yang agak gerah dengan kompol adalah porteng. nampaknya gd hanya
mengadakan kompol dengan tni, golkar dan pdip. porteng nampaknya nggak
diajak lagi, jumlah suara nampaknya udah cukup. hamzah haz jauh2 hari udah
nyambut gembira kompol, nampaknya karena diuekin, nggak heran kalau ppp
melalui ali marwan agak sewot. ar dan kelompok pan nya nggak kebagian di
kompol, hanya mengharapkan harapan terakhir di si.
ridwan
----------------------------------------------
At 11:03 PM 4/1/01 -0700, you wrote:
>
>Yang diangan-angan bentuknya seperti itu, namun yang
>di lapangan lain lagi. AR dengan sinis menyebut kompol
>adalah dagang sapi. Bahkan 'resafel yang gimana pun,
>selama GD ndak lengser, ya percuma'.
>
>Kompol, memang belum nyata bentuknya. Kalau
>masing-masing komponen yang punya kewenangan membentuk
>kompol tadi mau menjadikan sebuah arena dagang sapi,
>ya, kenapa tidak? Tetapi, dalam bentuknya yang masih
>belum jelas, jika tak suka dagang sapi, kenapa tidak
>memberi gambaran arah lain?
>
>Ali Marwan dari PPP juga keluar dengan komentar yang
>rada gendeng. Bahwa kompol itu sudah tidak relevan,
>karena dikeluarkan pada saat kepepet.
>
>Lhah ?
>
>Kepepet ? siapa kepepet ? Siapa mepet ? Benarkah telah
>ada kesimpulan siapa mepet dan siapa kepepet tadi ?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--