Dalam sebuah acara yang diadakan di News Cafe membicarakan seputar pers yang
berkembang belakangan ini.
Para pembicara adalah;
1. Pemred Republika
2. Pemred Antara
3. Juru bicara Gusdur
4. moderator Tempo.
Kesimpulan sepintas yang saya dengar dari perdebatan diatas terkesan sebagai
berikut;
1. republika mati-matian berusaha membuat berita,
isu, besar maupun kecil atau kecil yang dibesar
besarkan berupaya untuk lebih banyak
memberikan porsi berita untuk terus
menyudutkan pemerintahan Gusdur.
2. Kubu juru bicara gusdur akhirnya terbaca juga,
bahwa ia tidak bisa netral dan akan menjadi
juru bicara yang baik untuk Gusdur. Dengan
alasan lebih baik muncul beberapa media yang
isinya saling bertolak belakang.
3. Tetapi anehnya ketika sampai pada bagian
ANTARA. Kedua kubu ini, mengatakan
asumsinya sendiri-sendiri yang menurut saya
sama saja. Dengarkan baik-baik. Tetapi
sebelum mendengarkan dua
pembicara diatas layaknya kita dengarkan
pendapat. Tokoh baru ANTARA ini. Ia berkata
bahwa ANTARA punya
beban historis, budaya dan pendidikan. Maka
ANTARA harus bersifat netral (coverbothside).
Dengarkan bantahan
tokoh Republika: Tidak berpihak merupakan juga sikap politik dan otomatis
mendukung pemerintah yang berkuasa.
Yang lebih parah lagi dilontarkan dari pembicara gusdur.
Dikatakan berita yang tidak berpihak itu sama dengan negara Komunis. Waduh,
kasihan benar Pemred kita yang satu ini.
Tetapi kalau boleh saya membuat sedikit catatan dari acara tersebut diatas;
1. Saya sepakat dengan beberapa pihak bahwa sebenarnya pers kita sudah
berubah menjadi pers pasar (mendukung pasar). Siapapun yang akan membayarnya
lebih mahal atau tidak dapat membayar tetapi bersifat populis dan laku dalam
pasar/diminati market rakyat kecil pada umumnya. Siapapun berita tersebut
akan dimuatnya, dengan pembenaran demokratisasi dan teknisnya mungkin yang
disebut dengan istilah berita berimbang (seluruh pihak yang bersiteru
dilibatkan) untuk kriteria ini aku memegang Kompas dan Tempo.
2. Diperingkat kedua pers kita
Pers yang benar-benar menjadi oposisi atau partisan. Aku memegang republika,
Demokratnya PDIP. Dan media partisannya PAN aku lupa namanya.
3. Untuk yang netral harus dijelakan dulu fungsinya. Sebaiknya harus dirubah
dengan sebutan keberpihakan dan lebih pada hal-hal yang bersifat kebangsaan.
Dan benar-benar menjadi fungsi pendidikan. Saat ini mungkin ANTARA harus
berani mengatakan sejarah tentang berdirinya ANTARA yang memang salah
satunya di pelopori oleh orang-orang Komunis/sosialis. Dan perannya pada
keberpihakannya pada rakyat dan kemerdekaan.
Jadi mas Agus, sebuah cita-cita luhur anda sebenarnya untuk mengharapkan
media yang tidak terinterfensi pasar. Lihat saja TEMPO sudah melepar
sahamnya kepasar artinya ya pasar kemudian secara alamiah bermain. Karena
jika tidak kita malah dituduh Komunis, ha..ha..ha..
Dan satu sebagai catatan saja jatuhnya Uni Soviet juga salah satunya karena
peran media masa Global, yang di kuasai Amerika. Hal ini seperti yang di
kemukakan oleh
tokoh-tokoh sosial demokrat eropa.
Sebagai bocoran saja, jika diamati dari kalkulasi
strategi diatas sebenarnya Gusdur sangat lemah
karena yang diharapkan ANTARA sendiri tidak mau untuk didikte gusdur. Begitu
juga dengan Tempo dan Kompas tidak begitu saja mau untuk menjadi jubir dari
Gusdur. Tetapi dengan strategi dimana hujatan terhadap gusdur makin besar
(media lebih suka memberitakan masalah elit dari pada berita kemiskinan dan
pembangunan yang menurutnya lebih menjual) Dukungan rakyat makin besar, lalu
dilakukanlah strategi uji cobanya dijakarta dan Surabaya. Hal ini dilakukan
agar isu yang lebih besar Suharto dan Tommy serta kroninya bisa hilang
ditelan bumi.
M. Mashuri Alif
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!