Aduuuuuuuuh, ampun dech nih orang-orang yang memakai agama untuk tujuan
kepentingannya. Koq masih ada kasus beginian? Inget awal 1980-an, juga
terjadi kasus-kasus seperti ini. Tolong dong para pendeta dan ulama, jangan
lagi bikin provokasi yang merugikan kita bersama.

Toleransi umat Islam sangat besar sekali dengan agama-agama yang ada.
Bayangkan, dengan lebih 80 persen umat Islam di dalamnya, kita pernah
dipimpin oleh seorang non-Muslim, yakni PM Amir Sjafruddin. Mana ada negara
mayoritas seperti kita.

Juga buat kalangan Islam, hiduplah dengan suasana toleransi yang tinggi
dengan umat lain. Tiru abis, kehidupan beragama di negara Muawiyah, yang
dipimpin oleh dinasti sepupu Rasuallah. Bayangkan, dari negara Islam itu,
ada 5 (lima) warganya menjadi Paus di Vatikan, yakni Paus Johannes V
(685-686), Paus Sergius I (687-701), Paus Konstantin (708-715) dan Paus
Paus Gregorius (731-741). Mereka adalah kardinal dari negeri Islam
Muawiyyah. Bahkan waktu PM Mohammad Natsir jadi PM, 30% kabinetnya adalah
non-Muslim. Kompak bo ! Kayak gitu dong, jangan seperti begundal Al Azhar.


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke