Ketika darah sudah ditumpahkan
dan tangisan pilu diteriakkan
dan asap bakaran telah menjadi debu

tak ada gunanya lagi membela diri
kecuali mengatakan:
kita sama-sama melakukannya
dan bertanggung jawab
dan berkewajiban
untuk bertobat

selamat berjuang
di Ramadhan yang penuh berkat
____________________________________________
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
Faculty of Economics, University of Indonesia.

----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, November 27, 2000 4:13 malam
Subject: Re: [Kuli Tinta] Siri-Sori- qsy


> Bung Yap, Kawan2 Sekalian,
> Terimakasih atas tanggapan anda, yang 'menjawab' kegundahan saya.
Sebagaian
> besar, saya setuju : Gunakan "cara" yang bijaksana, jangan membuat loose
> face, cari win-win, dsb.
>
> Tapi kok rasanya ada yang masih mengganjal.  Ketika seseorang melakukan
> maling ( korupsi) umpamanya.  Apakah dicari win-win solusinya dengan
berkata
> bahwa dua ekor ayam kesasar dikandangnya ? Atau satu-dua milyar rupiah
tidak
> sengaja masuk kerekeningnya ?
>
> Ketika seseorang membunuh mati manusia lain dengan zalim?  Apakah akan
> dikatakan bahwa sebetulnya dia cuma mau mengelus leher korbannya dengan
> pedang , kemudian tidak sengaja memotong uratnya ?
>
> Bahwa ketika seseorang digebuki, kemudian terlibat berkelahi sewaktu
membela
> diri : Akankah kita katakan bahwa dua-duanya sama salahnya karena
> menggunakan kekerasan ? Apakah kita tidak akan berpihak dan
berterang-terang
> demi keadilan ?
>
> Wassalam
> Abdullah Hasan.


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke