-----Original Message-----
From: Yon <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 15 Februari 2001 14:00
Subject: [indonesia_damai] Bagi yg Belum Membacanya


>KONTRAS  No.  123  TAHUN   IV    7 - 13 FEBRUARI  2001
>http://www.indomedia.com/serambi/kontras/123/lap8.htm
>
>Ayah Dibakar, Ibu Diculik : Nidar dan Rizal Menyimpan Dendam
>
>TATAPAN mata kedua bocah ini lepas, kosong, tapi juga terkesan penuh
selidik
>dan curiga terhadap orang-orang yang masih asing bagi mereka. Tak gampang
>merangkul ataupun berbicara dengan kedua bocah malang yang diduga kuat
telah
>yatim piatu itu. Rentetan adegan kekerasan yang disaksikan dan derita yang
>mereka alami, demikian berat. Rasanya tak patut dipikul oleh anak usia 5
>tahun dan 3 tahun itu.
>
>"Watee keumeung jitot, Ayah geuklik-klik geulakee tulong. Mak pih jicok.
>Leueh nyan, hana geuwoe le (Ayah diambil tentara. Ketika hendak dibakar,
>Ayah menjerit-jerit minta tolong. Mak pun diambil. Setelah itu, mereka tak
>pulang lagi)," ungkap Yusnidar (5 tahun), ketika ditanya dimana ayah dan
>ibunya sekarang. Tak ada tangis. Nidar mengucapkan itu nyaris tanpa emosi.
>
>Sebaliknya, justru orang-orang yang mendengarkan ucapan dan kesaksiannya,
>merasa sesak di dada dan tak tahan untuk tidak menangis. Siapa pun pasti
>tergugah ingin melindungi kedua bocah korban konflik tersebut.
>
>Nidar juga tak sembarangan bercerita. Gadis cilik hitam manis ini seolah
>sangat paham bahwa cerita itu adalah rahasia yang harus disimpan sepanjang
>hidupnya. Situasi lingkungan di desanya membuat Nidar mengerti, bahwa jika
>kesaksiannya itu didengar oleh "sembarang orang" salah-salah bakal
mengancam
>keselamatan dia dan adiknya.
>
>Wartawati Kontras pun butuh waktu dua hari untuk mendekati Yusnidar dan
>adiknya, M Rizal, yang kini dititip di kantor Forum Peduli HAM (FPHAM) Aceh
>Timur di Langsa. Kedua anak desa di perkebunan karet milik PT Bumi Flora,
>Idi Rayeuk, ini diantar oleh kakeknya, Ismail Machmud (72), penduduk Desa
>Teupin Breuh, Simpang Ulim, Aceh Timur.
>
>Ismail menceritakan, kedua orangtua Nidar, Syamaun (43) dan Rubiah (24),
>pada 17 Januari 2001 lalu diculik bersama beberapa warga Bumi Flora lainnya
>yang dituduh telah memberi makan kelompok GAM.
>
>Awalnya, kata Ismail, anaknya Syamaun yang bekerja penderes karet di
>perkebunan PT Bumi Flora itu bersama tujuh laki-laki warga desa setempat
>dikumpulkan dan diperiksa oleh kawanan penculik yang berposko di kawasan
>Julok.
>
>Menurut keterangan warga kampung dan saksi mata yang dikutip Ismail, para
>penculik itu kemudian menyiram bensin ke kumpulan orang-orang yang sedang
>diperiksa. Lima di antaranya terkena siraman bensin, termasuk Syamaun yang
>paling parah. Selanjutnya yang lainnya menyalakan api, dan langsung
membakar
>hidup-hidup para korban. Empat korban yang terparah dijilat api sempat
>menjerit-jerit minta tolong. Istri Syamaun, Rubiah, dan beberapa warga
>kampung mencoba menolong mereka, namun dicegah oleh kawanan penculik itu.
>
>Selanjutnya para korban dibawa dengan truk yang dipakai para penculik.
>Menurut para penculik, mereka hendak dibawa ke Puskesmas untuk mendapat
>pengobatan. Rubiah mendesak penculik agar ia diikutkan mendampingi suaminya
>yang memang paling parah di antara kelima korban.
>
>Namun, belakangan, korban pembakaran yang diantar penculik dan kemudian
>diopname di Puskesmas Idi Rayeuk ternyata hanya empat orang. Akan halnya
>Syamaun dan istrinya Rubiah tak kunjung diantar ke Puskesmas, dan tak
>diketahui lagi nasib mereka.
>
>Tanggal 28 Januari 2001, Ismail Machmud mendapat informasi dari beberapa
>petani sawit/getah bahwa anak dan menantunya; Syamaun dan Rubiah, telah
>dibawa ke sebuah camp di kawasan Alue Ie Mirah. Berdasarkan informasi itu
>Ismail meyakini Syamaun dan Rubiah telah meninggal.
>
>Ismail kemudian meminta bantuan FPHAM untuk mengevakuasi jenazah kedua
>korban. Tanggal 1 Januari 2001 kemarin, Ketua FPHAM Aceh Timur, Mohd Yusuf
>Puteh, menyurati Kapolres Aceh Timur AKB Pol Drs Abdullah Hayati sekaligus
>meminta izin tertulis dari Kapolres untuk melakukan evakuasi jenazah di
>kawasan Alue Ie Mirah.
>
>Namun, sumber-sumber di FPHAM setempat menyebutkan hingga 5 Januari
kemarin,
>surat izin Kapolres yang sangat diharapkan mereka, tak kunjung diterima
>FPHAM. Karenanya, FPHAM dan pihak keluarga korban belum berani naik ke Alue
>Ie Mirah untuk mengevakuasi jenazah. Mereka tetap menunggu dan berharap
>kebaikan hati Abdullah Hayati.
>
>Sementara itu, sejak ditinggal orangtuanya, Yusnidar dan M Rizal nampak
>begitu kehilangan. Nidar sendiri nampak terpukul, namun senantiasa berusaha
>tampil tegar. Akan halnya adiknya M Rizal kerap menangis sepanjang malam
>menanyakan Ayah dan Maknya.
>
>Ismail yang sudah tua renta dan hidup dalam kemiskinan itu mengaku tak
>sanggup memikirkan dan berbuat banyak mengatasi penderitaan kedua cucunya
>tersebut. Akhirnya, ia bersedia menitipkan Nidar dan Rizal di Kantor FP HAM
>Aceh Timur untuk diasuh oleh para relawan.
>
>Selama beberapa hari ini, kedua bocah malang ini mendapat tumpahan sayang
>dan perhatian dari para relawan FPHAM dan LSM lain di Langsa. Oleh para
>relawan, Nidar dan M Rizal dibelikan baju baru dan sepatu baru. Rambut
Nidar
>yang sebelumnya panjang dan lecek, kemudian dipangkas pendek hingga nampak
>bersih dan ceria.
>
>Namun, hatinya memang tetap mungkin bisa seceria dulu lagi. Dalam tanya
>jawab dengan Kontras, kentara sekali Nidar masih menyimpan luka, bahkan
>mungkin juga ada sejumput dendam yang sulit dihapuskan. Berikut petikannya
>(diterjemahkan ke bahasa Indonesia -red):
>
>Nidar tahu nggak, dimana Ayah dan Mak sekarang?
>
>Ayah diambil oleh .... dan dikumpulkan sama orang-orang kampung. Waktu Ayah
>hendak dibakar, Ayah menjerit-jerit keras sekali. Ayah minta tolong. Ayah
>dibakar sampai hitam...
>
>Mak bagaimana?
>
>Mak diambil juga. Mak dibawa entah ke mana. Setelah itu, tidak pernah
pulang
>lagi.
>
>Kenapa Ayah dan Mak mereka ambil?
>
>Nggak tahu. Mereka jahat sekali.
>
>Orang yang ambil Ayah dan Mak sebesar mana?
>
>Badannya kecil-kecil. Tapi bawa senjata panjang-panjang. Mereka
>menarik-narik Ayah. Mereka membakar Ayah...
>
>Nidar sedih?
>
>(Ia mengangguk).
>
>Mau nggak Nidar dan adik tinggal di kantor FPHAM?
>
>(Ia mengangguk lagi).
>
>Nidar mau sekolah nggak nanti?
>
>Iya, mau. Kalau sudah besar nanti, saya mau usir mereka itu. Mereka jahat
>sekali (wajahnya terkesan menahan emosi). non
>
>
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-~>
>eGroups is now Yahoo! Groups
>Click here for more details
>http://click.egroups.com/1/11231/1/_/_/_/982220384/
>---------------------------------------------------------------------_->
>
>=================================================
>
>Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan untuk membangun
komunikasi massa yang positif dalam upaya mendorong lahirnya Indonesia yang
lebih baik, serta untuk menggali
>berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah FID dalam persepsi
komunitas yang lebih luas atau kirimkan pula kritik & masukan terhadap
kelangsungan FID di masa yang akan datang dan untuk tercapainya Indonesia
yang lebih baik.
>
>Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email ke:
[EMAIL PROTECTED]
>
>Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini kirimkan email ke:
[EMAIL PROTECTED]
>
>=================================================
>


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke