Bung ac:

Oleh sebab itu masalahnya cuma perbedaan prinsip, ya harus ada
kebesaran hati dan biasanya jalan satu-satunya yang ditempuh adalah
kompromi politik untuk menyatukan dulu fisi politiknya, mau pake
metric, witworth, bsw, diametral pitch, dengan prinsip yang diinginkan
jaman, mana dari empat cara diatas yang paling cepat kinerjanya. Jelas harus
ada juri dan jurinya adalah rakyat. Karena saya yakin tidak ada didunia
sebuah sistem akan terus bertahan ia akan berkembang sesuai keinginan jaman.
Presiden A akan diganti dengan B akan diganti lagi dengan C dstnya begitu
juga dengan sistemnya. Hanya tuhan yang tidak berubah, khan bung. Tetapi
banyak juga orang yang mengaku bertuhan tetapi mempertahankan sistem yang
ketingalan jaman.

Kalau dulu islam masuk ke pedalaman nusantara dengan mengikuti situasi
daerah (waktu itu belum ada indonesia) maka islam diadaptasi dari yang
mengunakan bahasa arab menjadi bahasa jawa, dan ini terus dipertahankan oleh
pengikut NU sampai sekarang.
Lalu orang-orang bilang ngak bisa harus tetap dengan bahasa arab.
Dan beberapa waktu sekelompok ulama menyarankan agar ibadah dapat digunakan
dengan bahasa Indonesia. Tetapi kiayi sejuta umat mengatakan dengan guyon,
bagaimana jika orang kemesjid dan melakukan ibadah dengan bahasa daerahnya
masing-masih? (indosiar)
Dan perdebatan boleh atau tidak ini pasti akan terus bergulir oleh sebab itu
maka kita perlu mempelajari sejarah mengapa Islam di jawa bisa beradaptasi
dengan bahasa jawa misalnya?

Tapi ngomong-ngomong apa benar ada perbedaan prinsip dari elit politik atau
perbedaan dan perebutan rejeki, antara jenis mur, mur karat, setengah karat,
baru dan yang anti karat. Kalau masalahnya ini, wah sulit juga ya, berarti
kita kemarin salah memilih dan saya pikir masalahnya disini bung bukan
dijenisnya (di ide/pemikirannya kalau perbedaan prinsip baru bisa dibilang
indonesia demokratis, orang kita masih malu-malu kok mayoritas hanya Agama
yang terang terangan dijadikan prinsip di partai yang ada di DPR, selebihnya
masih takut-takut menjelakan pemikiran partainya alias malu-malu/troma masa
lalu).

Begitu juga dengan analogi kendaraan. Jangan juga kita pakai mobil tahun
60-an kalau mobil tahun 2000 sudah di ciptakan. Tapi harus diingat mobil
tahun 2000 juga mobil dia tidak akan ada jika tidak ada mobil tahun 60-an.
Oleh sebab itu pula pentingnya kita pelajari sejarah, dalam bicara pengakuan
dosa tanpa mempelajari sejarah kita tak akan pernah tahu dosa kita apa atau
dalam ilmu mekanika (mesin) kita tidak tahu kesalahan apa dan bagaimana
mencegahnya. Dan kata orang, orang indonesia seringkali membuat kesalahan
yang kedua. Kata orang bule jika orang melakukan kesalahan yang sama, orang
itu adalah orang yang tidak pernah mengunakan otaknya alias bloon.
Nah dengan belajar dari kesalahan tadi kurang lebih mungkin kita bisa
mempertahankan kerusakan mobil hingga 2005 atau 2010. Sehingga ada
kesempatan untuk mempersiapkan jenis mobil baru sebelum 2005 ataupun 2010.

MMA


----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 08 Desember 2000 2:27
Subject: Re: [Kuli Tinta] ELIT POLITIK REKONSILIASILAH ! : MMA


> From: M. Mashuri Alif <[EMAIL PROTECTED]>
> del.
>
> Nah Rekonsiliasi adalah salah satu cara dari beberapa cara agar
> menempatkan mur pada tempatnya agar pas, jangan-jangan mur
> tersebut baru dicari biji besinya. Dan jelas akan makan
> waktu lama. Kalau anda mau cepat ya dengan REVOLUSI mbah.
>
> MMA
> ======================
>
> Pak MMA,
>
> Saya pikir, biji besinya sudah ketemu, yang menjadi masalah adalah (karena
analogi Mur dan Baut digunakan) masing-masing kelompok atau elit politik
menggunakan satuannya sendiri. Ada yang menggunakan metric, witworth, bsw,
diametral pitch, dsb. Yang repot kan pengguna, karena ulir yang kasat mata
sama namun ternyata tidak cocok. Yang parah adalah metric dan witworth itu
karena mirip maka orang yang belum berpengalaman sering terkecoh dan
kemudian dipaksakan untuk cocok padahal yang bisa masuk cuma ujungnya.
>
> ��
>
>
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke