Dari namanya orang sudah bisa menduga. Paijo itu pasti orang Jawa. Betul
sekali. Dia orang Palur asli, sebuah desa dipinggir kota kelahiran saya,
Solo. Bukan doktor atau mropesor. Profesinya cuma guru silat biasa. Tentu
saja, ya silat jawa . Spesialisasinya ditekuninya dengan sabar
bertahun-tahun. Dia adalah peneliti sekaligus produsen jurus silat asli

Jurus kuno silat cina seperti "membuka jendela, memandang rembulan" , atau
"mencet gunung Thay , menghirup harumnya ", atau jurus pendekar mabuk
bu-tong-pay bukanlah suatu yang asing. Malahan kesemuanya telah dikembangkan
dan disatukan dengan jurus-jurus ampuh peninggalan para senapati Mataram dan
para satria Majapahit. Tidak mau kalah dari peneliti padi dari IPB, sudah
560 varietas jurus baru yang lahir di padepokannya.

Empat tahun sudah. Baru minggu yang lalu saya sempat menjenguknya. Palur
tidak banyak berubah. Tapi wajah Paijo yang tampak berubah.  Lebih bersinar
dan bergairah. Obrolan kita yang biasanya lebih didominir pada soal
olah-batin, sekarang ini bergeser kepada olah-kanuragan. Obrolan selalu saja
di interupsi oleh gerakan-gerakan silat indah yang seperti mengalir mbludak
dari batin Paijo. Luar biasa!. Pada suatu saat singkat, saya hitung dia
bergerak dalam empatpuluhdua jurus. Daun dan buah Talok yang tumbuh rindang
dihalaman pun tidak kuasa menahan pancaran tenaga dalam  gerakan-gerakan
dahsyat Paijo. Rontok berguguran dimana-mana.

Setelah jiwa dan raganya mencapai ketenangan lagi, barulah Paijo sempat
bercerita. "Mas, seperti kata banyak orang, setiap kejadian pastilah banyak
membawa hikmah. Masa reformasi ini, tegasnya masa kepemimpinan Gus Dur ,
memberikan banyak inspirasi pada saya. Tingkah laku beliau menjadi semacam
lantaran membanjirnya ilham terciptanya jurus-jurus baru. Kalau dulu selama
duapuluhtahun masa orde baru saya cuma berhasil mencipta dua jurus baru,
dalam dua tahun ini rata-rata dalam sehari tercipta dua jurus baru.
Alhamdulillah , semuanya ampuh sekali ".

"Coba Mas Dul nanti bisa lihat. Jurus saya ini namanya "Komplit Silit
Pulitik". Itu terutama jurus mempertahankan diri yang nyaris sempurna.
Seperti si gus itu lho..! gagal total , tapi bisa dipertahankan dengan amat
indahnya....nama jurusnya , apa?  apa itu ? komplit silit pelitik.., apa (
maksudnya mungkin konflik elite politik ). Semua kritik, semua yang
mengungkap kebobrokan, dibelokkan dan diartikan sebagai ambisi orang lain
buat mengganti kedudukannya! Piye, to Mas! Lha wong ora iso opo-po kok ora
gelem ngaku !? hebatnya banyak ngintelek yang termakan jurusnya! Dadi picek.
Tidak bisa melihat borok yang sudah meruyak seluruh tubuhnya.". Paijo
kemudian mendemonstrasikan Jurus Komplit Silit-nya. Pertahanan yang indah
meskipun mengandung unsur kelicikan dan kekejaman.

Penasaran pun timbul. Dengan bersenjatakan mandau dan tombak beracun saya
membuat serangan kilat kearah pak Paijo. Paijo pun dengan mangagumkan mampu
berkelit dengan mudah dan licin. Entah karena apa , pandangan saya sempat
gelap sejenak kena angin sambarannya.Dengak ngakak keras dia berkata: " Yang
saya pakai itu jurus "leher disembelih, jalan-jalan ke sahara" .  Itu juga
bagian dari Jurus Silit Pulitik. Anda kan sudah bisa membuktikan sendiri.
Cukup manjur untuk melawan jurus Sampit punya sampeyan itu. Yang ngelawan
Komplit Silit, pastilah buta alias picek, gelap-total mata kepunyaan para
pakar dan para intelek. Apalagi orang awam yang katanya sudah siap demokrasi
itu". Saya pun terpaksa manggut-manggut mengakui kehebatan jurus Silit itu.

Kunjungan ke Palur yang direncanakan setengah hari, dengan senang saya
perpanjang sampai dua hari. Saya pun sempat menikmati bermacam-macam jurus
karya anak bangsa pak Paijo yang jenius itu. Macam-macam, semua mengagumkan.
Jurus  Fitnah Zarima, Amin pun Teler, jurus yang amat busuk. Jurus Mega
Tugas Sehari-Hari, jurus tipu muslihat spesial menghadapi wanita agak gemuk.
Jurus begundal Matori Nyedot Umbel si gus, jurus peninggalan feodal yang
masih banyak penggemarnya. Jurus Pkb Nggandol Kimas, jurus simpanan
orang-orang berjiwa miskin. Jurus En-U Nebang Pohon. Jurus Bakar-bakaran,
jurus serangan balik yang artistik, menyala dan penuh flora-fauna. Jurus
Menerima Uang Zakat Sultan Brunei, jurus partai kay-pang penuh mental
pengemis rendahan. Jurus Cinta Aryantie, jurus penuh gelora syahwat . Juga
jurus pamungkas : Jurus Ambruk Negeri .  Jurus Melewati Sepuluh Ribu. Dan
Jurus Gus Dur Akhirnya Nggelundung . Dan sebagainya.

Wassalam
Abdullah Hasan.




Kirim email ke