From: "My Populis" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, February 22, 2001 10:16 PM Subject: Re: [Kuli Tinta] (tanya mas) Menguntai Manikam Masih Mungkinkah? Mas kitaro saya sebenarnya tertarik dengan beberapa tulisan anda tentang swasembada pangan. Tetapi saya kurang fokus pada tulisan anda. karena lebih banyak yang lebih menitik beratkan pada kerangka politik belaka tanpa melihat kondisi obyektif dimasyarakat; bukankah itu watak menara gading yang sudah banyak menyerang para intelektual kita mas? ----------------------------------------------- nDak papa Mas. Suatu tanggapan sedikit saja sudah cukup. Paling tidak ada alasan buat melanjutkan langkah..:-]) Memang sekarang sedang jamannya politik jadi panglima lagi rupanya. Mas MYP mestinya tahu kan, mengapa komisi VI DPR menjadi tempat sampah buangan dari KOMISI II? Tak lain karena di situ seharusnya para wakil rakyat (rakyat itu ternyata 56% tenaga kerja aktifnya petani dan nelayan lho) memperjuangkan pembangunan pertanian. Tentang menara gading, apa bukannya malah kebalik Mas? Bukankah sekarang banyak penghuni menara gading sedang berbondong-bondong pindah tempat ke Posko-2 atau bahkan Gardu Cakruk? Menilik pernyataannya yang ndak suai blas dengan gelar-gelar akademis yang mereka sandang ke mana-mana. ----------------------------------------- Saya ingin sekali coba membumikan tiori-tiori pertanian anda dengan kondisi dunia yang mengarah pada industrialisasi/modernisasi dan pemberdayaan masyarakat. Bisakah atau usul saya adakah milis yang khusus membicarakan "ketahanan masyarakat Pertanian" bukan ketahanan buatan TNI-lo, atau miliknyanya HKTI -ya (ORBA) siapa tahu ada trobosan trobosan bagi masyarakat pertanian. --------------------------------- Ada Mas, saya pernah bikin milis dan sekarang masih eksis walaupun kurang aktifitas. Ada dua malah. Yang pertama bernama [EMAIL PROTECTED] yang semula saya maksudkan menjadi embrio kegiatan para thing-tank pertanian, khususnya teman-teman angkatan saya. Dari situ saya arahkan untuk menjadi konsumsi umum, dalam milis [EMAIL PROTECTED] Tapi ya itu, setelah dapat anggota... tiba-tiba diem semua. --------------------------------------------- Ngomong-ngomong; benar ngak secara sosiologis pertanian dibagi tiga golongan mas maaf menyimpang dari subjek saya mohon subjek anda yang membuatnya, itung-itung saya belajar pertanian dari anda; Kriteria Petani: 1. Petani (pemilik tanah dan pengarap tanahnya sendiri) 2. Tani Buruh (pemilik tanah dan juga mengarap tanah orang lain) 3. Buruh tani (tidak punya tanah sama sekali) Sekarang ini yang terbesar di pedesaan yg mana; untuk sementara kita khususkan jawa-Bali sebagai lumbung padi di Indonesia. Saya mohon dikritisi. MYP --------------------------------------- kurang satu, yi. tuan tanah. Pemilik dan tidak aktif mengolah namun menentukan lahannya. Dan ini cenderung meningkat tajam pada era rezim kemarin, dengan hasil ribuan petani harus hengkang menjadi transmigran, Mas. Yang sekarang mulai ter-rongrong dengan ulah petani-2 buruh untuk menguasai lagi lahan-lahan mereka. (habis banyak transmigran kepaksa pulang sih) Kalau dihitung jumlah jiwa ya tentu saja bagian buruh tani yang paling banyak. Setidaknya tani-buruh. lha buktinya dulu KUT bisa mengocor sampai 8.4 trilyun itu.. :-[}) nuwun, FK ---------------------- Sing penting Saiki! ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke