Tahu??, Moral dan mental mereka kan yg Bung maksud, dimana mereka
selalu bisa dimampaatkan oleh orang2 yg ada dan dekat dgn kekuasaan,
sebetulnya semua persoalan tidak ada yg rumit kok, kita aja yg
selalu membuatnya tambah rumit!, bukannya diserdehanain dulu setiap
persoalan baru kemudian dipecahkan atu atu,..ujung2nya..kelar juga
kan?, atau mungkin analisis saya salah.

Internet tempat segala macam bung?? happy, sad, sex, politic you can
find on it!!, bung Aswat pilih yg mana!.

Salam,
------

Aswat wrote,
Begini Bung,
Sebenarnya urusan pemisahan da restrukturisasi organisasi baik TNI
maupun Polri sudah selesai belum sih Bung?
Bung Novi tahu enggak sih sebenarnya apa yang terjadi dengan
kepolisian kita selama ini? Persoalannya bukan hanya sekedar
menambah anggaran (itupun kalau ada dan mungkin) namun tidak
sesederhana itu Bung!
Kecuali kalau kita hanya ingin berhappy ria di internet.


----- Original Message -----
From: BKC1214 Nopi Hidayat
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, March 12, 2001 4:50 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Maka aku bilang....

canggih atau tidak scenarionya, mudah2an tetap didasarkan
oleh nurani yg bersih untuk mengubah sesuatu yg sudah baik
menjadi lebih baik (walaupun mengunakan cara yg berbeda
untuk pelaksanaannya).

POLRI,..kita tambah, bayar pakai uang pajak yg kita bayar,
kalau itu menjadi kekuatiran bung?.

Salam,
------

Aswat wrote,
Pernah masuk kampus dan melihat keterlibatan mhs dalam pemilu?

Bagaimanapun juga ini sebuah scenario yang canggih dan butuh
perencanaan yang matang. Saya tadi kasihan mendengar polisi
mengalokasikan sumbernya karena sebagian besar kini berada di
Sampit, dan banyak juga yang di  Aceh, dan Irian.

----- Original Message -----
From: BKC1214 Nopi Hidayat
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, March 12, 2001 11:02 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Maka aku bilang....

Ada orang2 BEM-nggak disini, tolong dong dikomentarin
posting dari Bung GN?, itung2 sebagai penjelasan.

Salam,
------

GN Wrote,
Kemarin sore, Liputan 6, menampilkan Taufik R (BEM UI)
dan Kapolda Metro Jaya, soal 'Seruan mogok nasional'.

Soal mogok, seruan, himbauan moral, sudahlah. Aku sama
sekali tak peduli. Sebab, begitu banyak orang bilang,
dan mau-maunya sendiri. yang aku concern adalah
bagaimana soal runtur tidaknya mereka bicara, antara
alasan dan keputusan yang diambil.

Taufik, begitu lancar bicara. Kalau diperhatikan,
omongnya standar belaka. Mungkin dia sudah lama
menghafalkan kata-katanya itu. Sehingga, apa yang
disampaikan oleh penyiar maupun Kapolda, selalu mbulet
ke kalimat-kalimat yang sama.

salah satu alasan, mengapa ada seruan mogok nasional,
maka dengan tangkas si BEM bilang, bahwa rakyat sudah
menderita banyak, antara lain keterpurukan ekonomi.

Coba, bagaimana hubungan keterpurukan ekonomi, yang
sudah dikasih tahu sama Kapolda, bahwa mogok, atau
demo, bisa mengganggu kegiatan ekonomi, dengan
himbauan moralnya BEM agar semua mogok?

Pun begitu, apa sih yang sudah dilakukan oleh BEM
dalam upaya memperbaiki, setidaknya ikut membantu,
agar ekonomi bisa pulih, di mana salah satu indikator
kenaikan dolar adalah demo yang mencerminkan sikap
anti pemerintah itu?



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke