--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 19 Februari 2001 15:20 UTC * MALUKU KEMBALI RAMAI, KINI MENDAPAT SOROTAN INTERNASIONAL Masalah Maluku dan Maluku Utara kembali disorot pers nasional. Panglima TNI kemarin menyatakan TNI telah mengirim tim penyelidik ke Ambon untuk menyelidiki apakah benar Yongab telah melakukan langkah-langkah indisipliner di sana. Sedangkan di Ternate pemuda berdemo dengan harapan segera dibentuk Pansus Maluku Utara. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Ratusan massa pemuda kembali menggelar aksi demonstrasi, meminta DPRD Maluku Utara yang baru terbentuk segera membentuk Panitia Khusus untuk menyelesaikan berbagai kasus kerusuhan di daerah itu. Mereka kemarin bergerak ke kantor Gubernur tempat bersidangnya DPRD setempat. Para pemuda itu menggelar spanduk yang intinya meminta darurat sipil dicabut. Para demonstran juga mendesak supaya pemerintah serius menangani berbagai kasus di Maluku Utara. Pemberlakuan Darurat Sipil bagi para pemuda merupakan sebuah perampasan hak-hak rakyat oleh pelaksana Darurat Sipil. Mereka mendesak agar DPRD Maluku Utara membentuk Pansus dan segera meminta pertanggungjawaban Muhyi Effendie sebagai Pejabat Gubernur Maluku Utara dan Penguasa Darurat Sipil atas tragedi kemanusiaan di Kecamatan Loloda, Kecamatan Jailolo, dll. Di Jakarta pada hari yang sama Pangdam Pattimura Mayjen I Made Yasa menolak usulan beberapa ormas Islam, termasuk Majelis Ulama Indonesia, untuk menarik Yongab atau Pasukan Batalyon Gabungan TNI dari Maluku. Dia tetap yakin keberadaan Yongab efektif untuk meredam konflik di Maluku. Penegasan tersebut dikemukakannya dalam acara dengar pendapat dengan Komisi I DPR, kemarin. Dia menambahkan tragedi Batu Merah, sebuah desa di Ambon, pada 19-22 Januari lalu bukanlah disebabkan oleh ulah Yongab, melainkan dilakukan oleh "orang-orang yang tidak jelas identitasnya." Tindakan yang menewaskan warga sipil Maluku itu, katanya, tidak bisa dibiarkan karena bisa membuat kondisi tidak aman. Dalam peristiwa itu, pasukannya telah menjalankan tugas sesuai prosedur. Keterangan I Made Yasa ini bertentangan dengan keterangan Dapuspom TNI Mayjen Djasril Marin. Dia menilai peristiwa Batu Merah meletus lantaran tidak ada kepatuhan komando, sehingga menelan korban dari pihak sipil. Danpuspom TNI Mayjen Djasri Marin mengakui ada oknum TNI yang terlibat dalam peristiwa Batu Merah di Ambon. Akibatnya, sejumlah korban sipil pun berjatuhan. Dugaan keberpihakan Yongab yang terdiri dari Marinir dan Kopassus itu terhadap mereka yang bertikai di Ambon, muncul setelah terjadi insiden di Hotel Wijaya II. Penggerebekan Hotel Wijaya II, tanggal, 22 Januari 2001, itu karena tempat itu diduga dijadikan sarang para provokator. Sebab, dari kawasan hotel ini, sering terjadi penembakan misterius. Ketika terjadi penggerebekan, pasukan dari Yongab langsung menembaki orang-orang yang ada maupun yang lewat kawasan itu. Yongab lalu menangkap dan memukuli beberapa perwira TNI maupun polisi di sana. Seorang petugas LSM internasional yang berada di sana ketika itu melihat bagaimana tentara menembaki orangNULLorang dari kedua belah pihak. Masalah Ambon pun kini sudah menjadi perhatian Amerika Serikat. Senat Amerika serikat sejak tanggal 13 Februari yang lalu, telah melakukan dengar pendapat berkali-kali untuk menganalisas situasi dan menyusun kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Indonesia. Ada senator-senator dari partai republik yang ingin mendesak pemerintah Amerika serikat agar mengirim tim peninjau militer ke Maluku. Karena mereka berpendapat bahwa militerlah yang sesungguhnya mengadu domba umat beragama di Maluku. Tentara yang beragama Islam mendukung pihak muslim yang bertikai, sementara tentara yang beragama Kristen memberikan bantuan yang sama untuk pihak Kristen. Di kalangan senat ada dugaan kuat bahwa dukungan dari pihak tentara terhadap konflik antara agama itu, dikoordinir oleh sejumlah jenderal purnawirawan di Jakarta. Dengar pendapat ini diselengarakan oleh Komisi Pemerintah Federal Amerika serikat, yaitu Komisi Tentang Kemerdekaan Beragama Internasional. Komisi ini bertugas mengamati pelaksanaan kebebasan beragama di luar Amerika Serikat. Selain Senat dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell, Presiden Amerika George W. Bush sendiri akan menggunakan masukan dari komisi tersebut. Maka dapat diperkirakan dengan meningkatnya perhatian Amerika terhadap konflik antar agama di Maluku maka perhatian internasional terhadap masalah ini akan meningkat dengan cepat. Keterlibatan tentara di Maluku tentu akan disangkutpautkan dengan kebijakan represi militer di Timor Timur dahulu. Jelas bahwa hal ini akan merugikan bagi jenderal-jenderal yang sudah di ambang pintu pengadilan internasional. Menyoroti kejadian demi kejadian yang marak akhir-akhir ini di Indonesia, sejumlah pakar mengatakan bahwa persitiwa kekerasan dalam skala nasional yang terjadi pada bulan Mei, merupakan awal dari sejumlah tragedi berdarah di Indonesia melibatkan campur tangan pihak militer. Demi menghindari tuntutan dari pihak internasional, banyak pihak yang khawatir, tengah mengupayakan agar para aktor politik di Indonesia menolak intervensi asing untuk mengatasi konflik berdarah di Maluku. Copyright Radio Nederland Wereldomroep ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
