----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, April 27, 2001 10:43 AM
Subject: Re: [nawala wajaseta] rencana Tuhan itu SUDAH TAMAT
______________________________ Reply Separator _________________________________
Subject: [nawala wajaseta] rencana Tuhan itu SUDAH TAMAT
Author: fukuoka ([EMAIL PROTECTED]) at MIME
Date: 26/4/01 10:40 PM
>Mengikuti tanya-jawab Pramesi dan Sigit Wahjono
>di [EMAIL PROTECTED] ini jadi
>ingat posting ku kepada Nimas Yuni tentang kun
>"faya kuun"... Aku tulis (malah mungkin ke umum
>ya?) menurut kejawen, rencana Tuhan itu
>ibaratnya cerita yang telah tamat dituliskan
>tetapi belum dipagelarkan semuanya. Ditambah
>lagi, pemain
>cerita itu ada yang diberi hak penuh untuk berinprovisasi
>sendiri dengan akibat ditanggung sendiri, yi. Manusia.
>Panggung pagelarannya hanyalah dimensi abstrak
>yang dikenal dengan WAKTU.
---------------------------
Minta tolong ke milis lain, trims berat nih.
chodjim:
Alam raya ini diumpamakan [dalam Al Quran] lembaran kertas. Jika jagad ini
digelar artinya lembaran ini dibuka dari gulungannya dan satu saat digulung
lagi. Membuka dan menggulung ini lamanya bermilyar-milyar tahun, bisa tril-
yunan tahun untuk seluruh himpunan alam semesta ini. Dari penyelidikan alam
semesta, diketahui bahwa ada kelompok-kelompok galaksi, yang masing-masing
kelompok ada milyaran galaksi [di dalamnya ada Galaksi Bimasakti kita]. Dan,
Bimasakti sendiri mengandung kurang lebih 200 milyar bintang. Punahnya
Bimasakti tidak berarti punahnya alam semesta. Itulah sebabnya dalam penge-
tahuan makrokosmos disebutkan bahwa dalam perjalanan waktu selalu ada
galaksi yang lahir dan ada pula yang musna.
Himpunan alam semesta ini pun bisa yang ke sekian trilyun kali, tak ter-
hingga, "unlimited" kehadirannya. Mengapa? Tuhan itu tak berawal dan tak
berakhir [Al Hadid/57:3]. Jadi, bila kita berkesimpulan himpunan alam
semesta itu baru ada kali ini, berarti TUHAN lahir sebelum alam semesta ini
ada. Kalau, kita menyangkal, "O... tidak demikian, Dia tak berawal tapi
inilah alam semesta yang pertama,". Ini berarti Tuhan Tidak sempurna, karena
Dia perlu belajar dulu sehingga bisa menciptakan alam semesta. Lho, jadinya
Dia kan seperti kita, he...he...he. Padahal, Tuhan tidak serupa dengan
segala sesuatu [QS 42:11].
"Wa tammat kalimatu Rabbika shidqaw wa adlaala" [Al Quran]; Dan telah
sempurna kalimat [firman] Tuhan dikau dengan benar dan seimbang. Jadi,
kalau kita umpamakan bandul bola besi yang diletakkan paka jarum pada titik
keseimbangannya maka bandul itu akan terus bergoyang samapai lama dan baru
berhenti karena faktor geseknya. Begitu pula alam semesta akan berjalan
mengembang dan baru berhenti bila sudak sampai titik kontraksinya. Setelah
itu membuka kembali secara evolusioner. Nah, orang Jawa menangkap kalimat
ini dengan benar. Jadi, yang sempurna dan seimbang itu adalah firman-Nya
yang digelar berupa alam semesta; sedangkan kitab-kitab suci kan cuma
miniatur kitab kauniah [alam semesta] ini. Inilah 'kun fayakun', yaitu
proses digelarnya alam raya, bukan "Tuhan bermain sulap".
Lha, manusia adalah makhluk yang diberi mandat untuk berimprovisasi, yang
bumi langit dan gunung tak mampu memikulnya [33:72]. Yang perlu diperha-
tikan, manusia bukan satu-satunya makhluk yang diberi hak ber improvisasi
di alam raya ini. Yang jelas hak itu diberikan kepada dan diterima manusia
di bumi ini. Karena itu manusia berkewajiban untuk menjalankan mandat itu
dan mempertanggungjawabkannya kepada Dia.
Matur nuwun,
chodjim
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--