Thema Gema Warta RNSI 21/12-2000

* GUBERNUR BANK SENTRAL SYAHRIL SABIRIN LANCARKAN KUDETA EKONOMI

Golkar yang sudah kalah pada pemilihan umum dan pemilihan presiden,
sebenarnya tetap berkuasa di Republik Indonesia. Jaksa Agung seorang
Golkar, demikian pula Gubernur Bank Indonesia, dan bisa jadi, Ketua
Mahkamah Agung. Yang sangat mencolok adalah Syahril Sabirin, Gubernur
Bank Indonesia. Menjelang Natal dan Lebaran dengan memberlakukan
liburan selama 10 hari, Syahril Sabirin disebut-sebut telah
melancarkan kudeta ekonomi. Koresponden Syahrir mengirm laporan
berikut dari Jakarta:

Jaksa Agung Marzuki Darusman kemarin mengusulkan agar Gubernur Bank
Indonesia Syahril Sabirin sebaiknya menonaktifkan diri dari
jabatannya saat ini. Proses persidangan terhadap Syahril dalam kasus
cessie Bank Bali yang akan berlangsung lama kemungkinan akan
mengganggu kerjanya sebagai Gubernur BI. Sehari sebelumnya, Ketua DPR
Akbar Tandjung pun sudah mengatakan sebaiknya Syahril Sabirin  non
aktif. Akbar menilai, proses perkara hukum yang akan dijalani oleh
Syahril melalui persidangan-persidangan yang berlangsung panjang akan
sangat rentan dan kemungkinan akan mengganggu kerjanya sebagai
Gubernur BI.

Pernyataan yang dikemukakan kedua orang Golkar ini jelas menimbulkan
banyak pertanyaan. Mungkinkan Golkar bersedia mengorbankan orang
mereka di Bank Indonesia dan sebagai gantinya Gus Dur mengangkat
orang Golkar yang lain yaitu Muladi sebagai Ketua Mahkamah Agung?
Marzuki sendiri membantah kemungkinan itu. Tetapi mengenal kebiasaan
para pemimpin Golkar serta sistem silaturahmi Gus Dur selama ini,
pers pun tetap mencurigai adanya kesepakatan Gus Dur Golkar di
belakang ini. Tadinya  ada rencana pertukaran posisi Jaksa Agung
dengan Kursi MA. Tetapi tempaknya karena Marzuki ingin bertahan
sehingga Syahril Sabirin pun dikorbankan oleh Akbar Tandjung dalam
pembicaraannya dengan Gus Dur baru-baru ini. Pihak Kejaksaan Agung,
tambah Marzuki, kemungkinan dalam waktu dekat ini memutuskan untuk
tidak lagi memperpanjang status penangguhan penahahan bagi Syahril
Sabirin. Menurut dia, berdasarkan UU tentang penangguhan penahanan,
penangguhan penahanan terhadap Syahril tidak dapat lagi diperpanjang.
Maka tampaknya Syahril akan kembali ke selnya di Rumah Tahanan
Kejaksaam Agung.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Rizal Ramli
memperingatkan agar Bank Indonesia berhati-hati mengelola kebijakan
moneter, karena kebijakan moneter yang terlalu "kencang"
dikhawatirkan justru akan menyebabkan pemulihan ekonomi nasional
melambat. Pada saat ini tingkat suku bunga SBI atau Sertifikat Bank
Indonesia berdasarkan hasil lelang Rabu lalu telah mencapai 14,53%
atau naik 11 basic points dibandingkan minggu lalu. Kecenderungan
suku bunga SBI memang terus meningkat sejalan dengan "strategi" BI
yang cenderung terus mengetatkan moneter. Menurut Rizal Ramli yang
disebut-sebut akan memangku jabatan Menteri Keuangan, SBI yang terus
"mengencang" justru malah akan menjadi "rem" bagi proses pemulihan
ekonomi tanpa mengobati penyakitnya sendiri. "Dan kalau itu terjadi
maka akan banyak yang kehilangan pekerjaan, karena jangan lupa akibat
kebijakan moneter super ketat, yang dilakukan BI pada Agustus dan
September 1997 akibatnya hingga sekarang masih terasa," ujarnya. Ia
menambahkan, akibat kebijakan itu pula Indonesia mengalami krisis
lebih dalam dan yang menganggur lebih banyak. Kini kalau kebijakan
pengetatan itu bukan karena faktor moneter, seperti ketidakpastian
politik atau segala macam lainnya, itu justru malah akan menjadi rem
proses pemulihan ekonomi tanpa mengobati penyakitnya sendiri.

Ekonomi Indonesia saat ini memang sudah menuju pemulihan. Pertumbuhan
ekonominya sudah 4,5%. Current account sudah surplus. Naik dari 5,5
miliar dolar pada 1999 menjadi 7,7 miliar pada tahun ini. Neraca
pembayaran pun surplus lima miliar dolar. Namun jika remnya terlalu
dikencangkan bisa menyebabkan pemulihan ekonomi melambat tahun 2001.
Ada yang mengatakan Syahril Sabirin sebelum kembali masuk terungku,
dan mumpung masih menguasai Bank Indonesia, mulai mengeluarkan
"jurus-jurus silatnya". Di antaranya adalah dengan meliburkan selama
10 hari bank sentral atau Bank Indonesia yang dipimpinnya. Sebagian
pers nasional menyebutnya sebagai kudeta ekonomi yang bisa
memusingkan Gus Dur. Bank Indonesia kemarin dengan tenang mengumumkan
libur panjang, yakni mulai 23 Desember 2000 hingga 2 Januari 2001.
Jelas langkah BI yang baru ini dilakukannya akan berdampak buruk bagi
perekonomian nasional. Bahkan perekonomian Indonesia akan mati suri.
Hal itu sudah terlihat dari antrean panjang di berbagai ATM. Kudeta
ekonomi ini jelas disengaja, mengingat Presiden dan Gubernur BI masih
dalam keadaan "perang".

Selama libur panjang itu kegiatan perbankan akan berhenti. Padahal
kebutuhan masyarakat terhadap uang kontan sangat tinggi. Di luar
negeri saja ketika Bank Sentral menghentikan kegiatannya selama empat
hari sudah mengakibatkan ATM-ATM kekurangan dana karena nasabah
berebut menarik dana mereka untuk berlibur. Di Indonesia pekan depan
masyarakat tak dapat mentransfer uangnya meski Bank Indonesia
berjanji akan menyediakan dana yang cukup. Bukankah dalam sistem
perbankan, transfer uang merupakan aliran darah untuk jalannya
kegiatan ekonomi? Gejolak sosial berupa penarikan besar-besaran di
setiap ATM  bisa dimanfaatkan oleh politisi untuk membuat
instabilitas politik. Di samping itu berapa sebenarnya uang kontan
yang akan beredar selama Bank Indonesia meliburkan diri. Bukankah
selama libur, instrumen moneter dan fiskal tidak dapat digunakan oleh
pemerintah?

"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing bisa bebas
berfluktuasi tanpa dapat diintervensi pemerintah, serta konsorsium
kebutuhan pokok dapat melakukan aksi bejat yang mengakibatkan
penderitaan rakyat karena harga-harga akan melambung tinggi," ujar
pengamat Hendi Karyawan. Masyarakat seharusnya dapat merayakan hari
raya Natal maupun Lebaran dengan tenang, tapi tampa harus mengikuti
antrean panjang di ATM. Apalagi para karyawan yang biasanya menerima
gaji akhir bulan, kemungkinan besar mereka akan mendapatkan gajinya
tahun depan, setelah tanggal 2 Januari. Ini jelas akan merupakan
tanggungjawab Syahril Sabirin yang berani mengambil resiko besar demi
untuk melepas "mercon" terakhirnya sebelum dikandangkan lagi di rumah
tahanan Kejaksaan Agung.




Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------


................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke