* KENAPA AMIEN RAIS TERUS MENERUS MENGHIMBAU SUPAYA GUS DUR MUNDUR? Dua belas ormas Islam kemarin mengeluarkan himbauan bersama kepada elit politik dan massanya. Elit politik diminta tidak egois karena bisa memancing pertentangan di kalangan umat, sementara umat diminta agar tidak mudah terpancing. Lebih lanjut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Himbauan bersama itu merupakan hasil kesepakatan ormas-ormas Islam yang mengadakan pertemuan di kantor MUI Pusat hari ini. Ormas-ormas itu di antaranya adalah Muhammadiyah, NU, Perti, Al-Irsyad, PTDI dan Al Wasliyah. Isi pertemuan berkenaan dengan perkembangan kondisi umat terakhir yang menurut mereka telah terpolarisasi oleh kepentingan elit politiknya. Mereka juga mengeluarkan himbauan kepada tokoh-tokoh umat Islam, terutama kepemimpinan nasional, agar tidak bersikap egois. Karena menurut mereka pernyataan-pernyataan mereka telah memancing kondisi tidak sehat, misalnya pertentangan bahkan permusuhan di kalangan umat lapisan bawah. Masih dalam rangka itu, ormas-ormas itu minta kepada umat Islam agar tidak terjebak dengan pertentangan-pertentangan elit politik itu. "Pada akhirnya bila umat Islam berbenturan, maka umat Islam sendirilah yang rugi dan musuh Islam akan mentertawakannya," tegas pernyataan itu. Pada saat seruan dikeluarkan Rabu kemarin, diperoleh berita bahwa salah satu elit politik Islam tersebut berada di Bengkulu. Amien Rais diberitakan sempat didaulat mahasiswa untuk mengunjungi rekan-rekan mereka yang sudah tiga minggu menduduki gedung DPRD Propinsi Bengkulu. Amien baru saja bertemu dan berdialog dengan tokoh masyarakat, birokrat, LSM, dan partai politik di Bengkulu. Amien datang ke Bengkulu dalam rangkaian kunjungan safari di delapan propinsi dan 49 kabupaten di Indonesia. Di hadapan mahasiswa Bengkulu, Amien lagi-lagi mengatakan dalam mengambil sikap, seseorang memiliki banyak pilihan. Ada yang jelas salah tapi masih nekat bertahan, ada yang bersalah, kemudian ditekan dulu baru mundur, ada juga yang mundur dengan kesadaran diri sendiri. Ucapan Amien Rais ini sudah jelas ditujukan kepada Gus Dur. Amien dalam kunjungannya ke Bengkulu ditemani anggota MPR Dr. Marwah Daud Ibrahim. Safari Amien dan Marwah Daud di Sumatera ini menurut kalangan analis diperkirakan sebagai upaya untuk menggalang kekuatan di luar Jawa. Sekaligus Amien ingin menunjukkan bahwa massa NU pendukung Gus Dur itu hanya ada di Pulau Jawa. Tetapi luar Jawa khususnya di Sumatera dan Sulawesi, Muhamadiyah lah yang menguasai lapangannya. Sementara Amien keliling Sumatera, di Jawa Timur kemarin ratusan santri dari NU dan Muhammadiyah Pasuruan, melakukan unjukrasa di Gedung DPRD Jatim. Kepada pihak DPRD, mereka menyampaikan tuntutan agar Amien Rais dan Akbar Tandjung mundur. Keduanya dituntut mundur, karena dianggap menjadi biang masalah. Menurut ketua rombongan santri NU dan Muhammadiyah, Najib Imron, yang juga Ketua Pengurus Cabang Pasuruan, sebenarnya di antara para santri NU dan Muhammadiyah di Pasuruan tidak ada konflik. "Para elit politiklah yang menimbulkan konflik, sehinga merembet ke bawah. Seandainya Amien Rais dan Akbar Tandjung tidak mau mundur," ujar Najib, "mereka akan menghadapi pengadilan rakyat." Sementara Abdul Nasir, Sekretaris II Muhammadiyah Pasuruan mengakui tidak ada konflik antara anggota NU dan Muhammadiyah. Dan ia juga minta agar Akbar dan Amien mundur saja, sehingga keadaan bisa lebih tenang atau Amien Rais harus segera merubah sikap. Dalam aksi para santri dari NU dan Muhammadiyah ini juga disertai pembakaran empat keranda yang disimbolkan sebagai mayat-mayat Amien Rais, Akbar Tandjung, Fuad Bawazier dan Jimly Assidiqie. Keranda itu dibakar di Jalan Indrapura, tepat di depan gedung DPRD Jatim. Seorang anggota NU mengemukakan kecurigaannya kepada wartawan bahwa Amien Rais sesungguhnya menyadari sepenuhnya, bahwa saat inilah kesempatan yang tepat baginya untuk menjadi Presiden. Sebab pada Pemilu berikutmya, 2004, sulit baginya untuk menjadi Ketua MPR, mengingat penampilan partainya, PAN, pada pemilu yang lalu kurang menggembirakan. Demikian pula halnya apabila Amien pada pemilu yang akan datang tetap berambisi untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia. Karena jelas Megawati, Akbar Tandjung dan Hamzah Haz akan terjun dalam bursa pemilihan presiden nanti. Jika ia sekarang mampu membangun front untuk menjatuhkan Gus Dur, maka secara konstitusional Megawati akan menggantikan Gus Dur. Seorang tokoh muda NU di Pasuruan yang berasal dari Madura, menambahkan, "Setelah Gus Dur dijatuhkan, maka Amien akan menjatuhkan Megawati." Sebagai Ketua MPR Amien dengan mudah bisa mengendalikan sidang-sidang di MPR. Apakah itu sidang tahunan ataupun Sidang Istimewa di tahun 2001. Elit Politik Islam yang paling berkuasa saat ini, Gus Dur, menurut kalangan lain di Jakarta, sikap Gus Dur yang akan terus bertahan hingga 2004 nanti, bertujuan untuk menghimpun dana dan membesarkan partainya, PKB. Bukankah partai NU pada pemilu 1955 yang betul-betul demokratis sempat menjadi salah satu dari empat partai besar di Indonesia? Bedanya dengan sekarang, setelah pemilu 1955, NU tidak pernah menduduki kursi Perdana Menteri. Maka setelah 44 tahun kemudian bisa mendapat kursi Presiden sudah tentu keluarga besar NU yang ada di PKB dan luar PKB akan mempertahankan mati-matian kursi prestisiusnya. Wajarlah bila Amien Rais yang juga punya tugas untuk membesarkan partainya sangat kecewa, karena tidak berkesempatan untuk menggalang dana bagi usaha membesarkan partainya. Bukankah posisi menteri keuangan yang semula merupakan jatah Amien Rais, sudah ditelikung Gus Dur. Demikianlah latar belakang perseteruan dua elite politik yang hari-hari belakangan ini menjadi buah bibir di kalangan umat Islam dan juga masyarakat. --------------------------------------------------------------------- Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
