Salam.

Uraian "Kanan" dan "Kiri", dari My Populis, sungguh
menggugah. Betapa disana banyak akar pikiran kita, di
Indonesia, yang melenceng kesana-kemari. Termasuk
saya. 
Namun, dari uraiannya, saya jadi ingin bertanya.
Mengapa dalam penjabaran Kanan dan Kiri, yang berakar
dalam dan punya senggolan paham dari pertempuran Marx
dan Kapitalsime itu, di Indonesia menjadi lain.
Apalagi jika meneropong wacana Orde Baru. Maklum,
sebagai orang yang 32 tahun diregimentasi
Pancasilais-Soeharto, saya agak tak begitu paham
dengan penjuluran Kanan dan Kiri (Islam dan PKI) yang
begitu saja digelontorkan Kekuasaan dan militer.
Lalu, jika memang terjadi hibridasi, dalam konteks
keindonesiaan (Orba) mengadopsi Kanan dan Kiri --
karena kepentingan politik kekuasaan, misalnya --
kenapa kok bisa berbeda dengan berbagai akar dan
pengembangan Kanan-Kiri yang diformat saudara My
Populis. 
Semoga, ini pun mendapat jawab se-komprehensip
Kanan-Kiri kemarin.

septi


--- My Populis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> AKAR FASISME ADALAH AGAMA_S0SiALISME_NASIONALISME
> Fascismo adalah gerakan politik yang dibentu oleh
> pemimpin ex-
> sosialis, Benito Mussolini (1883-1945).
> 
> Nah oleh sebab itu tiori dari buku itu buat apa
> dibaca;
> lebih baik baca tiori yang benar-benar berlatar
> belakang
> konserpatifme dan progresifme. Anda yang sudah
> berumur pasti
> tahu apa yang melatarbelakangi istilah KANAN dan
> KIRI.
> 
> Istilah ini muncul setelah REVOLUSI prancis yang
> menghacurkan
> sistem monarki di Pransis yang melahirkan masyarakat
> Kapitalis
> sampai sekarang. Kanan disimbolkan kubu yang
> mendukung faham
> lama dan kiri menunjukan faham baru (bukan hanya
> marxis dan
> leninis). Oleh sebab itu banyak-banyaklah membaca
> buku yang
> bercerita tentang REVOLUSI baik Revolusi 17 Agustus
> (di
> Indonesia), REVOLUSI IRAN, Revolusi CINA dll
> 
> Perkembangan selanjutnya terjadi penyimpangan; yang
> lebih
> dikenal dengan istilah "EXTRIM ata ULTRA" KANAN atau
> KIRI atau
> ULTRA NASIONALISTIK seperti faham FASISME.
> 
> Marxisme dan Leninisme adalah faham kiri; selain
> faham-faham
> sosialis yang lainnya di luar Marxis dan Lenin,
> Seperti filsafat pra-
> marxis feurbah, engel, Hegel, yang terus berkembang
> melahirkan
> pemikiran seperti Ali sariati, Gramchi, Mandel pada
> pertengahan
> abat 19 dan malah pemikiran sosdem seperti willy
> Brandt juga
> Sukarno (baca pledoi sukarno/indonesia mengugat)
> mengaku kiri;
> 
> Extrim Kiri dipelopori oleh STALINISME (setelah
> Lenin meninggal)
> dan diteruskan oleh POLPOT (diluar jasanya menghalau
> negara
> imprialis yang menjajah negaranya). Kubu ini dieropa
> disebut kubu
> Anarxisme, yang ingin cepat selesai dengan cara
> kekerasan. Dan
> menjadi kelompok sempalan kecil (kelompok teror) di
> Yunani, sebuah
> negara yang paling kuat faham kirinya. Partai
> Komunis Jepang
> sendiri punya sayap bersenjata namanya Brigade merah
> tetapi
> setelah dikuasai pemikiran Stalisisme Brigade merah
> diputuskan
> tidak menjadi bagian dari Partai (karena menjadi
> ULTRA sosialis).
> 
> Kubu Kanan; biasanya yang mempertahankan pemikiran
> lama.
> Dari mulai pemikiran totaliterisme Machiaveli sampai
> Ultra
> Nasionalisme dan Agama seperti Fasisme. Yang
> mengasung
> sosialisme dan agama juga dengan cara-cara
> machiavelian
> totaliter dan bercirikan RAS seperti partai NAZI
> (Nasionalis Sosialis)
> perinsipnya sangat melindungi kaum agamawan katolik
> jerman
> sebagai ras ulung dan menghalau YAHUDI dan musuh
> mereka.
> Dasar pemikiran/Ideologi fasis adalah: Friedrich
> Nietszche (1843-
> 1900), Georges Sorel (1847- 1922), dan Vilfredo
> Pareto (1848-
> 1923). Dari sini anda bisa bicara agama; Sosialis
> dan Negara.
> Karena Hitler dan malah Muso dulu bekas (ex) partai
> Sosialis
> Revolusioner Italia. Kesalahan pikiran fasis adalah
> kebangaan/heroisme pada bangsa/RAS (komunitas
> tertentu) yang
> belebihan dengan dalih Sosialisme dan juga agama.
> Pembantaian
> Yahudi pembenaran bagi keagungan Ras Aria. Lebih
> baik dari pada
> anda baca ngak mutu itu pelajari dasar-dasar
> fasisme. Tau ngak,
> bahwa pengikut Fasis di indonesia juga ada; malah
> katanya, Agus
> salim itu pencetus partai fasis Indonesia.
> 
> Jadi maaf saya sekali lagi tidak tertarik membaca
> buku tersebut
> karena banyak juga orang menyalahartikan kata-kata
> Totaliter.
> Orang juga sudah sembarangan bicara salah pada
> pemikiran
> marx tetapi tidak pernah membacanya. Orang bicara
> Lenin salah
> tetapi juga tidak pernah membacanya; yang orang
> lihat hanya
> pendapat hanya kubu yang anti terhadap pandangan
> itu; tidak
> sebaliknya. Salah satu kritik kaum sosdem eropa
> terhadap kejatuhan
> Uni sovyet  di jelaskan karena kekalahan/perang
> Informasi yang
> dikuasai Amerika serikat (pers berperan dalam
> menjatuhkan negara)
> sesuai dengan pendapat Napoleon. Sayangnya yang
> diemban oleh
> media sudah berubah menjadi media penghamba
> modal. Penghamba Coca-cola dan Malboro.
> Kalau Indonesia bagaimana?
> 
> Marx mengatakan kekuasaan Buruh pada tataran bahwa
> masyarakat
> industri yang ditandai oleh dua klas Proletar dan
> pemilik modal dalam
> menjalankan roda ekonomi. Kapitalis akan mati
> sendiri akibat over
> produksi dari sistim kapitalis yang mereka anut. Hal
> ini benar dengan
> ditandai beberapa krisis dunia sejak diberlakukan
> sistem ini. terakhir
> masalah Globalisasi dampak WTO dan APEC. Marx
> membalik
> pemikiran tersebut seperti kritiknya kepada Hegel
> yang mengatakan
> orang yang berjalan dengan kaki terbalik. Bahwa yang
> harus
> dijalankan adalah kekuasaan diatur oleh masyarakat
> industri/pekerja
> yaitu buruh. Dan Lenin mematrialkannya dalam bukunya
> Negara dan
> Revolusi dalam bentuk Dewan buruh. Sampai akhirnya
> kepemilikan
> dimiliki bersama (tidak ada saling menguasai;
> gampangya seperti
> film startrexlah). Terlepas utopia atau tidak
> terlepas berhasil atau
> tidak, terlepas dikuasai diktaktor/Stalin atau
> tidak. Sebenarnya
> pemikiran Marx dan Lenin harusnya anda pelajari
> benar atau tidak
> dia mengusung pemikiran totaliterisme dari
> penulisnya langsung.
> Mana ada totaliterisme jika bercita-cita masyarakat
> tanpa klas
> (manifesto komunis=Marx).
> 
> Kaum agamawan dan demokrat pada abat ke 19 tidak
> bisa
> meninggalkan pemikiran moderen dari marx sebagai
> salah satu
> konseptor tiori sosial modern tentang tiadanya
> masyarakat tanpa
> kelas (bagaimana ada totaliterisme kalau kelas saja
> tidak ada).
> Karena sekarang lagi in pemikiran jalan tengah
> (Eropa) dan posmo
> seperti (mungkin yang anda sebut), sebaiknya ada
> pelajari dulu
> pikiran kiri. Saya kutipkan tulisan seorang SOSDEM
> (demokrat)
> yang sangat anti komunis dan juga musuh kaum kanan
> yaitu Shimon
> peres (SM) mantan PM ISRAEL;
> 
> "Saya ingat pada suatu simposium yang pernah kita
> adakan
> (SOSDEM/DEMOKRAT); disitu ada kalangan sosialis dan
> kalangan
> kapitalis, dan salah satu kalangan kapitalis
> menunjukan jarinya lalu
> berkata. "Jika anda seorang sosialis, jangan lupa
> bahwa sosialisme
> itu seperti Titanic, sebuah kapal yang melakukan
> perjalanan yang
> sangat mengesankan dan kemudian menabrak gunung es
> lalu
> tengelam. Kapal anda seperti Titanic, akan tengelam
> dilautan."
> Dan saya menjawab (SM) "Anda salah, Sosialisme tidak
> seperti
> Titanic, sosialisme seperti lautan. Lautan tidak
> akan pernah
> tengelam. Kapal bisa tengelam, demikian juga
> penumpangnya.
> Namun Peradaban tidak akan pernah tengelam.
> ---Dikutib dari buku "Shaping Globalitation-
> Internasional 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Auctions - Buy the things you want at great prices! http://auctions.yahoo.com/

...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke