Kalau ilmu ekonomi yang dimaksud adalah tumpukan konsep, text book dan
sebagainya ya sudah lama saya berusaha melupakannya, supaya nggak semakin
botak. Tetapi kalau esensinya dianggap sebagai sebuah faset dalam
meningkatkan kualitas kehidupan (integrated dengan faset faset lainnya) ya
jangan pernah dilupakan. Ungkapan "lupakan ilmu ekonomi" adalah ungkapan
frustrasi dan kurang bernalar, karena yang kita perlukan justru sebaliknya:
pahami sebanyak mungkin ilmu termasuk ilmu ekonomi. Ilmu hanyalah tool kit,
untuk memecahkan masalah dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan.
Pandai pandai kitalah dalam memilih tool yang mana untuk mengatasi masalah
yang dihadapi. Untuk mendefinisi masalah saja kita butuh lebih dari sekedar
ilmu, apalagi merumuskan solusinya. Lha kalau ilmu yang sudah dipelajari
dilupakan begitu saja, apa lagi yang dapat dilakukan?

Pengunduran diri para Deputi BI sudah tepat. Ini adalah langkah untuk
memberi kesempatan kepada pembuat keputusan dan penyusun peraturan untuk
melakukan reformasi di BI (kalau memang mampu!). Kelembagaan, system dan
personalia BI sepertinya sangat mendesak diperbaiki. Cara gampangnya
mengambil salah satu model Bank Sentral yang dipandang bagus, lalu diedit
sesuai kebutuhan. Karena itu ide amandemen PP 23/99 tentang BI juga bagus.
Dari sini langkah dimulai, dengan pola pikir yang waras. Pertahankan
independensi, rumuskan kewajiban yang jelas, tetapkan penilaian kinerja
sampai kita yakin bahwa mesin Bank Sentral itu memang akan berjalan sesuai
maksud semula, baru susun personalianya dengan pola pikir yang wajar. Siapa
yang boleh ada disana? Yang terbaik!

salam,
yap

Success is neither magical nor mysterious.
Success is the natural consequence of consistently applying basic
fundamentals.

----- Original Message -----
From: M. Mashuri Alif <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, 21 November 2000 4:38 WIB
Subject: [Kuli Tinta] Re: Lupakan Ilmu Ekonomi belajar dari pengantian
deputi BI.


> Benar yang anda katakan, tetapi perlu di ingat ekonomi harus mengikat
> Variabel ilmu yang lain dan demokratisasi sebagai jurinya.
>
> Sebagai Contoh pengantian deputi Bank Indonesia, memang benar tidak
semudah
> membalik telapak tangan; padahal jika dilihat secara moral masalahnya
> sangatlah sederhana (menggantikan orang yang dapat dipercaya).
>
> Yang terjadi adalah; masuk interfensi kepentingan politik (untuk tujuan
> kekuasaan ekonomi). Masa untuk menggantikan orang harus menunggu prosedur
> hukum yang berbelit dan halangan dengan negosiasi  kepentingan politik di
> DPR, padahal bank sentral tidak boleh berhenti beroperasi.
>
> Skenario pertama:
> Masalah hukum kemudian menjadi utama dalam kasus pengantian deputi BI
> (pemerintah sudah mempersiapkan 3 orang penganti). Dan menurut hukum jika
> DPR dua kali menolak calon dari pemerintah maka otomatis gubernur BI yang
> lama tetep menjabat. Artinya selama ini perekonomian kita di pegang dan
> dikuasai sama kriminal. Kan Gubernurnya (Syahril sabirin) masih dalam
> tahanan dan tuduhan kasus kriminal (bank Bali). Usaha membentuk opini
bahwa
> gubernur yang lama benar.
>
> Skenario kedua:
> Kemudian masalah Amademen undang-undang untuk menggugurkan peraturan yang
> diatas, perlu amandemen (dan pasti ada loby politik) baik dari kepentingan
> politik yang akan mengajukan orang mereka untuk duduk dalam jabatan
"basah"
> tersebut. Dan ini  juga akan memakan waktu yang lama. Padahal yang namanya
> BI harus memantau terus perkembangan (keluar/masuk) uang baik dalam dan
> luara negeri. Usaha memperlama proses sampai ditemukan kompromi politik
> (win-win solution) yang jelas membuang waktu dan memperlama krisis dan
> kejatuhan sebuah negara.
>
> skenario ketiga:
> Adalah pengabungan dua skenario diatas terus diambangkan (tidak ada
> keinginana baik) dari para pelaku pasar dan wakil rakyat yang ada di DPR
> sehingga keadaan ekonomi semakin kritis dan keadaan kemudian menjadi
kacau.
> Hal ini dimungkinkan karena pelaku pasar dalam negeri mayoritas masih
> dikuasai oleh orang-orang ORBA (yang mulai disingkirkan sedikit demi
sedikit
> oleh orang-orang GUSDUR). Kondisi kacau inilah sangat menguntungkan bukan
> saja bagi spekulan, tetapi para pendukung orde baru.
>
> Tekanan strategi diatas dipakai agar dosa-dosa mereka bisa diampuni
> (kompromi), atau lepas dari jerat hukum. Kasus Sahril sabirin, kasus
Tommy,
> Suharto dll.
>
> Hal ini mungkin ditambah dengan strategi teror, isu peledakan bom dan bom
> itu sendiri.
>
> Usulan pemecahan kritis ini adalah:
> Menerima tawaran pengantian dari pemerintah, sambil kemudian DPR melakukan
> Amademen yang baru sehingga pemimpin yang ditawarkan Gus Dur tidak bisa
> melakukan KKN dengan pemerintah apalagi kompromi. Hal ini publik harus
> benar-benar mengawasi angota rakyat yang ada di DPR agar tidak ada usaha
> kompromi dan KKN dengan pemerintah, Swasta, dan sisa-sisa orba itu
sendiri.
>
> Jika tidak hal yang terakhir ini yang dijalankan, saya yakin kondisi kacau
> dan saya menawarkan agar beramai-ramai kita menutut wakil rakyat untuk
turut
> bertanggung jawab atas krisi yang berkepanjangan.
> Jadi anda hati-hati dalam mengamati masalah BI ini, hal ini benar-benar
> bisnis politik paling besar yang akan mengalirkan dana milyaran (baik
orang
> dari kalangan ORBA maupun Tidak) dan saya yakin akan memakan waktu yang
> sangat lama.
>
> Tambahan tokoh CSIS dan ICMI sama-sama berkeyakinan bahwa kasus ini akan
> memakan waktu lama dan tidak semudah GUSDUR menawarkan orang lalu DPR
> menganti, yang artinya krisis akan bertambah panjang saja.
>
> M. Mashuri Alif
>
> ----- Original Message -----
> From: Irsal Imran <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 20 Nopember 2000 4:53
> Subject: [economist] Re: Lupakan Ilmu Ekonomi
>
>
> > Betul, ilmu ekonomi bisa dikatakan more arts than science. Jadi kalauada
> orang yang bicara masalah ekonomi dan tidak mau nerima pendapatorang lain,
> dia pastilah bukan seorang ekonom.  Benar atau tidaknyasuatu keputusan
dari
> analisa ekonomi memerlukan waktu bertahun-tahununtuk membuktikannya.
> Sementara hubungan antara suatu varibelekonomi selalu berubah-rubah,
karena
> banyak sekali variabel-variabelyang saling mempengaruhi.  Jadi tidak heran
> jika rumus untukmemprediksi perkembangan ekonomi makro yang dikembangkan
> oleh Whartonmempunyai ratusan persamaan struktur dan ribuan variabel,
tetap
> belumbisa mendapatkan hasil yang baik.Salam,Irsal   --- In
> [EMAIL PROTECTED], adnan basalamah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:> On Tue, 14 Nov
> 2000, Eva Gloria wrote:> > > Lupakan Ilmu Ekonomi> > Lupakan Ilmu Ekonomi>
>
> Oleh : Gede Prama> > > > Entah siapa yang belajar dari siapa, dilihat dari
> segi caraterapi, ada> > empat kemiripan antara ilmu ekonomi dengan
pedagang
> sop> > betawi. > > > > kalo buat saya yang awam ini.. ekonomi itu lebih
> dekat ke ilmu > ekologi , ekosistem dan sebangsanya. ekonomi itu menurut
> saya tidak > bisa (atau tidak boleh ) didekati dengan cara pikir
> mekanistik(pencet> tobol A, maka akan terjadi B). > > bagusnya lagi sih ,
> menurut saya, tidak ada lagi tombol tombol yang> bisa dipencet oleh
> siapapun. biarkan semuanya economic agent itu> autonomous, sepanjang dia
> tidak melanggar aturan keadilan dalamproses> ekonomi (pertukaran antara
> barang atau jasa ) itu.> > > > -adnan-> http://xxx.itb.ac.id/~adnan
> >
> >
> > -------------------------- eGroups Sponsor -------------------------~-~>
> > eLerts
> > It's Easy. It's Fun. Best of All, it's Free!
> > http://click.egroups.com/1/9699/0/_/125535/_/974670814/
> > ---------------------------------------------------------------------_->
> >
> > Website; http://learn.to/economist atau http://economist.learn.to
> >
> > Untuk Bergabung; silakan isi alamat e-mail anda pada website,
> >
> > atau kirim pesan kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Untuk Keluar; kirim pesan kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
> >
>
>
>
> >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke