Dalam posting ini saya hanya akan mengungkapkan
suatu fakta. Boleh juga disebut realita. Kenyataan bahwa
rencana Wapres Megawati Soekarnoputri mencanangkan
Ketahanan Pangan di IPB gagal dilaksanakan di kampus
Darmaga.
Padahal pihak yang menjadi pelaksana (Fakultas Pertanian
IPB) dan pimpinan IPB sudah siap sedia menyiapkan
segala sesuatunya. Termasuk penanaman simbolik pohon
sukun sebagai sumber bahan pangan non biji.
Wapres hanya akan mengadakan acaranya di Istana Bogor.
Jadi penanaman tetap dilakukan di Kampus Darmaga,
tempatnya persis di seberang bangunan dari tanaman Pinus
yang ditanam oleh Bapaknya, yang akan diwakili oleh penanam
tertentu yang mendengarkan perintah wapres via telepon.
Namun bukan itu yang penting. Penggagalan acara Wapres
langsung di kampus IPB Darmaga dan Kebun Cikabayan,
adalah datang dari bagian Rumah Tangga Wapres, yang
menganggap bahwa IPB tidak siap menjamin keamanan
Sang Wapres. Pimpinan dan ketua panitia acara mencoba
mencari pihak yang dapat mengamankan acara, karena
tetap berharap acara berlangsung di lapangan, bukan di
Istana. Ada yang sanggup, untuk mengamankan 4 titik
kunjungan Wapres, dengan kekuatan satu titik satu SSK.
Hanya saja satu SSK tadi perlu biaya sebesar Rp. 50
juta. Itu yang IPB tidak sanggup. Sehingga harus menanggung
malu pada beberapa kolega, dengan melaksanakan acara
di Istana Bogor. Sudah pasti para undangan di sana nanti
bukanlah orang-orang yang berkaitan langsung dengan
KETAHANAN PANGAN. Paling tidak nggak ada urusan
dengan kebutuhan PANGAN.
Pelajaran menarik, bahwa menurut informasi salah seorang
senior yang menjadi anggota Senat Guru Besar, dalam
rapat pembicaraan acara itu, ada selentingan bahwa
suatu organisasi kemahasiswaan (lembaga formil) IPB
tidak menyetujui Wapres menginjak kampus IPB. Lembaga
itu pula yang sekitar Februari lalu melaksanakan temu
wicara dengan tokoh-2 reformis seperti A. Pnigoro, A.M.
Fatwa, A.A. Mallarangeng dan lain-lain. Di Kampus ini
juga sebulan yang lalu salah satu organisasi mahasiswa
keagamaan mengadakan diskusi panel tentang
PRESIDEN WANITA dalam artian mencari legitimasinya,
menyambung rencana adanya KOALISI PERMANEN.
(kok bisa ya?)
Menarik, karena bisa dibandingkan dengan kejadian
yang belum lama berselang, yi. kegiatan penanaman
SEJUTA POHON juga oleh Wapres yang dihadiri
oleh KETUA MPR dan KETUA DPR. Berarti ada yang
bersedia membayar biaya keamanannya. Apalagi melibatkan
3 personal penting di negeri ini..~:-((
Atau, karena ada unsur kedua orang selain MW itu, lantas
tidak ada ancaman keamanan?
Menarik juga bila dibandingkan dengan kehadiran Gus Dur
di UGM yang juga ditolak oleh sebagian mahasiswa. Lho,
kok tidak ada berita atau paling tidak konfirmasi bagian
Rumah Tangga Kepresidenan tentang kemungkinan
adanya penolakan itu? Atau memang tidak ada yang
sanggup menanggung keamanannya dengan bayaran
berapapun?
Pusing bukan? Maka saya setuju dengan seruan mailist
[EMAIL PROTECTED] untuk menghentikan
ngomongin ELITE. Toh sebenarnya elite itu ada pula
yang benar-benar memanfaatkan.. hehehe, walaupun hanya
senilai 50 juta rupiah per SSK. Lhah berapa kalau yang
sejumlah pengepung istana dan pengroyok MPR/DPR?
Ada yang bisa menghitung? (berapa orang sih satu SSK
itu?)
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--