"Nggleng, kok lama ndak bisa kontak? Sudah tak pantheng
bolak-balik aji Pameling dan Gineng dari Banyumanik kok
ndak nyaut, kowe?"

"Wah, sepurane Kang, aku lagi repot mau nonton Wapres
nanem Wit Sukun di halaman kantor nih... Sesuk jare... tapi
semplah Kang, acara digagalkan, Ibu Mega yang pernah
Sampeyan kirimi surat itu ndak jadi ke Kampus, gara-gara
ndak ada yang njamin keamanannya... blaik kan? Tiwas
nyicil ayem bisa "ngeshoot" bliauw pake handy-cam...
hehehe..."

"Ngawur ae, kapan aku ngirimi surat ke wapres?"

"Lho, lha yang bulan lalu Sampeyan tunjukkan surat balasan
dari bagian Rumah Tangga Wakil Presiden itu apa?"

"Oh... blaik ki.. eling ae Koen. Itu sudah berlalu kok Nggleng.
Ternyata harapan Kakangmu untuk Ibu Mega itu dak ada
gemanya. Padahal cumak berharap agar Ibu Mega lebih
proaktif membimbing awak-awak gini ini yang pada tahun
1999 sangat berharap beliau jadi presiden. Kan aku hanya
mohon agar Ibu Mega memimpin bangsa ini terutama
yang masih mengaku sebagai orang Indonesia, untuk 
rajin-tajin melantunkan lagu Tanah Pusaka itu lho Nggleng"

"Hasilnya.. hahaha.. Nul Puthul! Tapi jangan salahkan Beliau
dulu Kang. Mungkin saja ndak ada sambutan dari para
pendukungnya di DPP atau Litbang PDI-P... bisa jadi kan?"

"Ya embuh. Aku hanya sering memandangi foto Bapaknya
yang dulu kamu beri pigura, sebagai hadiah untuk Kakangmu
ini, lho Nggleng. Sayang waktu tak bawa pulang dari bumi
Pagelaran, kacanya retak tepat di lehernya... pertanda apa
ya Le?"

"Kang, Sampeyan itu kan cukup logis dan realis dalam
itung-itungan, kok masih mengkultuskan Bung Karno,
masih percaya pertanda pecahnya kaca pigura foto lagi...
ada apa to Kang? Bukankah kemarin ada yang bilang
bahwa Bung Karno itu bisanya cumak PIDATO, sementara
itu rakyatnya sedang kaliren. Kayak GD kan? Rakyatnya
mbingungi bunuh-bunuhan malah nglencer......"

"Hussy.. ngawur ae. Ingat Nggleng, BK terkenal dan diangkat
jadi presiden dulu itu kan salah satunya ya pinternya pidato
itu. Beda dengan GD, yang diangkat jadi presiden karena
ke-buta-annya... ngono. Lagi pula Nggleng, waktu itu, tahun
60-an awal, apalagi yang dapat dilakukan BK kecuali
PIDATO?"

"Lha sekarang kalau aku berpendapat adakah pekerjaan
lain yang lebih baik dilakukan GD kecuali nglencer?"

"Bathuk mu!"

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--


Kirim email ke