--- "M. Mashuri Alif" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Karena politik kita dewasa ini melupakan hal-hal
> yang lebih substansial. Penekanan selalu dititik
> beratkan pada demagogi dan propaganda
> layaknya iklan yang dilahap mentah-mentah
> oleh media massa yang memang makanannya.

Saya pikir politisi yang disebut 'kanak-kanak' itu tidak akan 'hiperaktif' bila pers 
mampu
'mengunyah' makanan dengan baik dan tidak main telan mentah saja. Terlepas dari sikap 
politisi
yang 'norak, hiperaktif, dan clemang-clemong' tersebut, yang saya lihat justru pers 
yang selama
ini terjebak hanya mengejar keuntungan bisnis semata. Tidak ada filter atau 'kunyahan' 
memadai
dari pers. Apakah itu tai kerbo atau sampah, bila itu keluar dari para politisi, pers 
langsung
saja memuat jadi headline, halaman depan. Kupikir pers kita (tidak semua tentunya) 
sudah mulai
kehilangan sifat mendidiknya, opini yang membangun tidak terbentuk, yang banyak isinya 
cuma
propaganda, provokasi, rumor ataupun isu. Hilangnya sifat itu, juga berperanan besar 
bila nanti
sampai terjadi gesekan hebat di bawah, disini pers harus ikut memikul tanggung jawab 
secara moral.

Gimana nih, pak Mashuri yang redaktur pelaksana ?

agusss

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Thousands of Stores.  Millions of Products.  All in one Place.
http://shopping.yahoo.com/

>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke