---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 31 Januari 2001 15:40 UTC


* MEGAWATI DAN TNI TETAP DUKUNG GUS DUR, ADA APA DI BALIKNYA?

Presiden Abdurrahman Wahid  Rabu kemarin lagi-lagi mendapat jaminan
dukungan dari Tentara Nasional Indonesia dan Wakil Presiden Megawati
Soekarnoputri. Mereka tetap mendukungnya meski DPR RI telah
menyatakan bahwa Presiden terlibat skandal Bulogate-Bruneigate.
Presiden bertemu dengan Wakil Presiden di Istana Wakil Presiden, di
situ hadir pula para petinggi TNI. Gus Dur sendiri didampingi Menko
Polsoskam, Menteri Pertahanan dan Kapolri. Koresponden Syahrir
mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Pertemuan di kediaman Megawati itu diadakan untuk mencermati situasi
keamanan dalam negeri dan juga dinamika yang terjadi di luar negeri.
Gus Dur beberapa hari yang lalu menyatakan keinginannya untuk
membubarkan parlemen. Tetapi para pakar hukum menentangnya, termasuk
penasehat hukumnya sendiri yaitu Prof Harun Al Rasyid. Menurut Ketua
Partai Murba Hadidjojo, upaya Gus Dur untuk membubarkan DPR sudah
terlambat. Kalau ia bubarkan sekarang, kesannya ia takut
disidangumumkan yang disebut diSIkan. Dari sisi lain, kalau ia
bubarkan DPR maka dapat dianggap melanggar konstitusi, sehingga
justru karena melanggar itu ia bisa disidangumumkan.

Pihak TNI pun sudah lama menunggu peluang ini, ujar seorang mantan
Pangab. Sesuai dengan Saptamarga maka TNI akan mempertahankan
konstitusi. Dan jika seorang presiden melanggar konstitusi maka TNI
berkewajiban untuk berpihak pada rakyat. Ada yang mengatakan,
sebenarnya kalau saat ini kasus Bulog dan Bruneigate belum menjamin
Gus Dur diSIkan. Ia bisa saja berkeras agar kasus tersebut diadili
dipengadilan, sehingga Gus Dur punya cukup napas. Pengadilan sampai
tingkat banding dan kasasi sampai PK (Peninjauan Kembali) bisa makan
waktu  setahun lebih. Lembaga DPR memang bukan lembaga peradilan.
Presiden tak bisa dinyatakan bersalah oleh DPR. MPRlah yang akan
menjatuhkan Presiden bilamana pengadilan sudah memutuskan Gus Dur
bersalah. Kalau ini yang terjadi Gus Dur baru akan jatuh 2002.

Namun Agustus 2001 ini sudah akan ada Sidang Tahunan MPR, Gus Dur
bisa dihadang saat itu. Jadi Gus Dur harus menekan bahwa sidang
Tahunan MPR ditiadakan sampai 2004, dengan alasan mengganggu
kestabilan ekonomi dan pemerintahan. Untuk itu Gus Dur harus
merangkul PDI-P Mega dan TNI-Polri. TNI tentu tidak cukup. Gus Dur
harus memberikan jabatan-jabatan strategis pada pendukungnya. Jadi
mereka-mereka yang tidak jelas konstituennya harus dipinggirkan.
Orang sosialis akan terpukul di sini karena harus meninggalkan kursi
kabinet atau pos penting, kata Hadidjojo. Namun Gus Dur tidak punya
pilihan lain kalau tetap ingin bertahan, jelasnya.

Tetapi golongan anti Gus Dur tetap akan menggusur Gus Dur ke laut.
Kalau upaya mereka terlalu berat dan terjadi konflik berdarah dan
kekacauan, maka keadaan darurat bisa dilakukan dan baru DPR/MPR bisa
dibekukan Gus Dur, untuk segera diadakan Pemilu baru dalam waktu enam
bulan.

Hingga pekan lalu tentara sudah mendesak Gus Dur agar membenturkan
massa Ansor dengan massa anti Gus Dur. Gus Dur pun kini cenderung
mengikuti desakan Wiranto dan Susilo Bambang Yudhoyono karena semasa
Habibie merekalah yang bisa meredam aksi-aksi mahasiswa. Namun
perkembangan terbaru kemarin adalah munculnya dukungan Megawati dan
TNI pada Gus Dur secara terbuka. Ini disebabkan kesepakatan enam
butir antara Gus Dur dan Megawati. Dalam pertemuan tertutup itu
selain Gus Dur dan Megawati, hadir pula Marsilam Simanjuntak,
Sekretaris Kabinet dan seorang anggota Fraksi PDI Perjuangan.

Enam pokok penting yang disepakati antara Gus Dur dan Megawati itu
dilaporkan oleh Marsilam Simanjuntak kepada pihak Forum Demokrasi
yang semalam buru-buru mengadakan rapat kilat. Selama ini hubungan
Fordem dengan Marsilam sempat membeku. Fordem menilai Gus Dur
terlibat KKN. Sedangkan Marsilam yang memang seorang sarjana hukum,
bertahan bahwa pansus itu illegal. Tetapi bagi Fordem ini menyangkut
masalah moral. Sebenarnya ditinjau dari segi moral, Gus Dur pun sudah
pernah mengkhianati Megawati yang seharusnya diakuinya bahwa
Megawatilah yang menang pada pemilu yang lalu. Tetapi Gus Dur
bersedia digunakan oleh Amien Rais cs dengan janji akan
memperjuangkan suatu pemerintahan yang Islami.Ternyata Gus Dur
mengkhianati Poros Tengah pula. Setelah berkuasa Gus Dur pun tidak
mau dengar pada siapa pun termasuk NU, PKB, Megawati, Fordem maupun
desakan dari para mahasiswa yang telah menjatuhkan Soeharto.

Gus Dur bersikap kepala batu dan merasa yang paling tahu soal
politik. Bahkan kemarin dulu pun dalam talkshow dengan Indosiar ia
membantah pendapat Mulya Lubis bahwa kekuatan lama ingin muncul
kembali. "Itu hanya isyu saja," kata Gus Dur. Peran TNI/POLRI kini
menjadi penting, ujar Hadidjoyo, dan lanjutnya, keadaan khaos bisa
dimanfaatkannya. Ia menjadi menentukan apakah pemerintahan transisi,
masih dipegang Gus Dur atau orang lain atau oleh sebuah Dewan (Dewan
Rakyat Dewan Nasional atau apapun namanya).

Secara formal TNI mengatakan akan mendukung Megawati.Tetapi benarkah
hal ini? Selain itu bila Gus Dur jatuh dan Amien Rais tetap di MPR,
NU dengan Ansor dan Bansernya akan menggempur Muhamadiyah. Sementara
itu Akbar Tandjung (Golkar)  akan diuntungkan, jadi harus mundur
juga. Bagaimana dengan Mega? Kalau ia muncul  sendiri kekuatan lain
seperti PPP akan merasa iri dan Mega akan dijatuhkan juga oleh Poros
Tengah dan TNI. Ini jelas disadari Megawati yang pada akhirnya harus
minta bantuan NU juga.

Sehubungan dengan itu nampaknya disepakati untuk membagi-bagi kursi
di kabinet antara tiga unsur ini. Dan boleh jadi disepakati juga agar
Gus Dur hanya berkuasa selama setengah masa jabatan kemudian akan
diserahkannya kepada Megawati yang kini didukung sepenuhnya oleh TNI
yang  pentolan-pentolannya umumnya merupakan pendukung setia
Soeharto. Demikian Hadidjoyo.



Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------


................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke