PRO dan KONTRA atau NETRAL? ----------------------------- Cerita ini adalah nyata menurut yang menuturkannya. Terjadi di kalangan bawah, yaitu Banser dan Rakyat pinggir hutan. 1. Tentang Banser Ketika menjelang lebaran, GD menemui ulama-2 Langitan. Sebelum pulang singgah di Blitar dan Kediri. Pada suatu ketika datang wakil dari Banser yang dengan lantang bicara: "Gus, kami siap segera ke Jakarta asal Gus mengetok- kan palu tanda berangkat, dan kami siap berangkat tanpa upah atau biaya!" "Sudahlah, sampeyan yang Banser jangan ikut-ikutan. Apa kalau Sampeyan membela saya akan naik surga? Biarlah semua berjalan sesuai waktunya" "Gus, bukan surga yang kami bela. Kami membela Panjenengan, lain tidak, Gus!" "Lho, lha saya sudah punya pembela di Jakarta sana, para pengacara dan penasihat hukum... terus kenapa Sampeyan semua ngotot mau belain saya?" "Saya bela Panjenengan karena PRESIDEN, titik!" GD: "ooooh...?" (sayang beliau cacat netra, sehingga Pak Banser tidak bisa menangkap "belalakan" matanya...) 2. Rakyat pinggir hutan. Di selatan Kab. Tulungagung rakyat mulai berlaku anarkis. Kerjaan mereka sekarang selalu menebang pohon-pohon mahoni milik PERHUTANI. Mereka tak lagi takut pada petugas. Petugas pun juga takut melarang mereka. Takut karena jumlah dan juga takut dituduh semena-mena, melanggar HAM atau menyalahi prosedur. Namun ada saja polisi hutan yang mencoba memperingatkan kepada penebang liar itu akan hakekat hutan yang milik pewaris bangsa. Jawaban penebang liar: "Siapa bilang pohon-pohon ini milik generasi nanti. Yang jelas pohon-pohon ini dulu kami ikut menanamnya, atas perintah PAK HARTO, dalam proyek penghijauan. Lha karena sekarang Pak Harto sudah lengser, berarti pohon-pohon ini termasuk warisan Pak Harto untuk rakyatnya yang ditinggalkan... Kalau Gus Dur marah, karena kami menebang pohon warisan Pak Harto, suruh saja Gusdur memerintahkan penanaman pohon pohon lagi. Itu yang nanti menjadi warisan Gus Dur setelah meninggalkan pemerintahan... gitu lho Mas!" (disadur dan sangat dimodifikasi dari cerita aktifis PDI-P daerah Tulung Agung) Ki Denggleng Pagelaran -------------------------- apa bedane uwong ambek manungsa? ----- Original Message ----- From: "mBin" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, February 22, 2001 2:55 PM Subject: Re: [Kuli Tinta] Senggolan Berita 210201 dalam araas yang ke sekian, netral adalah tanda kepengecutan, bisa karena kelompoknya sedang dihinakan, atawa nggak yakin pada kelompok yang ada, nunggu en lihat aja arusnya.... itu kata saya selalu, tidak spesial untuk bung nopi, lho..... wass, mBin ----- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke