Tambahan : DEMOKRASI TIDAK MELARANG
PENGERAHAN MASA.
Dua hal dalam politik modern kita belakangan ini
dalam melihat prespektif mahasiswa dan perubahan.
Orde baru sudah terlalu kelewat besar melakukan
(membemperkan) mahasiswa sebagai agen perubahan.
Dulu ketika peristiwa penumbangan Sukarno mahasiswa
juga yang digambarkan sebagai agen perubahan.
Tetapi beberapa analis ASING menganalisa lebih luas
lagi bahwa yang terlibat dibelakangnya adalah Militer.
Ketika mahasiswa tidak mengerti Politik (tidak mau
berorganisasi) dan melakukan rekonsiliasi dalam bentuk
DEWAN. Akibatnya satu-satunya alat legitimasi kekuasan
mahasiswa diambil mendekati akhir tahun 1980-an dimana
DEWAN MAHASIWA dicabut dan mahasiswa di NKK/BKK-kan. Mahasiswa prustasi,
satu-satu cara rekonsiliasi mahasiswa adalah dengan cara kembali membentuk
organisasi pemersatu dalam bentuk DEWAN MAHASISWA kembali dengan tetap
menghidupkan perbedaan organisasi ekstra mahasiswa lainnya.
Selama rakyat
entah mahasiswa, Petani, Profesional, Buruh tidak merasa
terwadahi di DEWAN yang ada sekarang mengapa tidak
kita bentuk DEWAN YANG BARU SAJA?
DEWAN YANG BARU YANG SAMA-SAMA LAHIR DARI
REKONSILIASI KEPENTINGAN RAKYAT BAWAH.
Tidak seperti Bentuk-bentuk Rekonsiliasi yang dari
atas (Elit Politik) yang mengakibatkan Bentokan Horisontal? Dan inilah
satu-satunya jawaban Jika Elit kita
di DPR dan eksekutif tidak ingin berbentrokan terus-menerus. Solusi kongrit
dari kerja DPR adalah REKONSILIASI organisasi Kemasyarakatan atau organisasi
rakyat sampai tingkat
desa dan kampung. Salama rakyat hanya dijadikan
penonton seperti Undang-Undang OTONOMI DAERAH
selama itu pula Sistem Sosial tidak akan berjalan.
Sekarang setelah belajar dari itu mau tidak mau, mereka
harus jujur akan terbongkar watak asli mereka dan sifat
partisipasi (partisan dari alat-alat kepentikan politik) pada
beberapa kubu yang berkuasa. Sayangnya hal ini banyak
kalangan sudah serta merta melihatnya sebagai hal yang negatif.
Biarkanlah HMI itu melihat pemerintahan yang berkuasa
sekarang negatif, tetapi rakyat udah tidak bodoh lagi
apa sih organisasi HMI itu?
Biarkan Banser atau satgas PDI yang berani dan jujur
mengatasnamakan NU dan partai untuk memperjuangkan
aspirasinya, saya pikir sah-sah saja.
Sangat aneh kemudian dijaman sekarang ada gerakan
tetapi tidak ada nama organisasinya, nah itu yang seharusnya kita sukuri.
Era Gusdur semua kekuatan boleh tumbuh dan muncul kepermukaan dan memakai
ruang demokrasi yang terbuka secara fear.
Sehingga terlihat itu massa dimobilisasi TENTARA, itu
massa di Mobilisasi PDIP, itu massa di MOBILISASI NU itu masa di MOBILISASI
PBB, itu massa di mobilisai
PAN, itu massa di mobilisasi GOLKAR and Partner. dll.
Sah tidak ada yang salah dalam mobilisasi massa.
Salah kemudian jika massa digunakan untuk polisioning.
Hal ini sama dengan Fasisme. Dan jangan sampai NU
mempergunakan GUSDUR kearah bentuk-bentuk itu.
Karena jika Masa sudah mendukung Figur (bukan Organisasi) dan terlibat
kegiatan polisi dalam keadaan
damai saya pikir gejala Fasisme dapat juga masuk
dalam massa Banser NU dan PDIP.
Begitu pula kenapa mahasiswa macam FORKOT, dll juga akan menunjukan
munculnya gelombang gerakan pemuda
baru hal ini juga jangan-jangan lalu ditafsirkan negatif biarlah mereka
tumbuh berkembang dan dimasyarakat selama dia berani menunjukan dan
mencantumkan nama organisasi dan penanggung jawabnya? Semua elemen
masyarakat profesional, ataupun tidak buruh dan tani, nelayan kaum miskin
kota bebas membuat organisasi dan menyatakan pendapat. Dengan begini marilah
kita sama-sama tinggalkan lagi statment yang mengatakan bahwa mahasiswa
adalah AGEN PERUBAHAN adalah bohong
besar MAHASISWA HARUS BERPOLITIK jika tidak
mau dipolitisir.
Kalaupun terjadi kles hal itupun menurut saya biasa
selama tidak juga digambarkan dengan gambaran
DUKUNG MENDUKUNG dan lebih menitik beratkan
substansi isi tuntutan.
Misalnya kedatangan BANSER jika datang ke jakarta
adalah untuk menurunkan/mengevaluasi kerja wakil rakyat
saya akan dukung 100% tetapi jika BANSER datang hanya
karena untuk mendukung GUSDUR saya tidak akan mendukung.
Selama kita ikuti permainan dibawah ini aku setuju-setuju
saja;
1. Pemerintah diawasi DPR/MPR dan DPR/MPR mempertanggungjawabkan kepada
Rakyat. Nah
selama rakyat belum benar kerja wakil rakyat wajar
rakyat menuntut dan mengadili wakil-wakil mereka
di DPR. Bukan masalah GUSDUR dan NON GUSDUR
tetapi amanat itulah poinnya?
Silahkan saya membuka ketidak setujuan anda semua
akan bentuk pengerahan masa. Saya merasa terhormat
bisa berdebat dengan orang-orang yang tidak setuju
pengerahan masa. Satu-satunya dalam politik ketika
arus demokrasi yang dimanifestasikan dengan perbedaan
sudah tidak diakomodir dengan alasan kles/Bentrokan
itu adalah alasan yang hanya dibuat-buat. Selama tidak
ada usaha mencerdaskan para partisan/pemilihnya
saya sekali lagi mendukung segala bentuk pengerahan massa?
Karena semua sejarah membuktikan bahwa MASSALAH
yang melakukan PERUBAHAN bukan Elit politik.
Selama Elit politik dan pemerintah tidak mau menjadi
Abdi dari MASSA berarti Demokrasi masih terpasung.
Dan tidak usah takut mahasiswa tidak kuliah karena
masalah klasik KULIAH, pendidikan yang utama bukan hanya di bangku kuliah
khok.
Tetapi dimasyarakat. Apalagi jika mahasiswa itu sadar ia dibiayai oleh
rakyat? Pedidikan yang sempurna bukan
ketika duduk di BANGKU KULIAH tetapi di MASYARAKAT.
HA.. HA... HA...
MYP
----- Original Message -----
From: BKC1214 Nopi Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 11 Januari 2001 16:33
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: [indonesia_damai] forum fora hahaha
>
>
> Tambahan :
> Bung TI dan rekan2 lainnya.
> Jika kita ingin maju kita bantu mereka (mahasiswa) mencari
> solusi yg terbaik, baik itu sendiri2 ataupun secara bersama2
> agar mahasiswa kita tahu mana yang seharusnya mereka kerjakan
> (belajar) bukan hanya demo and demo dan melakukan hal lain
> terutama hal2 yg baik dsb, maaf,..bukannya kita malah men-cap
> mereka dengan segala macam perkiraan yg nggak jelas dasarnya
> apa misi mereka dan intrik2 yg ada dibelakangnya padahal yg
> sebenarnya kita juga tidak tahu apa2!!.
>
> Sebagai introspeksi diri,...mereka mungkin juga belajar
> dari kita2 yang udah senior duluan / orang tua mereka serta
> dari lingkungan.
> -----------------
>
> Tunggal Ika wrote :
> hai, bung martin,
> aku juga sedih menyaksiken mahasiswa kita saat ini.
> tentu ini tidak memutlakkan lho.
> paling tidak mahasiswa yang lagi "demam poliTIKUS' pasti sedang berdrama
> mencari muka. entah kelompok mana kalau mahasiswa tidak lagi neutral, maaf
> saja, indonesia tetap keblinger, gak maju-maju, sibuk terus dengan
> pengurusan yang gak becus.
> mangkanya mahasiswa kayak gitu itu, maaf, cuman membuat rakyat tambah
susah
> dan melarat.
> begitu, salam saya
>
> ------
>
>
>
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com