[Lho sudah tak bikin baru jadi entrid nyar.... hehe, tapi
aku kudu ngajak Kakang Sondong Mandali dong...
pakai 'mateg' (sekali lagi maaf Sodara-2 untuk kata ini,
blas ndak ada bahasa penggantinya...) aji Gineng yang
akan dibalas dengan aji Pameling dari Banyumanik]

"Kang kontiiiiek... kontek.... Kang aku, Nggelng!"

"Huah, nggak boleh istirahat ya? Ba'da 'Isa pengennya
nglenggut Campur Sari Didi Kempot kok dikirimi Gineng
Cinde Amoh?"

"Begini Kang, wah huangel Kang pake basa Indonepunsia
dengan bauk dan benul, Ini thread Pro Wong Sugih dimentak
buat dijadikan thread baru.. gitu lho. Kalau menurut Kang
Sondong, gimana Kang. Wong sugih yang mana dulu yang
kudu digibeng? Paling tidak ditarik 'gobog'-nya (gobog =
telinga tapi kasar Sodara-sodara)"

"Ooo itu tah? Kalau Kakangmu ini kan termasuk yang belum
sugih. Tapi juga bukan berarti mlarat, wong ndak punya 
utang. Utangku hanya ada ke kamu, 3 tahun lalu, ketika 
ponakanmu berhasil lulus test UMPTN ke TS Undip.. lho
cilakak kan? Anak masuk PT kok malah ngutang.. hahah."

"Lha iya, terus menurut sampeyan gimana? Mumpung banyak
penggemar nih dari mana-mana njapri... alamat 
[EMAIL PROTECTED] dapat japrian nggak Kang?"

"Ya ndak tahu, wong jarang tak tiliki. Malu Nggleng, kalau
ngenet di warnet, masak aku sendiri yang pakai topi haji
alami, alias uwanen? Kalau aku yaaaa soroti saja daftar
kekayaan dari anggota parlemen dulu Nggleng?"

"Lho nalarnya gimana?"

"Hahaha, bolak-balok dosen goblog... makanya tulisanmu
selaluuuu saja ditolak sebagai pengamat Nggleng... Jelas
kan mereka itu kan makili rakyat. Lha kalau wakilnya saja
punya kekayaan sampai puluhan milyar gitu, terus yang
diwakili dapatnya apa?"

"Hehehe, tetep pinter aku... wong gara-gara aku ngajari
anak-anak kalau satu trilyun itu nol-nya 12, langsung anak-anak
protes.... 'Pak, kenapa sih aku kok sudah punya hutang
20 juta rupiah, padahal duit utangan itu belum pernah
tak pake tuh...?' Gitu kok Kang?"

"Lha iya, orang parlemen itu berapa kepala sih? Sugih-
sugih kok yang diwakili, kabarnya 40 juta sudah mlorot
di bawah garis. Garis kok kemiskinan?"

"Lha mungkin wakil-wakil kaya itu ya mewakili yang kaya-
kaya saja. Yang punya dan gonta-ganti mobil baru,
yang makannya di KFC atau apa lah.. "

"Hehehe... makanya ditawani Ketupat-anti-Basi dan
telor asin jadi gundam-gundam... wong biasa makan
yang belum jadi kok?"

"Apa itu makan yang belum jadi?"

"Yaa misale ada dana buat bikin jalan.. lha jalan belum
dibikin, dananya sudah dimakan tuh?"

"Uedan Koen!!  hahaha termasuk yang minum aspal,
minum solar, nyruput semen dan nyedot LNG itu
ya Le?"


Pagelaran, 25 April 2001
(hasil memperhatikan berita di kompas tentang
KPKPN, bahwa kekayaan AR dikembalikan dulu
daftarnya... entah kurang banyak atau kesedikitan?)

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke