan rakyat terhadap Suharto.

Semua cara harus digunakan dalam melawan sisa orba, 
bukan hanya demonstrasi, tulisan dan seminar bisa
digunakan dalam mengungkap kebekuan pengadilan 
tersebut. 
"Kalau perlu bersama-sama dengan orang yang mendukung orba".
Menjawab pertanyaan wartawan SCTV.
Tetapi ia sangsi apa pendukung ORBA akan mau duduk bersama
berdebat tanpa adu otot, ia sangsi, terbukti belum pernah ada
seminar yang melibatkan kedua kelompok itu? Dan berbesar
hati menerima kekalahan.

Nah ini pekerjaan buat bung Wisnu biar ngak ngomong aja,
coba saja anda jadi panitia pelaksanannya pasti seru
dan ok punya, ha..ha..ha..

NB: Saya sangsi adanya pendukung orba yang berani nonggol 
    tanpa mengandalkan kekerasan? dan berdebat secara 
    ilmiah tentang pengadilan Suharto.
    Dan saya akan acungkan jempol bila acara ini ada dan
    berjalan dengan damai, tanpa kekerasan, pasti seru.
    Nah, ini tantangan buat anda bung.

M. Mashuri Alif



-----Original Message-----
From: Wisnu Ali Martono [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 03 Oktober 2000 15:06
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Kuli Tinta] Mbah Dur kecele.


Tidak lama setelah mbah Dur teriak-teriak nyuruh polisi nangkep Tommy dan
Habib Ali, lha kok polisi nangkepin orang-orang (Aceh) yang didakwa
sebagai pemasang bom di BEJ.  

Kampret bener ya tu polisi ;). Kok nggak mikir-mikir mau bikin malu mbah
Dur. Lha mbok ya Tommy ditangkep sebentar, biar simbahnya seneng. Perkara
ndak ada bukti, ndak masalahlah. Wong simbahnya ini toh udah biasa asal
bunyi nggak pake bukti. 

Apalagi tuh si rambut kuncir yang (kali) pengin jadi menteri, Arbi Sanit.
Apa nggak malu ya, ngotot ngebelain simbahnya Dur, dengan bilang bahwa
pemasang bom itu antek Orba. Yang jelas, di milis ini, kok terus diem
cep-klakep begitu tidak terbukti bahwa si Tommy pemasang bom BEJ. Kok
nggak ada yang misuh-misuhi para _tersangka_ pemasang bom? Apa karena
bukan Tommy? Hipokrit benar. 

Buat saya sih sama saja. Tommy atau bukan, pemasang bom BEJ memang
keparat.







->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke