On Wed, 11 Oct 2000, M.Mashuri Alif wrote:
> Begini saja bung saya sudah mengenal anda cukup lama sejak di millis
> Indonesia-L dahulu.
WAM:
Bagus.
Dan anda tahu bukan, saya bukan orang yang gemar membebek dengan pandangan
banyak orang? Saya bangga dengan pendapat saya sendiri.
> Saya inggin bertanya, untuk memposisikan sikap kita;
WAM:
Sikap kita? Bukannya sikap anda sendiri?
> apakah ada merasa bahwa orde baru itu membawa bangsa ini
> kepada kemajuan atau kehancuran.
WAM:
Pada awalnya, jelas kemajuan. Siapapun tidak dapat membantah itu.
Kehancuran? Apakah kehancuran ini monopoli perbuatan Orba, atau ada juga
yang ikut andil?
> Kalau ada kebaikannya tolongdong ditunjukan, agar kita bisa
> besama-sama adil dalam menyikapi kasus Suharto ini.
WAM:
Apa manfaatnya?
Bukankah masing-masing orang (dalam hal ini, anda) sudah punya pandangan
sendiri, yang nggak bakalan bisa dirubah? Buat apa saya repot2.
> Kalau tekanan publik itu salah ya mari kitabuktikan bersama
> tetapi kalau benar dan anda pendukungnya pun ya monggo
> kita kan hidup di era demokrasikan - kan.
WAM:
Saya pendukung Suharto? Dengan dasar apa anda mengatakan demikian?
Bahkan, walaupun tidak ada masalahnya menjadi pendukung Suharto, saya sama
sekali tidak merasa mendukung orang ini. Saya dukung konsistensi.
Look, jika sekarang kebanyakan orang mengutuk kebejatan jaman pemerintahan
Suharto, ambil contoh peradilan AM Fatwa, terus ngapain kebejatan ini mau
diulangi? Secara moral, apakah anda melihat ini benar?
Kasarnya, buat apa anda (misalnya) mengecam korupsi kalau anda sendiri
melakukannya? Nggak benar bukan?
Sama dengan pendirian saya. Kalau kita menganggap apa yang dikerjakan pada
jaman Suharto itu nggak benar, ya jangan diulangi. Kalau pendapat saya
yang begini anda simpulkan saya pendukung Suharto, so be it. Tolong
masukkan juga Adnan Buyung Nasution, dan seorang lagi (saya lupa namanya)
yang juga berasal dari Tapanuli, sebagai pendukung Suharto. Dengan
demikian, saya bisa berteriak dengan lantang: kalian yang mengaku
reformis tidak lebih dari kecoa busuk munafik. Memaki Suharto, tapi
kelakuan kalian sama busuknya.
> Dalam politik itu kemenaran dan kejujuran itu tipis yang ada hanya
> keterpihakan bukan begitu bung. ha..ha..ha..
WAM:
Anda berfihak pada kemunafikan, that is.
Anda maki Suharto, tapi anda ulangi kelakuan Suharto. Maling teriak
maling. Tidak tahu malu dan tidak punya moral.
# FREE DOMAIN [.COM|.NET|.ORG *] >> http://www.indoglobal.com #
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!