AKAR FASISME ADALAH AGAMA_S0SiALISME_NASIONALISME
Fascismo adalah gerakan politik yang dibentu oleh pemimpin ex-
sosialis, Benito Mussolini (1883-1945).

Nah oleh sebab itu tiori dari buku itu buat apa dibaca;
lebih baik baca tiori yang benar-benar berlatar belakang
konserpatifme dan progresifme. Anda yang sudah berumur pasti
tahu apa yang melatarbelakangi istilah KANAN dan KIRI.

Istilah ini muncul setelah REVOLUSI prancis yang menghacurkan
sistem monarki di Pransis yang melahirkan masyarakat Kapitalis
sampai sekarang. Kanan disimbolkan kubu yang mendukung faham
lama dan kiri menunjukan faham baru (bukan hanya marxis dan
leninis). Oleh sebab itu banyak-banyaklah membaca buku yang
bercerita tentang REVOLUSI baik Revolusi 17 Agustus (di
Indonesia), REVOLUSI IRAN, Revolusi CINA dll

Perkembangan selanjutnya terjadi penyimpangan; yang lebih
dikenal dengan istilah "EXTRIM ata ULTRA" KANAN atau KIRI atau
ULTRA NASIONALISTIK seperti faham FASISME.

Marxisme dan Leninisme adalah faham kiri; selain faham-faham
sosialis yang lainnya di luar Marxis dan Lenin, Seperti filsafat pra-
marxis feurbah, engel, Hegel, yang terus berkembang melahirkan
pemikiran seperti Ali sariati, Gramchi, Mandel pada pertengahan
abat 19 dan malah pemikiran sosdem seperti willy Brandt juga
Sukarno (baca pledoi sukarno/indonesia mengugat) mengaku kiri;

Extrim Kiri dipelopori oleh STALINISME (setelah Lenin meninggal)
dan diteruskan oleh POLPOT (diluar jasanya menghalau negara
imprialis yang menjajah negaranya). Kubu ini dieropa disebut kubu
Anarxisme, yang ingin cepat selesai dengan cara kekerasan. Dan
menjadi kelompok sempalan kecil (kelompok teror) di Yunani, sebuah
negara yang paling kuat faham kirinya. Partai Komunis Jepang
sendiri punya sayap bersenjata namanya Brigade merah tetapi
setelah dikuasai pemikiran Stalisisme Brigade merah diputuskan
tidak menjadi bagian dari Partai (karena menjadi ULTRA sosialis).

Kubu Kanan; biasanya yang mempertahankan pemikiran lama.
Dari mulai pemikiran totaliterisme Machiaveli sampai Ultra
Nasionalisme dan Agama seperti Fasisme. Yang mengasung
sosialisme dan agama juga dengan cara-cara machiavelian
totaliter dan bercirikan RAS seperti partai NAZI (Nasionalis Sosialis)
perinsipnya sangat melindungi kaum agamawan katolik jerman
sebagai ras ulung dan menghalau YAHUDI dan musuh mereka.
Dasar pemikiran/Ideologi fasis adalah: Friedrich Nietszche (1843-
1900), Georges Sorel (1847- 1922), dan Vilfredo Pareto (1848-
1923). Dari sini anda bisa bicara agama; Sosialis dan Negara.
Karena Hitler dan malah Muso dulu bekas (ex) partai Sosialis
Revolusioner Italia. Kesalahan pikiran fasis adalah
kebangaan/heroisme pada bangsa/RAS (komunitas tertentu) yang
belebihan dengan dalih Sosialisme dan juga agama. Pembantaian
Yahudi pembenaran bagi keagungan Ras Aria. Lebih baik dari pada
anda baca ngak mutu itu pelajari dasar-dasar fasisme. Tau ngak,
bahwa pengikut Fasis di indonesia juga ada; malah katanya, Agus
salim itu pencetus partai fasis Indonesia.

Jadi maaf saya sekali lagi tidak tertarik membaca buku tersebut
karena banyak juga orang menyalahartikan kata-kata Totaliter.
Orang juga sudah sembarangan bicara salah pada pemikiran
marx tetapi tidak pernah membacanya. Orang bicara Lenin salah
tetapi juga tidak pernah membacanya; yang orang lihat hanya
pendapat hanya kubu yang anti terhadap pandangan itu; tidak
sebaliknya. Salah satu kritik kaum sosdem eropa terhadap kejatuhan
Uni sovyet  di jelaskan karena kekalahan/perang Informasi yang
dikuasai Amerika serikat (pers berperan dalam menjatuhkan negara)
sesuai dengan pendapat Napoleon. Sayangnya yang diemban oleh
media sudah berubah menjadi media penghamba
modal. Penghamba Coca-cola dan Malboro.
Kalau Indonesia bagaimana?

Marx mengatakan kekuasaan Buruh pada tataran bahwa masyarakat
industri yang ditandai oleh dua klas Proletar dan pemilik modal dalam
menjalankan roda ekonomi. Kapitalis akan mati sendiri akibat over
produksi dari sistim kapitalis yang mereka anut. Hal ini benar dengan
ditandai beberapa krisis dunia sejak diberlakukan sistem ini. terakhir
masalah Globalisasi dampak WTO dan APEC. Marx membalik
pemikiran tersebut seperti kritiknya kepada Hegel yang mengatakan
orang yang berjalan dengan kaki terbalik. Bahwa yang harus
dijalankan adalah kekuasaan diatur oleh masyarakat industri/pekerja
yaitu buruh. Dan Lenin mematrialkannya dalam bukunya Negara dan
Revolusi dalam bentuk Dewan buruh. Sampai akhirnya kepemilikan
dimiliki bersama (tidak ada saling menguasai; gampangya seperti
film startrexlah). Terlepas utopia atau tidak terlepas berhasil atau
tidak, terlepas dikuasai diktaktor/Stalin atau tidak. Sebenarnya
pemikiran Marx dan Lenin harusnya anda pelajari benar atau tidak
dia mengusung pemikiran totaliterisme dari penulisnya langsung.
Mana ada totaliterisme jika bercita-cita masyarakat tanpa klas
(manifesto komunis=Marx).

Kaum agamawan dan demokrat pada abat ke 19 tidak bisa
meninggalkan pemikiran moderen dari marx sebagai salah satu
konseptor tiori sosial modern tentang tiadanya masyarakat tanpa
kelas (bagaimana ada totaliterisme kalau kelas saja tidak ada).
Karena sekarang lagi in pemikiran jalan tengah (Eropa) dan posmo
seperti (mungkin yang anda sebut), sebaiknya ada pelajari dulu
pikiran kiri. Saya kutipkan tulisan seorang SOSDEM (demokrat)
yang sangat anti komunis dan juga musuh kaum kanan yaitu Shimon
peres (SM) mantan PM ISRAEL;

"Saya ingat pada suatu simposium yang pernah kita adakan
(SOSDEM/DEMOKRAT); disitu ada kalangan sosialis dan kalangan
kapitalis, dan salah satu kalangan kapitalis menunjukan jarinya lalu
berkata. "Jika anda seorang sosialis, jangan lupa bahwa sosialisme
itu seperti Titanic, sebuah kapal yang melakukan perjalanan yang
sangat mengesankan dan kemudian menabrak gunung es lalu
tengelam. Kapal anda seperti Titanic, akan tengelam dilautan."
Dan saya menjawab (SM) "Anda salah, Sosialisme tidak seperti
Titanic, sosialisme seperti lautan. Lautan tidak akan pernah
tengelam. Kapal bisa tengelam, demikian juga penumpangnya.
Namun Peradaban tidak akan pernah tengelam.
---Dikutib dari buku "Shaping Globalitation- Internasional Conference
17 und 18 th of June 1998 Willy Brandt Hous, Berlin.

Terima kasih atas informasinya; semogga banyak orang mengerti
sudah banyak orang yang terpelintir sehingga tidak tahu lagi dasar
tiorinya. Sehingga mulailah kita merunut tiori-tiori sosial dasar yang
dahulu ditabukan untuk membelah dunia yang kabur ini.
Jadi benarkan kesalahnya bukan pada konsep tiori sosialnya
tetapi kepentingannya bukan idiologinya. Sehingga tiori sosial apapun dapat
diserap untuk kepentingan ekonomi dan politik
semata. Maaf saya belum baca sewaktu-waktu (jika ada uang)
akan saya baca. Dapat dibeli dimana?

MYp



-----Original Message-----
From: sahul sunda <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 21 Februari 2001 19:50
Subject: Re: [indonesia_damai] Re: tanya: Amerika vs. Irak


>1)  Saya sudah terlalu tua untuk disebut "intelektual muda", dan
>    lagi pula saya bukan intelektual.
>2)  Ekstrem kiri dan ekstrem kanan mungkin dan bisa bersatu karena
>    "mind set" sama, yaitu pikiran yang sifatnya totaliter.
>3)  Saya sarankan baca "THE ORIGIN OF TOTALITARIANISM" karya
>    Hannah Ahrendt. Memang agak tebal, kl. 200 halaman.
>    Buku ini menerangkan psikodinamika ideolog/politisi yang otaknya
>    keplintir ke kiri dan ke kanan, asal pokoknya bisa kuasa.
>
>    Ini kan yang sekarang sedang terjadi pada banyak orang!
>



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke