Bung Yap, Kawan2 Sekalian,
Terimakasih atas tanggapan anda, yang 'menjawab' kegundahan saya. Sebagaian
besar, saya setuju : Gunakan "cara" yang bijaksana, jangan membuat loose
face, cari win-win, dsb.

Tapi kok rasanya ada yang masih mengganjal.  Ketika seseorang melakukan
maling ( korupsi) umpamanya.  Apakah dicari win-win solusinya dengan berkata
bahwa dua ekor ayam kesasar dikandangnya ? Atau satu-dua milyar rupiah tidak
sengaja masuk kerekeningnya ?

Ketika seseorang membunuh mati manusia lain dengan zalim?  Apakah akan
dikatakan bahwa sebetulnya dia cuma mau mengelus leher korbannya dengan
pedang , kemudian tidak sengaja memotong uratnya ?

Bahwa ketika seseorang digebuki, kemudian terlibat berkelahi sewaktu membela
diri : Akankah kita katakan bahwa dua-duanya sama salahnya karena
menggunakan kekerasan ? Apakah kita tidak akan berpihak dan berterang-terang
demi keadilan ?

Wassalam
Abdullah Hasan.


----- Original Message -----
From: "y@p" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, November 24, 2000 6:38 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Siri-Sori- qsy


Dengan tujuan yang sama, kita dapat memilih banyak alternatif solusi.
Kekerasan salah satunya. Keterus terangan dan keterbukaan pilihan lain lagi.
Tetapi, hidup diranah Asia ini ada satu hal yang sedapat mungkin
dihindarkan, yaitu membuat orang lain kehilangan muka, seberapa salah dan
terkutuknya orang itu. Itulah mengapa hidup dikawasan ini orang dituntut
tidak sekedar pandai, tetapi harus pandai pandai. Juga tak elok menepuk dan
membusung dada.

Ini berkaitan dengan warna sosial budaya yang sudah given, apapun agamanya,
apapun rasnya, seberapa tinggipun status sosialnya dan sebagainya. Inilah
commonality Asia. Jangan membuat loose face, seberapa benarpun Anda,
seberapa salahpun "lawan" Anda.

Bahwa ada aliran (orang yang sifatnya) keras, terus terang, fundamentalis
dan sebagainya itu memang fenomena dunia. Tetapi kalau sifat itu
diimplementasikan secara telanjang, akan menimbulkan rasa aneh dan kurang
nyaman dibanyak hati orang sekitarnya. Sekalipun kebenarannya diakui namun
caranya dinilai kurang bijak.

Orang Jawa bilang: ngono yo ngono... (jangan semata mata), orang Sunda
bilang: beunang laukna herang caina (tercapai sasaran tanpa mengeruhkan
suasana), dan banyak phrase sejenis dari etnik etnik lainnya, mengisyaratkan
perlunya dicapai tujuan dan ditegakkan prinsip yang diyakini dengan cara
yang terpuji.

Kalau cuma sekedar bicara benar, banyak yang tahu, asal mau, tetapi
diperlukan cara yang bijak untuk menyatakan kebenaran itu. Kebenaran memang
harus ditegakkan, tetapi terlalu vulgar untuk mengharapkan orang lain
mengakui kesalahannya secara terbuka. Ada yang bisa begitu, tetapi tidak
banyak, sehingga tidak menjadi nilai yang diterima umum, alias tidak lazim.

Membuat pernyataan dengan bahasa keras, membantah dengan bahasa keras dan
sebagainya memang lebih mudah daripada mencari solusi yang win win tanpa
mengorbankan prinsip, karena untuk memperoleh solusi win-win dibutuhkan
seni, kearifan, ketulusan, keteguhan jiwa dan  wawasan daripada sekedar
kepandaian otak dan ketajaman daya analisis.

Apa susahnya saling memaki, kalau perlu dengan emosi, dengan menggunakan
bahasa bahasa terang. Tetapi betulkah manfaatnya akan lebih besar dari
mudharatnya? Betulkan dapat dihasilkan solusi yang permanen? Bersama sama
dalam wacana dimilis ini kita dapat meningkatkan kualitas diri menjadi
sekeras baja dan selembut sutera.

Saya tidak pernah berpendapat bahwa milis ini tidak bisa mengubah apa-apa.
Banyak manfaat yang saya dapatkan dari wacana ini, sehingga milis ini juga
telah turut mewarnai perobahan dalam diri saya. Alangkah ruginya kita kalau
menganggap milis ini tidak mengubah apa apa, tetapi tetap aktif diwacana
ini. Artinya dengan sengaja melakukan perbuatan sia sia. Dalam bertukar
informasi disini, sekurangnya kita berpeluang untuk berlomba dalam
kebajikan, saling menasihati dalam kebaikan serta kesabaran.

Begitupun terpulang kepada pribadi masing masing, dengan segala referensi
dan nilai-nilai yang diyakini, untuk tampil bagaimana dan ingin dikenal dan
dikenang sebagai apa oleh kita semua.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan bagi seluruh umat Islam, mohon maaf
lahir dan bathin. Sekaligus mohon ijin untuk lengser sementara dari milis
ini, karena pekerjaan diseberang lautan sudah menanti. Kalau ada sumur
diladang, bolehlah beta menumpang mandi.

MARHABAN YA RAMADHAN.

Wassalam,
yap


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke