Semalem, kakak sulung Ki Sondong Mandali (nama aslinya
Daliman) dari Banyumanik memberikan nasihat lewat
talipon tanpa kabel alias lewat Aji Gineng.
"Nggleng, kamu kok bingungan, menghadapi ontran-ontran
sekarang ini. Semua ini kan jadi kayak begini karena orang-
orang melupakan bahwa Rencana Sebagus apapun akan
bisa melenceng dan berubah bila menghadapi REALITA"
"Maksud Kakang gimana? Lha misalnya dulu kok sanggup
panitia yang hanya 9 kepala menyusun suatu rumusan
pembukaan Undang-Undang Dasar dalam waktu tak lebih
dari 24 jam, sekarang ada 700 kepala dengan gedung
megah ber-AC dan bermobil mewah, mengamandemen
isinya saja ndak mampu?"
"Huussy, Nggleng, jangan jauh-jauh.. Tapi baiklah tak kandhani
adhiku Ragil ini. Eman-eman Nggleng kalau kowe ikutan
larut mbingungi. Dengarkan serius lho kata-2 Kang Sondong
ini. Tak mulai dari istilah Indonesia saja Nggleng. Apakah
kowe yakin sesuai dengan tingkat sekolahmu yang setinggi
Pring Petung itu, bahwa Indonesia itu ada?"
"Lhoh, kan jelas ada to Kang. Wong nyatanya dunia internasional
itu kalau ada perlu-perlu pasti nyebut Indonesia dulu, baru
yang lain-lainnya. Buktinya, presiden Buta kita itu diajeni
juga di PBB ketika pidato hanya 5 menitan, perhatiannya
justru melebihi BK dulu?"
"Weleeeh... kowe ngerti kerjaan Kakangmu ini?"
"Tukang Manuk Perkutut... hehehe.. apa hubungane Kang?"
"Tandane apa kalau Kakangmu Sondong Mandali ini juragan
Perkutut?"
"Di depan rumah Sampeyan pating carenthel Kurungan
Perkutut"
"Lha persis ketok GOBLOG mu Leee.. Ooooh Leee Denggleng,
pantes amat pilihan nama cyber-mu itu. Ya kayak kamu itu
pendapat orang-orang melihat Indonesia. Indonesia hanya
kurungan, Le. Coba saja misalnya kalau salah satu atau
semua kurungan tak isi dengan burung Prit Ganthil, yang
model "lorek-lorek"-nya sama dengan Perkutut. Apa pendapat
orang awam lewat di depan rumah sini?"
"Hehehe.. Sampeyan tetap dianggap Tukang Kutut hahahahaa...
Eh, Kang, Kok nyangkut-nyangkut Prit Gantil?"
"Ya ini hanya amsal saja kok Le. Prit Ganthil itu kan burung
jahanam. Kalau mau nelor nitip ke burung Prenjak. Bila
sarang prenjak telah ada telornya, telor prenjak dibuangnya.
Setelah gedhe sebelum lengkap bulunya, dia njrunthul
melarikan diri, agar ndak ketahuan kalau dia Prenjak
Palsu. Setelah dewasa, mulai bernyanyi bersahutan
menyeramkan jantan betina 'thiit... thiit.. thililililli...'
disambut 'thit thot thiiiit.. thit thot thiiiit'.. terus bercumbuan,
untuk bikin telor-telor lagi dan njahilin sarang prenjak
lagi. Bayangkan Le, Prenjak yang membesarkannya
kemudian merasa kehilangan anak karena si Anak
minggat melarikan diri?"
"Ennnnnnnng... embuh Kang... Sampeyan iku kok lee..."
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--