--- bari sutiono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Emangnya kenapa kalo dokter2 yang bukan "dokter"nya
> GD membuat pernyataan bahwa "berdasarkan pengamatan
> dan pengetahuannya sebagai ahli kedokteran"
> menyatakan GD itu sakit "sudah duduk lupa berdiri
> atau kepalang enak beol di wc istana"? 'kan sama aja
> seperti ahli hukum bicara tentang pelanggaran hukum
> yang dilakukan GD, atau ahli ekonomi tentang
> ketidakmampuan GD memahami keadaan ekonomi kita saat
> ini. Ingat sekali lagi bung, mereka bukan dokternya
> GD. Lain kalau mereka dokternya GD, buka rahasia
> penyakit pasiennya itu memang melanggar etika. Jadi
> bung, sekali lagi........yang realistis aja deh, GD
> emang sakit dan karena sakitnya itu ngga' bisa
> dipantesin jadi RI-1. Udah gitu aja gampang......
> salam,
> BS
----------
Itulah lainnya profesi dokter, Bar. Sebagian juga ada
di profesi Akuntan Publik. Informasi-informasi ada
yang terklasifikasi sedemikian rupa, sehingga menuntut
ditepatinya etik secara tegas. Semakin bung nulis,
semakin kentara ketidak-'enthos'-an bung memahami
etika profesi. Perhatikan mereka yang mencoba memberi
koreksi pada bung, tak ada satupun yang mengkaitkan
dengan hal lain, kecuali etika profesi kedokterannya,
bukan lalu pergi ke soal pantas enggaknya GD jadi
RI-1. Toh jadinya GD ke RI-1 juga ulah para politisi
yang punya niatan gak bener. Bahkan sudah banyak yang
ngingetin sebelumnya, seperti, antara lain, kang
Sobary.
Tapi, soal pendapat bung, jelas aku hanya melihatnya
dari segi kepatutan dalam menjunjung etika profesi
kedokterannya. Dan, sekali lagi, profesi ini memiliki
standar yang tak bisa seenak-udel seperti yang bung
bayangkan.
Kemarin ada artikel bagus, di salah satu koran di
Surabaya, pendapat dari seorang prof. berspesialisasi
seputar stroke (sayang aku lupa), yang mencontohkan,
bagaimana prof. Mahar Marjono, salah satu dokter
terbaik negeri ini, bahkan mengalami stroke lebih dari
apa yang dialami GD. Toh itu tidak mengurangi
integritas beliau. Kenapa ? Sama dengan GD, rupanya,
bahwa stroke yang menyerangnya itu hanya mengena di
bagian otak kecil. Ini tidak mempengaruhi fungsi luhur
(mungkin perlu ada dokter yang menjelaskan apa
maksudnya) seseorang. Hanya itu akan mempengaruhi
keseimbangan ketika berjalan saja, yang kadang-kadang
agak goyang-goyang.
Ndak enthos boleh, tapi jangan ngeyel.
Salam.
=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
http://personal.mail.yahoo.com/
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--