Ada ditulis oleh Mohamad Sobary di rubrik Asal Usul Kompas hari ini, Minggu, 4 Februari 2001: ----- ....Mas Amien yang saleh, dan ke mana-mana pakai pici dan tahu persis jabatan tertinggi manusia adalah khalifah Tuhan di bumi, malah melucu ingin meraih jabatan lebih rendah: presiden, itu pun cuma di sebuah negeri bangkrut yang ke- hilangan kredibilitas moral pilitik di dunia. Karena dukungan massa di pemilu untuknya cuma ibarat sejimpit kecil, ia melucu lagi di sidang istimewa MPR: tanpa angin tanpa hujan, ia memayungi, bahkan menuntun penuh kemesraan Gus Dur ke kursi kepresidenan, tanpa peduli akan ketulusan saya mengingatkannya di PP Muhammadiyah Menteng dulu, bahwa Gus Dur tak akan cocok jadi presiden, dan jangan dipaksa-paksa. "Ndak apa-apa, dia ini guru bangsa, kita jadikan presiden setengah jalan dan nanti dikembalikan sebagai guru bangsa lagi," jawabnya. Lucu sekali, seolah ia cuma bicara perkara jabatan di perusahaan keluarga. Seluruh dunia tahu ia memayungi Gus Dur cuma karena enggan memayungi Mbak Mega, sebab bukankah dalam Islam "memayungi" wanita bukan muhrim itu haram hukumnya? Ini alasan keagamaan. Tetapi intinya, Ketua PDI-P haram jadi presiden...... dst...dst.... tentang umroh hingga buaya jahat yang menyelinap diantara kaki Mega seandainya jadi presiden... ----------------- Perlukah kita minta klarifikasi kepada Kang Sobary, kolumnis kesukaan saya ini, bahwa dia pernah memperingatkan Mas Amien nan Saleh. Benarkah begitu jawaban Mas Amien nan Saleh kepadanya.... bahwa GD itu direncanakan sebagai presiden setengah jalan? Perlukah saudara-saudara.... Ki Denggleng Pagelaran -------------------------- apa bedane wangsa ambek bangsa? ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke