Wuuik,
yang ini pasti Sute Alliq seneng bener.... nih. Suheng-mu
dapat saingan dengan kemasan cerita yang lebih
baru, lebih muda. Tentang Babad Tanah Trik
Kulon Kali... Harus mintak tambaha ilmu dri
Lau Cian Pwe Ba-Bat bener nih...
Tukang Pukul itu oleh Widayat dalam Cerbung (lupa
judulnya) dengan Ki Dipo... hahaha.. halo Kang Dipo...
Sampeyan tukang pukul bukan? Ki Dipo yang waktu
kecil sering frustasi diledek berkuping selebar GAJAH.
akhirnya diambil murid oleh Kuda Anjampiani atau
Begawan Among Raga.. hehehe...
Matur nurun Lek Blantik. Sudah laku belum sapinya?
salam babad-babadan Lek...
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane Tukang Pukul ambek
Tukang Kepruk?
----- Original Message -----
From: "Marto Blantik" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, April 25, 2001 5:11 PM
Subject: [padhepokan-nusantara] carik dukuh kulon kali Re: perang bawa ketupat
Wah-wah Pak Lurah ring muring tak iya, kisruh nduk milis nasional, milis
lokal melok horeg. Mergo aku meloke mek milis lokalan, yo ditanggepi coro
lokalan ae yo.
Nduk antarane Mojokerto Jombang Nganjuk mbiyen onok crito seorang lelaki
yang menjadi Lurah, menggantikan Bapaknya yang wafat, karena sebab yang
tidak jelas. Kelurahan peninggalan Bapaknya itu cukup berpengaruh di wilayah
sekitarnya. Bapaknya dulu waktu mudanya bekerja keras membangun kelurahan,
sehingga lambat laun kelurahan itu jadi pusat dagang sekaligus pusat
pengendalian kekuasaan. Seiring datangnya kemakmuran Bapaknya itu mengambil
2 istri. Salah satunya ya ibu lelaki itu. Dia anak tunggal dan laki-laki
satu-satunya, karena ibu tirinya, Gayatri, meski beranak banyak tapi
semuanya perempuan. Sebagai anak laki satu-satunya, dia sangat dimanja oleh
Bapaknya. Sering perlakuan ini membuat cemburu saudara-saudara perempuannya.
Namun apa mau dikata adat tidak membolehkan mereka untuk protes.
Lelaki itu sebenarnya merasa bahwa dia masih terlalu muda untuk menjadi
Lurah. Dia sebenarnya masih ingin ugal-ugalan dan bersenang-senang.
Kebiasaan buruk, karena terlalu dimanja Bapaknya dulu, sangat kentara dalam
tingkah lakunya. Kesukaannya minum tuak dan main perempuan tidak juga hilang
dimasa-masa awal dia menjadi Lurah.
Teman-teman Bapaknya juga banyak yang tidak senang. Berkali-kali mereka
membikin onar. Tetapi posisi keLurahan dia tetap selamat karena masih banyak
yang setia dengannya, keluarganya pun mendukung sepenuhnya. Karena pada
dialah mereka bergantung. Untuk menjaga agar posisinya tetap aman dia
mengambil seorang tukang pukul yang berasal dari daerah Malang sekarang.
Tukang pukul ini sangat terlatih, cakap, dan penuh tipu muslihat. Pernah
pada suatu ketika, saat teman Bapaknya marah dan bikin keonaran, karena
tidak setuju dengan kebijakannya, dia musti menyingkir dan kewalahan. Tukang
pukul itu dengan setia, penuh semangat menyelamatkan dia.
Keberhasilan tukang pukul itu ternyata membikin Lurah muda itu was-was.
Karena tukang pukul itu naik pamornya. Kewibawaan, sokongan, serta pujaan
perempuan ternyata jatuh ke tukang pukul itu dibanding jatuh padanya.
Saudara-saudara perempuannya pun menyokong dia. Meski tahu begitu Lurah
tidak segera mengubah tindakannya. Untuk menunjukkan bahwa dia masih punya
kuasa, serta menunjukkan otoritasnya, dia merebut istri tukang pukul itu.
Aku masih berkuasa terhadapmu hei tukang pukul. Segala kehormatanmu adalah
milikku demikian batin lelaki itu.
Tukang pukul sangat terhina diperlakukan seperti itu. Tetapi untuk melawan
frontal dia tidak berani karena disekitar Lurah atasannya itu masih banyak
pesaingnya. Untuk itu dia mengatur siasat. Tukang pukul itu kemudian
mendekati saudara-saudara perempuan Lurah, mempengaruhinya, serta memberikan
sanjungan-sanjungan. Diantara perempuan itu ada seorang yang pendiam, namun
omongannya banyak dituruti oleh saudara-saudaranya. Sebenarnya dia tidak
ingin ikut arus dalam pertikaian antara saudaranya dengan tukang pukul.
Tetapi karena berkali-kali dia dihinakan dan dia dianggap cuma perempuan
maka dia termakan juga oleh sanjungan-sanjungan itu. Namun perempuan itu
dalam hati juga punya rencana. Pikirnya, tidaklah terlalu sulit untuk
menggunakan tukang pukul sebagai alat untuk meratakan jalanku dan untuk
mengalahkan saudara tirinya itu.
Alhasil suatu hari Lurah jatuh sakit, setelah kecapekan karena habis
menjalani ritual tantrayana. Tukang pukul segera mengatur siasat.
Dipanggilnya seorang shaman (dukun/tabib) yang sebelumnya sudah diketahui
oleh tukang pukul bahwa shaman itu juga menaruh dendam pada Lurah, karena
dulunya Bapaknya mengalami aniaya Lurah. Disuruhnya shaman untuk menghabisi
lurah. Shaman itu gembira karena bisa melampiaskan dendamnya. Pada perempuan
saudara tiri Lurah, tukang pukul menawarkan pengobatan untuk Lurah. Dengan
waspada perempuan pendiam dan saudara-saudaranya itu setuju agar shaman itu
mengobati Lurah saudara tiri mereka.
Akhirnya dengan cekatan shaman itu "mengobati" Lurah. "Pengobatan" dilakukan
dengan teknik canggih sehingga Lurah mati tanpa tanda penganiayaan.
Matinya Lurah menimbulkan geger. Tukang pukul segera menggunakan kesempatan
itu dengan cara menyebarkan berita bahwa shaman telah membunuh Lurah. Dia
sebarkan berita bahwa Bapak Shaman dulunya pernah menentang Lurah. Shaman
tersebut ketakutan, dia lari berlindung kepada perempuan saudara tiri Lurah.
Shaman bilang kalau dia disuruh tukang pukul. Perempuan itu hanya tersenyum
dan menyerahkan Shaman kepada tukang pukul agar dihukum.
Setelah masa berkabung lewat perempuan itu diangkat jadi Lurah. Namun untuk
menjaga diri dari tangan tukang pukul, dia menyingkirkan tukang pukul
tersebut dengan jalan mengangkatnya menjadi carik dukuh kulon kali.
salam
mb
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--