"Lho rak tenan tah, guoblogmu itu lho. Blajar lagi Le.. ayoh nek
kowe pengin nglantih dhiri.. sambata nang Kakangmu Sondong
Mandali iki..."
"Ya wiss... ngalah... Pancen Sampeyan itu orang Cerdas kok
Kang. Sayang ndak jadi ngelmuwan atau anggota Parlemen
hehehe.... Terusken Kang, tentang Indonesia!"
"Ngene lho Le, aku masih ingat waktu dulu kamu masuk SD
negeri di desa yang sekolahnya masih ngampung di rumah
penduduk, yang bernama Ibu Mangun Wiguno dulu, kalau
senin upacara bendera di halamannya mBah Harjo Miswan,
kamu kebagian jadi apa Le?"
"Hahahaa.. jelas dulu wong aku ini paling ngerti bahasa
Indonesia, aku disuruh melantangkan SUMPAH PEMUDA
Kang!"
"Isinya?"
"Weleh, ya jelas Kami Putra Putri Indonesia, Berbangsa
Satu Bangsa Indonesia, Bertanah Air Satu Tanah Air Indonesia,
Berbahasa Satu Bahasa Indonesia... mosok lali?"
"Lha iya Le, Nggleng.. itu kan sumpah pemuda versi orde baru,
wong orde baru itu hampir seumur hidupmu cumak serba
satu kok. Presidennya satu, Partai politik ndak ada, tapi
Golongannya cumak satu. Makanya disederhanakan seperti
itu. Pemoeda menjadi putra-putri. Menjunjung bahasa
kebangsaan yang satu, diubah jadi begitu. Tapi sadarkah kamu,
kalau kamu itu nangis atau misuh pakai bahasa apa?"
"Jawa"
"Kalau pergi ke timur pulag kampung, kamu bilang kemana?"
"Ke Jawa"
"Kalau kamu aktif di miling list bahasa dominan mu kelihatan
bahasa apa?"
"Jawa"
"Lho, mana Indonesiamu Le...."
"Embuh... lha Sampiyan yang ditanyakan seperti itu, kok?"
"Ya sudah contohnya apa?"
"Waktu Susi Susanti atau Rudi Hartono atau Liem Swie
King berjaya di Bulu Tangkis Dunia, yang menang siapa,
Kang?"
"Indonesia"
"Ketika dengar warta berita radio BBC, sampeyan dengar
yang bahasa apa Kang?"
"Indonesia"
"Kalau sampeyan tiba-tiba munggah kaji ke Mekah,
kamu akan mencari orang-orang apa di sana agar selamet?"
"Indonesia"
"Lho kan.. ya di situ itu Indonesia-nya Kang.. hehehe.. ada kan
Indonesia itu?"
"Lha iya tapi kamu nyebut Liem Swie King itu orang apa?"
"Wong Cino.. eh salah Orang Cina"
"Rudi Hartono?"
"Cina Suroboyo..."
"Alvin Lie.. yang anggota DPR?"
"Cina Semarang!"
"Hussy.... kowe ki.. Kwik Kian Gie?"
"Pancet Cina PDI-P... hehehe"
"Andi Mallarangeng?"
"Mbugis..."
"Bugis apa Makasar?"
"Babah pokok dari Celebes, mBugis, dari Maluku
Ambon, dari Kalimantan, nDayak... dari Sumantrah
mBatak... dari Jakarta...?"
"Lho, lha Indonesianya mana Le?"
"Iya ya Kang? Mana Indonesianya tadi? Indonesia yang
pernah jadi Juara All England, pernah memiliki Bali,
dsb...?"
"Mulane Le. Masih sedikit yang mengerti dengan Indonesia
dan keindonsiaannya Le. Seperti orang lewat yang melihat
kurungan Perkututku yang berisi Prit Ganthil tadi. Sayangnya
orang tadi lantas mengamat-amati dan meyakin-yakinkan
diri, bahwa PRIT GANTHIL itu adalah PERKUTUT!"
"Weeeew, nDak tahunya ngelmu sampeyan tentang Perkutut
itu telah menembus Indonesia Kang! Sambungane sesuk
yo Kang. Selak telat...!"
"Ya, wis tak enteni Aji Gineng mu sesuk."
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--