Mas kitaro saya sebenarnya tertarik dengan beberapa
tulisan anda tentang swasembada pangan. Tetapi saya
kurang fokus pada tulisan anda. karena lebih banyak
yang lebih menitik beratkan pada kerangka politik belaka
tanpa melihat kondisi obyektif dimasyarakat; bukankah itu
watak menara gading yang sudah banyak menyerang para
intelektual kita mas?
Saya ingin sekali coba membumikan tiori-tiori pertanian
anda dengan kondisi dunia yang mengarah pada
industrialisasi/modernisasi dan pemberdayaan masyarakat.
Bisakah atau usul saya adakah milis yang khusus membicarakan
"ketahanan masyarakat Pertanian" bukan ketahanan buatan
TNI-lo, atau miliknyanya HKTI -ya (ORBA) siapa tahu ada trobosan
trobosan bagi masyarakat pertanian.
Ngomong-ngomong; benar ngak secara sosiologis pertanian dibagi
tiga golongan mas maaf menyimpang dari subjek saya mohon subjek anda yang
membuatnya, itung-itung saya belajar pertanian dari anda;
Kriteria Petani:
1. Petani (pemilik tanah dan pengarap tanahnya sendiri)
2. Tani Buruh (pemilik tanah dan juga mengarap tanah orang lain)
3. Buruh tani (tidak punya tanah sama sekali)
Sekarang ini yang terbesar di pedesaan yg mana; untuk sementara
kita khususkan jawa-Bali sebagai lumbung padi di Indonesia.
Saya mohon dikritisi.
MYP
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
