Ada orang2 BEM-nggak disini, tolong dong dikomentarin
posting dari Bung GN?, itung2 sebagai penjelasan.

Salam,
------

GN Wrote,
Kemarin sore, Liputan 6, menampilkan Taufik R (BEM UI)
dan Kapolda Metro Jaya, soal 'Seruan mogok nasional'.

Soal mogok, seruan, himbauan moral, sudahlah. Aku sama
sekali tak peduli. Sebab, begitu banyak orang bilang,
dan mau-maunya sendiri. yang aku concern adalah
bagaimana soal runtur tidaknya mereka bicara, antara
alasan dan keputusan yang diambil.

Taufik, begitu lancar bicara. Kalau diperhatikan,
omongnya standar belaka. Mungkin dia sudah lama
menghafalkan kata-katanya itu. Sehingga, apa yang
disampaikan oleh penyiar maupun Kapolda, selalu mbulet
ke kalimat-kalimat yang sama.

salah satu alasan, mengapa ada seruan mogok nasional,
maka dengan tangkas si BEM bilang, bahwa rakyat sudah
menderita banyak, antara lain keterpurukan ekonomi.

Coba, bagaimana hubungan keterpurukan ekonomi, yang
sudah dikasih tahu sama Kapolda, bahwa mogok, atau
demo, bisa mengganggu kegiatan ekonomi, dengan
himbauan moralnya BEM agar semua mogok?

Pun begitu, apa sih yang sudah dilakukan oleh BEM
dalam upaya memperbaiki, setidaknya ikut membantu,
agar ekonomi bisa pulih, di mana salah satu indikator
kenaikan dolar adalah demo yang mencerminkan sikap
anti pemerintah itu?

Adakah BEM pernah melakukan kegiatan produktif, yang
mampu membuat kondisi ekonomi sedikit sejuk, selain
cuma demo yang berterus-terusan? Sama sekali tak ada.
Bahkan kegiatan mereka membuat pasar jadi tak tentu
arah, dan itupun ditambah dengan seruan mogok nasional
segala, dan dilakukan dengan alasan keterpurukan
ekonomi? Tanya, nih, dia itu dari fakultas apa?

Juga ketika Kapolda memperingatkan, bahwa eskalasi
masa bisa membuat rawannya keamanan, maka si BEM enak
saja bilang, bahwa BEM akan melakukan kegiatan secara
terkonsentrasi, sehingga urusan eskalasi keributan
adalah tanggungjawab Polri.

Masya Allah, bukan? BEM, Ok-lah, mereka hanya berada
di tempat tertentu saja. Tetapi bagaimana dengan
laskar Jumhur yang juga akan bergerak? Sebagai akibat
ingin solider dengan seruan BEM? Dan, kalau pun ada,
nanti, ada banyak kelompok masyarakat yang 'solider'
tapi punya tujuan lain?

Kalau BEM memang tahu tanggungjawab, maka tak cuma BEM
saja yang demo di satu tempat, tapi juga ajak mereka
semua berada dalam satu tempat pula. BEM yang ngajak,
tapi urusan repot orang lain (baca: Polri) yang musti
cuci-piringnya.

Maka aku bilang : Gak Kathik Taek-taekan, BEM !



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke