Pelaku TEROR PASTI HANYA MELIHAT HAL ITU
SAMA DENGAN GEGAGALAN SEBUAH AKSI
TEROR SEPERTI KEJADIAN DI BANDUNG
PERCAYALAH BUNG TIDAK USAH CEMAS.
HAL ITU MALAH MENCEMASKAN BILA TNI DAN POLRI TIDAK MENEMUKAN DAN MEMBONGKAR
SKENARIO ITU.

TETAPI JELAS IA PASTI AKAN TERPROFOKASI
ATAS KEGAGALANNYA, YANG JELAS MERUGIKAN
PIHAK KONSEPTOR DAN PENYADANG DANANYA.
IA PASTI AKAN MENCOBA MELAKUKAN LAGI JIKA
POLRI/TNI TIDAK CEPAT YANG TERJADI BUKAN
TINDAKAN TEROR KEPADA KELUARGA PAHLAWAN
KITA INI. BENTUK TEROR BARU TERHADAP RAKYAT YANG LAIN PASTI AKAN MENYUSUL.

DARI HAL ITU JANGAN SAMPAI KITA MENGHARAPKAN AKAN LAHIR LAGI PAHLAWAN BARU
SEPERTI TOFIQ . YANG JELAS PARA PELAKU TEROR MASIH BERGENTAYANGAN DAN AKAN
TERUS-MENERUS BERUSAHA MELAKUKAN TEROR.
TOLONG PARA PELAKU TEROR JANGAN UJI
KESABARAN RAKYAT?

myp


----- Original Message -----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 12 Januari 2001 9:07
Subject: [Kuli Tinta] Kita punya pahlawan baru


> Kita baru saja punya pahlawan baru, yang memberikan
> sebagian perannya untuk sebuah Indonesia Baru. Dia
> adalah Ahmad Taufik, 15, 'sekedar' penggembala sapi,
> yang karena kaki sapinya tersangkut kawat, dan setelah
> dirunutnya ia menemukan granat yang akan dipakai untuk
> sabotase kereta api. Dan meski malam-malam pun, ia
> lalu melaporkan temuannya tersebut kepada pihak
> terkait, sehingga terselamatkanlah orang-orang yang
> sama sekali tak berdosa, dan tak ada kaitan dengan
> mereka yang dengan penuh dendam memasang granat
> tersebut.
>
> Terimakasih Taufik, terimalah simpati dan syukur
> dariku untuk inisiatif Anda.
>
> Namun, meski Taufik adalah pahlawan, dia sama sekali
> bukan seorang Superman, atau tentara terlatih yang
> siap menghadapi tantangan dan maut yang diarahkan
> kepadanya. Taufik tetap seorang siswa kelas III SLTP,
> yang jelas tak memiliki alat dan pagar cukup untuk
> melindungi dirinya, manakala ancaman tertentu
> benar-benar diarahkan kepadanya.
>
> Kenapa ?
>
> Ia telah menggagalkan sebuah skenario dari sebuah
> kelompok yang punya niat untuk membuat negeri ini jadi
> contoh sebuah negeri teror, dan untuk waktu yang cukup
> lama kemudian, sebagai sebuah negeri yang layak
> memperoleh kepercayaan. Tahu sendiri, kekuatan sebesar
> apakah mereka ini, yang begitu yakin untuk
> memberantakkan sebuah negeri sebesar Indonesia ini.
> Dan, seberapa bengisnya kelompok yang berhasil
> digagalkan ulahnya oleh si Taufik, si gembala sapi
> ini.
>
> Meski teror yang dilakukan ini cuma salah satu saja
> dari sekian banyak rencana teror, baik yang sudah
> terlaksana atau belum, kegagalannya, aku yakin, akan
> membuat mereka gusar. Dan (jangan-jangan) akan
> dijadikannya sebuah perhitungan balas dendam.
>
> Ketenaran pemberitaan Taufik tak hanya mengantarkan
> belia ini sebagai konsumsi tayangan pers di mana saja,
> tetapi juga mengumpankan Taufik ke moncong kegiatan
> balas dendam. Taufik begitu 'clear' terlihat di layar
> kaca. Juga kedua orang tua, dan alamat di mana mereka
> tinggal. Target sekelas Taufik jelas hanya sebuah
> sasaran yang mudah digarap. Dan kekuatiran inilah
> tiba-tiba yang terbersit di benakku, ketika
> menyaksikan Taufik daloam frekuensi yang amat sering
> ditayangkan di berbagai media tadi. Jangan-jangan....
>
> Bagaimana pun, Taufik telah memberikan andilnya kepada
> upaya mencapai Indonesia Damai, setidaknya kita tak
> harus melihat tayangan tragedi kecelakaan kereta api,
> serta derai tangis yang mengoyak hati, dan darah
> bersimbah di mana-mana, sebuah tayangan yang seolah
> sudah jadi menu keseharian kita. Kita tak cuma
> terpuruk di soal ekonomi, namun juga kepada tingkat
> kepercayaan kita kepada siapa saja di sekitar kita.
>
> Dan secara tak sadar kita, karena begitu meluapnya
> rasa bangga kita kepadanya, karena di tengah hilangnya
> perasaan kebersamaan di negeri ini muncul sebuah
> perhatian besar dari sosok anak kecil, telah
> menempatkan yang bersangkutan pada sebuah sasaran
> tembak yang sangat terbuka.
>
> Melalui tulisan ini aku mengusulkan, kepada semua
> pihak untuk memberikan jaminan perlindungan saksi
> kepada Taufik serta keluarganya, yang tanpa
> disadarinya telah menempatkan dirinya sebagai pahlawan
> dan secara tak kita sadari pula telah membuatnya ia
> menjadi sasaran empuk balas dendam. Kita telah
> menjadikan Taufik sebagai sebuah contoh kepedulian
> yang harus dimiliki oleh segenap warga bangsa. Namun
> aku harap kita tak ingin menjadikan Taufik hanya untuk
> menunjukkan bagaimana bengisnya kelompok teror dengan
> menayangkan Taufik atau keluarganya yang bersimbah
> darah yang berhasil melampiaskan dendam atas kegagalan
> kelompok ini menciptakan sebuah teror.
>
> Keluarga sederhana orang-tua Taufik, dan cita-cita
> besar belia penggembala sapi ini, jelas memerlukan
> semua hadiah dan pujian yang mereka terima untuk
> menjalani kehidupan mereka. Namun mereka jelas tak
> ingin menukar semua kekayaan dan pujian tersebut
> dengan nyawa-nyawa mereka. Toh dengan menggembala sapi
> selama ini orang tua Taufik pasti masih mampu membantu
> anaknya menggapai cita-citanya. Tetapi tanpa nyawa
> tersangkut di badan?
>
> Apakah ini sudah kita pikirkan?
>
> =====
> Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! Photos - Share your holiday photos online!
> http://photos.yahoo.com/
>
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke